Langkah Pembalasan Tiongkok terhadap Pengenaan Tarif Tambahan AS
Rasional, Tegas dan Jitu
http://indonesian.cri.cn/20190826/35128682-697c-2efa-8e90-4aaa3c4aa089.html
2019-08-26 11:32:28
Berkenaan dengan keputusan AS untuk mengenakan tarif tambahan terhadap
komoditi Tiongkok yang diekspor ke AS, pihak Tiongkok terpaksa mengambil
langkah pembalasan. Beberapa ahli Tiongkok hari Minggu kemarin (25/8) di
Beijing menyatakan, langkah-langkah pembalasan Tiongkok terhadap
pengenaan tarif tambahan AS tersebut rasional, tegas dan jitu.
Terhadap langkah pengenaan tarif tambahan oleh pihak AS, pihak Tiongkok
memutuskan untuk mengenakan tarif tambahan 10 persen dan 5 persen
terhadap komoditi yang diimpor dari AS senilai 75 miliar dolar Amerika
dan dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu masing-masing pada tanggal 1
September dan tanggal 15 Desember; memutuskan untuk memulihkan pengenaan
tarif tambahan 25 persen dan 5 persen terhadap otomotif dan onderdil
asal Amerika, yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Desember. Waktu
tersebut sesuai dengan waktu pengenaan tarif tambahan terhadap komoditi
asal Tiongkok senilai 300 miliar dolar Amerika yang diumumkan pihak AS
sebelumnya.
Dalam seminar Balai Riset Kerja Sama Ekonomi Perdagangan Internasional
Kementerian Perdagangan Tiongkok Minggu kemarin (25/8), Rektor Institut
Ekonomi Internasional Universitas Bisnis dan Ekonomi Internasional
Tiongkok San Baicuan berpendapat, dalam langkah-langkah pembalasan pihak
Tiongkok, pengenaan tarif tambahan terhadap komoditi AS antara lain
kedelai, jagung, kapas dan produk pertanian lain, hasil air dan minyak
mentah telah dengan jitu menyerang perbuatan pemerintah AS yang
mendukung perang dagang.
Setelah pihak Tiongkok mengumumkan langkah-langkah pembalasan, indeks
3 besar bursa efek AS turun anjlok.
Para pakar Tiongkok berpendapat, pengenaan tarif tambahan oleh pihak
AS dan langkah pembalasan pihak Tiongkok telah mendatangkan dampak besar
bagi AS. Pejabat Kementerian Perdagangan Tiongkok Li Wei berpendapat,
pembalasan pihak Tiongkok adalah rasional, dan pihak Tiongkok tidak
mengambil langkah pembalasan dengan mengenakan tarif tambahan terhadap
semua komoditi yang diimpor Tiongkok dengan tidak membeda-bedakan
seperti apa yang dilakukan AS.
Pejabat Kementerian Perdagangan Tiongkok Chen Hui mengusulkan, Tiongkok
masih perlu terus menyempurnakan pembangunan sistem tata hukumnya
sendiri dalam menghadapi serangan perang dagang AS.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com