Surat WASIAT biasa ditulis jelang meninggal, ... Lali, kenapa Prabowo yang sudah berulang kali mengklaim dirinyalah yang menang dan menjadi Presiden RI-2019-2024, merasa segera akan meninggal dunia begitu dinobatkan jadi Presiden RI??? Atau dia sudah merasa akan MATI dgn BOM-Bunuhdiri begitu melancarkan perjuangan mati2an setelah laporan "KECURANGAN-KPU yg TSM bahkan brutal" itu diTOLAK dan tidak berhasil membatalkan kemenangan kubu-01??? Hehehee, ...

kh djie [email protected] [GELORA45] 於 15/5/2019 7:47 寫道:
Bikin surat wasiat..............?
Siapa saja yang dapat warisannya....?

Pada tanggal Sel, 14 Mei 2019 pukul 21.26 'j.gedearka' [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]>> menulis:



    
https://pilpres.tempo.co/read/1205476/prabowo-siapkan-surat-wasiat/full&view=ok


      Prabowo Siapkan Surat Wasiat

    Reporter:


            Fikri Arigi

    Editor:


            Rina Widiastuti

    Selasa, 14 Mei 2019 22:27 WIB
    Gestur calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto saat
    memberikan sambutan dalam acara Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan
    Pilpres 2019 di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Dalam acara
    tersebut, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi
    membeberkan fakta kecurangan dalam Pilpres 2019. TEMPO/Amston
    Probel
    <https://statik.tempo.co/data/2019/05/14/id_841781/841781_720.jpg>

    Gestur calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto saat
    memberikan sambutan dalam acara Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan
    Pilpres 2019 di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Dalam acara
    tersebut, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi
    membeberkan fakta kecurangan dalam Pilpres 2019. TEMPO/Amston Probel

    *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Calon presiden nomor
    urut 02, Prabowo <https://www.tempo.co/tag/prabowo> Subianto
    menegaskan bahwa dirinya bersama Sandiaga Uno dan Badan Pemenangan
    Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga akan melawan dugaan kecurangan
    pemilu. Prabowo mengatakan akan terus berjuang bersama rakyat.
    Karena itu, ia membuat surat wasiat yang disaksikan oleh pihak
    keluarga dan ahli hukum di kediamannya di Kertanegara, Jakarta
    Selatan, hari ini.

    *Baca: Prabowo: Saya akan Menolak Hasil Pemilu yang Curang
    
<https://pilpres.tempo.co/read/1205416/prabowo-saya-akan-menolak-hasil-pemilu-yang-curang>*

    "Saya akan kumpulkan ahli hukum. Saya akan membuat surat wasiat
    saya. Saya katakan, gak usah nakut-nakuti dengan makar-makar.
    Orang-orang ini, tokoh-tokoh bangsa ini bukan makar.
    Jenderal-jenderal itu mempertaruhkan nyawanya dari sejak muda.
    Mereka tidak makar. Kita membela negara dan bangsa Indonesia,"
    kata Prabowo di acara Simposium Mengungkap Fakta-fakta kecurangan
    Pilpres 2019 di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019.

    Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menuturkan, bahwa saat ini
    banyak yang mempertanyakan sikapnya lantaran pihak pemerintah Joko
    Widodo kerap mengirimkan utusan untuk bertemu dengannya. Namun,
    Prabowo menegaskan bahwa berdialog dan bernegosiasi diperbolehkan
    tetapi dirinya menolak menyerah pada keadaan.

    "Ada yang mengatakan Pak Prabowo bagaimana sikapnya. Katanya ada
    yang minta ketemu saya. Bolak-balik minta ketemu. Berbicara boleh,
    berunding boleh, menyerah tidak boleh," ucapnya.

    *Baca: Kubu Prabowo Paparkan Kecurangan Pemilu, Ini Imbauan
    Moeldoko
    
<https://pilpres.tempo.co/read/1205311/kubu-prabowo-paparkan-kecurangan-pemilu-ini-imbauan-moeldoko>*

    Ia menuturkan dirinya saat ini masih menaruh harapan kepada
    penyelenggara pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU)
    untuk bekerja secara jujur dan profesional dalam menjalankan tugasnya.

    Prabowo telah menyatakan sikapnya terkait hasil Pemilu 2019 yang
    ia nilai curang. "Sikap saya adalah akan menolak hasil Pemilu yang
    curang,” ujarnya.

    Prabowo bersama BPN mengadakan acara untuk membeberkan data-data
    kecurangan Pemilu 2019. Acara ini dihadiri oleh Prabowo, Sandiaga,
    Ketua BPN Djoko Santoso, Wakil Ketua Gerindra, Fadli Zon, Juru
    Bicara BPN, Dahnil Anzar dan lainnya. Relawan pun memenuhi arena
    acara di aula Hotel Grand Sahid.

    Pada acara ini mereka memaparkan sedikitnya enam bukti kecurangan.
    Di antaranya, Kartu Keluarga di beberapa tempat mereka nilai
    manipulatif. Lalu jumlah pemilih tetap yang bermasalah, contohnya,
    menurut mereka suara pemilih di Jawa Timur sebanyak 7.644.025
    orang, dengan 5,3 juta orang invalid, dan 2,2 juta pemilih ganda.

