Pejabat Pemerintah Hong Kong Imbau Segera Selesaikan Perselisihan
http://indonesian.cri.cn/20190826/283e8e3b-b1a0-25fd-417d-46a7b0438767.html
2019-08-26 11:00:58
XINHUA: Sejumlah pejabat pemerintah dan Dewan Legislatif Daerah
Administrasi Khusus Hong Kong pada hari Minggu kemarin (25/8)
menyatakan, perselisihan intern Hong Kong telah membuat ekonomi Hong
Kong semakin memburuk. Mereka mengimbau pihak terkait agar secepatnya
menyelesaikan perselisihan, menghentikan tindakan kekerasan,
meningkatkan komunikasi dan dialog antar berbagai kalangan masyarakat,
dan bersatu padu untuk mengupayakan solusi untuk Hong Kong.
Sekretaris Finansial Pemerintah Hong Kong Paul Chan dalam blognya yang
berjudul “Melindungi ‘Mangkuk Nasi’(artinya pekerjaan)” menunjukkan,
lantaran memburuknya lingkungan eksternal dan terus berlansungnya
bentrokan kekerasan di masyarakat Hong Kong, sebuah topan ekonomi sedang
berangsur-angsur terbentuk, sejumlah industri yang berada dalam angin
topan tersebut telah merasakan ketidaknyamanannya. Jumlah pengunjung ke
Hong Kong pada bulan Agustus ini telah menurun hampir 50 persen.
Sejumlah hotel dan restoran telah meminta karyawannya cuti tanpa gaji.
Pendapatan industri ritel dan industri makanan dan minuman juga menurun
tajam dalam beberapa bulan ini. Jika keadaan ini berlangsung terus, maka
kemungkinan akan terjadi arus pengangguran.
Sekretaris Biro Pelayanan Keuangan dan Perbendaharaan Hong Kong (FSTB)
James Lau dalam blognya yang berjudul “Bangun Kembali Tata Tertib dan
Nyalakan Kembali Harapan” menunjukkan bahwa ekonomi Hong Kong sedang
menghadapi pergesekan perdagangan Tiongkok-Amerika, kemungkinan “Hard
Brexit” Inggris, dan faktor eksternal negatif lainnya, serta
perselisihan masyarakat lokal, sehingga pertumbuhannya menjadi semakin lesu.
Anggota Kalangan Pariwisata Dewan Legislatif Daerah Administrasi Khusus
Hong Kong, Yiu Si-wing kepada media menyatakan, karena pengaruh dari
aksi unjuk rasa, sejumlah indeks industri pariwisata mengalami perubahan
dari meningkat jadi menurun pada bulan lalu, dan mengalami penurunan
yang tajam pada bulan ini. Di antaranya, jumlah wisatawan ke Hong Kong
mengalami penurunan yang terbanyak, pendapatan biro perjalanan kelas
menengah dan kecil menurun dan mencul kesulitan ekonomi. Tingkat
penghunian kamar (TPK) di hotel pada musim sibuk tahun lalu tercatat 100
persen, dan diperkirakan akan menurun sebanyak 20 hingga 30 persen pada
bulan Agustus ini.
Pemerintah Hong Kong: Kekerasan Pengunjuk Rasa Radikal Dorong Hong
Kong ke Dalam Bahaya
http://indonesian.cri.cn/20190826/d68e9e24-980a-99e5-59f7-4937591b2322.html
2019-08-26 11:27:12
XINHUA: Mengenai domonstrasi dan kekerasan yang terjadi di Kwai Chung
dan Tsuen Wan, juru bicara Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Hong
Kong Senin pagi tadi (26/8) menyatakan, peningkatan tindakan kekerasan
oleh para pengunjuk rasa radikal tersebut tidak hanya mengundang
kemarahan besar, namun juga mendorong Hong Kong ke dalam keadaan yang
sangat berbahaya. Pemerintah daerah Hong Kong mengecam keras tindakan
tersebut, dan pihak kepolisian Hong Kong akan menginvestigasinya dengan
ketat.
Menurut penjelasan, sejumlah pengunjuk rasa radikal merusak toko-toko di
Tsuen Wan dengan menggunakan kekerasan, polisi yang menangani hal
tersebut di tempat kejadian diserang oleh para perusuh, dan menembak
pistolnya ke udara untuk memberi peringatan saat keselamatan jiwanya
berada dalam keadaan terancam. Tindakan kekerasan pengunjuk rasa
menyebar ke Sham Shui Po, Tsim Sha Tsui dan pintu terowongan lintas
pelabuhan Hung Hom (/The Cross Harbour Tunnel/) Kowloon.
Menurut juru bicara itu, ada pengunjuk rasa yang telah menurunkan dan
menginjak-injak bendera nasional di Lapangan Olahraga Kwai Chung,
tindakan itu telah menantang otoritas negara, juga melanggar Peraturan
Tentang Bendera Nasional dan Lambang Nasional dalam peraturan hukum Hong
Kong. Juru bicara tersebut mengimbau warga kota untuk bersama-sama
memberantas kekerasan, mempertahankan aturan hukum dan segera memulihkan
ketertiban sosial.
Pihak Kepolisian Hong Kong Senin pagi tadi (26/8) menyatakan, sejumlah
pengunjuk rasa ekstrem pada hari Minggu kemarin (25/8) menyimpang rute
demonstrasi, memasang penghalang jalan, merusak toko-toko dan
terowongan, serta sengaja menyerang dan mecederai polisi. Pihak
kepolisian mengecam keras hal tersebut. Pihak kepolisian total telah
menangkap 36 orang yang diduga berdemonstrasi secara ilegal,
menyembunyikan senjata agresif dan menyerbu polisi.
Dalam aksi tersebut, terdapat 15 polisi terluka. Komisaris Polisi Daerah
Administrasi Khusus Hong Kong, Lo Wai-chung Minggu kemarin malam
menjenguk para polisi yang cedera di rumah sakit, dan mengecam keras
tindakan kekerasan ilegal para perusuh yang tidak menghiraukan
keselamatan orang lain.
Pihak kepolisian menyatakan, kekerasan pengunjuk rasa yang mengabaikan
hukum itu telah jauh melampaui garis batas masyarakat beradab, pihak
kepolisian pasti akan menghukum para penjahat tersebut. Polisi mengimbau
para warga kota untuk membatasi diri dengan penunjuk rasa kekerasan, dan
menjauhkan diri dari tempat unjuk rasa kekerasan, demi menjamin
keselamatan pribadi. Pihak kepolisian mengharapkan pula agar para
wartawan dapat semaksimal mungkin berkoodinasi dengan polisi dalam
pelaksanaan penegakan hukum dan memperhatikan keselamatan pribadi.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com