Memang kangkung (water spinach) ada dua jenis, yang satu tumbuh merayap dan warnanya lebih hijau dari yang tumbuh vertikal. Apakah yang tumbuh vertikal adalah hasil manipulasi genetik, hal ini saya tidak tahu. Kangkung yang tumbuh vertikal dari segi komersial sangat menguntungkan karena mudah dipanen, dikatakan kankung yang tumbuh vertikal yang sekarang banyak dijual di toko-toko makanan baik di Europa atau ada juga di Indonesia, kankung jenis umurnya 3 bulan, dan kalau mau ditanam bukan batangnya seperti kankung merayap di air, tetapi harus biji bibitnya demikian keterangan yang saya peroleh. Kangkung kalau dimasak harus yang betul matang, karena bisa mengandung parasit yang membuat orang sakit. Kalau tak salah di Texas dilarang tanam kangkung, karena mematikan ikan.
On Sun, Aug 25, 2019 at 2:27 AM ChanCT [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote: > > > Yang saya tahu, kangkung itu ada 2 jenis, ... yg ditanam ditanah agak > langsung kurus dan warna hijau agak gelap dan diair gagangnya gemuk/besar > dan warna hijau agak pucat! Mana lebih enak? Tentu tergantung masing-masing > yg suka saja. Hehehee, ... Saya lebih suka kangkung darat, tentu jangan yg > sudah tua keras! > > Tapi, terakhir ini sering kali dibicarakan makan kangkung harus lebih > hati-hati yang biasa hanya ditumis sebentar saja itu! Katanya, seringkali > terjadi larva cacing ada berada dalam gagang kangkung yang bolong itu, dan > ... saat ditumis tidak mematikan larva-cacing! Tentu cacing kalau cuma > tumbuh besar diusus, lambung saja bukan soal besar, jangan sampai larva itu > masuk kepembuluh darah dan tersangkut entah diorgan mana bisa celaka! > > Jadi teringat seorang sahabat di Prof. HK Univ. jadi kelimpungan masuk > keluar RS diduga lever membengkak tidak tahu apa sebabnya! Setelah akhirnya > dioperasi, baru ketahuan ada cacing tersangkut disitu! Dan itu akibat 1/2 > tahunan yl. dia berkunjung ke suku-minoritas Yun Nan, ada suguhan sayuran > mentah, ... > > > Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] 於 24/8/2019 13:13 寫道: > > > Terimakasih Bung Djie, > Ini bibitnya saya bawa dari Indonesia. Tahun yang lalu, saya sudah panen > satu kali. Musim panas tahun ini saya panen lagi. Kalau saya beli kangkung, > biasanya yang berasal dari Suriname.Saya tidak tahu mana yang paling enak.. > Apakah yang dari Thailand, Suriname atau dari China. > Salam: Chalik Hamid. > > ----- Pesan yang Diteruskan ----- > *Dari:* kh djie <[email protected]> <[email protected]> > *Kepada:* Gelora45 <[email protected]> <[email protected]>; > Chalik Hamid <[email protected]> <[email protected]> > *Terkirim:* Jumat, 23 Agustus 2019 15.27.32 GMT+2 > *Judul:* Re: [GELORA45] e [2 Attachments] > > *Bung Hamid,* > *Saya makan cha kangkung enak sekali di Gang Lombok Semarang.* > *Kangkung dari Thailand di toko Oriental lebih enak daripada kangkung di > Belanda.* > *Yang dari Belanda, gagangnya besar2.* > *Kangkung yang paling enak, banyak daunnya dan lembut, pernah saya makan > di Warsawa,* > *di restaurant Tionghoa.. Diantar ex murid, yang suaminya orang Polandia, > lulusan Australia* > *dan pernah bangun pabrik cement di Cirebon.* > *Suaminya tertawa-tawa bilang istrinya itu professor di universitas > mengajar bahasa * > *Mandarin dan bahasa Indonesia, meskipun belum lulus dari UI sudah kerja. > Waktu itu bisa saja* > *di Polandia, karena belum ada yang mengajar dan toch mengajar di tingkat > permulaan.* > *Salam,* > *Djie* > > > Pada tanggal Jum, 23 Agu 2019 pukul 15.00 Chalik Hamid > [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > Panen kangkung lagi dikebun sendiri, di belakang rumah. > > > > ------------------------------ > [image: AVG 標誌] <http://www.avg.com/internet-security> > > 這封電子郵件是由 AVG 反病毒軟體進行病毒檢測。 > www.avg.com <http://www.avg.com/internet-security> > > <#m_-2399275504336393973_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> > > >