    *Baca: BPN Prabowo Tolak Perhitungan Suara Pilpres 2019 Oleh KPU
    
<https://pilpres.tempo.co/read/1205463/bpn-prabowo-tolak-perhitungan-suara-pilpres-2019-oleh-kpu>*

    Selain itu, mereka menuding Situng milik Komisi Pemilihan Umum
    (KPU) tidak netral, karena sistemnya tidak realtime. Selain itu,
    hasil C1 dinilai manipulatif karena tabel dalam tiap-tiap gambar
    tidak rapi sehingga dicurigai hasil manipulasi.

    ------------------------------------------------------------------------









    Data Situng KPU Tembus 80 Persen: Jokowi-Ma'ruf 70 Juta Suara,
    Prabowo-Sandiaga 54,8 Juta Fitria Chusna Farisa Kompas.com -
    14/05/2019, 18:47 WIB Pasangan calon presiden dan wakil presiden
    Joko Widodo (kiri) dan Maruf Amin dalam acara pengundian dan
    penetapan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden
    Pemilu 2019 di Komisi Pemilhan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2018).
    Pasangan ini mendapatkan nomor urut 01. Pasangan calon presiden
    dan wakil presiden Joko Widodo (kiri) dan Maruf Amin dalam acara
    pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon presiden dan
    wakil presiden Pemilu 2019 di Komisi Pemilhan Umum, Jakarta, Jumat
    (21/9/2018). Pasangan ini mendapatkan nomor urut
    01.(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO) JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan
    calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf
    Amin mengungguli pasangan calon nomor urut 02 Prabowo
    Subianto-Sandiaga Uno. Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 70.487.377
    atau 56,25 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 54.832.994 atau 43,75
    persen. Selisih perolehan suara di antara keduanya mencapai
    15.654.383 atau 12,5 persen. Data ini mengacu pada angka sementara
    Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik Komisi
    Pemilihan Umum (KPU). Baca juga: Rekapitulasi KPU: Jokowi Menang
    100 Persen di Puncak Papua, Prabowo Nol Suara Menurut data yang
    ditampilkan dalam pemilu2019.kpu.go.id
    <http://pemilu2019.kpu.go.id> itu, hingga Selasa (14/5/2019) pukul
    18.15, suara yang masuk berasal dari 665.490 TPS dari total
    813.350 TPS. Jika dipresentasekan, jumlah ini mencapai 81,02
    persen. Sementara ini, Jokowi-Ma'ruf unggul di sejumlah provinsi,
    seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta,
    Sulawesi Utara, hingga Papua. Sedangkan Prabowo-Sandi sementara
    ini unggul di Sumatra Barat, Jambi, Aceh, Banten, hingga Nusa
    Tenggara Barat (NTB). Baca juga: BPN Prabowo-Sandi Tolak Hasil
    Penghitungan Suara KPU Pencatatan data sejumlah provinsi telah
    mencapai seratus persen, seperti Provinsi Bali, Gorontalo, dan
    Bengkulu. Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik mengatakan,
    Situng hanya alat bantu yang dipilih oleh KPU untuk memberikan
    informasi yang cepat terkait penghitungan suara kepada masyarakat.
    Jika ditemukan kesalahan entry data, hal itu bukan berarti curang,
    melainkan human error. KPU justru meminta publik untuk ikut aktif
    mengawasi Situng, supaya entry data dipastikan benar. "Ya silahkan
    sampaikan kalau ada entry berbeda, entry bisa kita koreksi,"
    katanya di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).
    Video Pilihan 00:44 Situng KPU 67%: Jokowi-Ma'ruf 56,3% dan
    Prabowo-Sandi 43,7% 00:48 Situng KPU 66,54%: Jokowi-Ma'ruf 56,15%
    dan Prabowo-Sandi 43,85% 07:05 [TERBARU] Rekapitulasi Suara Pemilu
    2019, 14% Data Pilpres Sudah Masuk Situng 00:46 Situng KPU 69,50%:
    Jokowi-Ma'ruf Unggul 13 Juta Suara dari Prabowo-Sandi 00:28
    [TERBARU] Data Masuk Rekapitulasi KPU 20,19%: Jokowi-Ma'ruf
    55,15%, Prabowo-Sandi 44,9% 00:56 Real Count KPU Data 61%:
    Jokowi-Ma'ruf 56,08%, Prabowo-Sandiaga 43,92% Ikuti perkembangan
    berita ini dalam topik: Pemilu 2019

    Artikel ini telah tayang di Kompas.com <http://kompas.com> dengan
    judul "Data Situng KPU Tembus 80 Persen: Jokowi-Ma'ruf 70 Juta
    Suara, Prabowo-Sandiaga 54,8 Juta",
    
https://nasional.kompas.com/read/2019/05/14/18470761/data-situng-kpu-tembus-80-persen-jokowi-maruf-70-juta-suara-prabowo-sandiaga.

    Penulis : Fitria Chusna Farisa
    Editor : Diamanty Meiliana




---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke