Tiongkok Menentang Apa Yang Disebut Masalah “Keamanan 5G Huawei”
http://indonesian.cri.cn/20190917/1eb03453-c7b7-3d08-1bc5-2ff5da274ad1.html
2019-09-17 10:49:57
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying kemarin
(16/9) menyatakan, pihak Tiongkok dengan tegas menentang apa yang
disebut masalah “keamanan 5G Huawei”, dengan tegas menentang pembatasan
terhadap perusahaan Tiongkok untuk mengembangkan teknologi informasi dan
telekomunikasi dan kerja sama terkait yang normal dengan menyalahgunakan
alasan “keamanan nasional”.
Pada 12 September, pejabat Departemen Luar Negeri AS, Robert Strayer
menyatakan, selama kunjungannya bersama ketua Komisi Komunikasi Federal
AS di Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain, dia sekali lagi
membicarakan masalah terkait risiko keamanan jaringan 5G Huawei,
sementara menyatakan bahwa untuk menjamin sepenuhnya keamanan kerangka
jaringan, pihak AS harus mengesampingkan Huawei di luar jaringan 5G.
Mengenai hal tersebut, Hua Chunying menunjukkan, pada bulan Mei tahun
ini, harian Der Tagesspiegel Jerman pernah memberitakan, melalui
pemeriksaan selama beberapa tahun, pemerintah Inggris, kantor keamanan
informasi Federal Jerman serta Komisi Uni Eropa tidak menemukan Huawei
yang mempunyai pintu belakang, sebaliknya terdapat bocoran keamanan pada
Cisco Systems Inc., mulai dari tahun 2013 sudah diungkapkan 10 peristiwa
“pintu belakang”. Jauh pada tahun 2014, Appel Inc. dalam pernyataannya
mengaku dapat mengambil pesan singkat, catatan informasi dan foto-foto
serta data perorangan dari pengguna ponsel melalui pintu belakang sistem
ponsel Appel. Pada tahun 2018, Facebook diungkapkan terdapat pintu
belakang ada akun pengguna. Mengeai hal itu, juru bicara Facebook telah
mengakui pihaknya dapat membaca informasi pengguna pada setiap saat.
Menurut keadaan pengungkapan peristiwa “Prism”, warga tidak mempunyai
privasi apapun dalam hubungan telepon, dokumen dan berbicara di hadapan
badan intelijen AS. Selain itu, di 35 negara termasuk pemimpin
sekutunya, pembicaraan telepon disadap bahkan selama 10 tahun, yang
menerapkannya justru adalah Cisco Systems Inc. dan Apple Inc.
Hua Chunying mengatakan, yang disebut di atas adalah kenyataan yang
terbuka. Kalau dikesampingkan prasangka, apakah dapat diambil jawaban
sebagai berikut, yang diawasi bukanlah Huawei, Tiongkok, tetapi adalah
Cisco dan Apple kalau berbagai negara ingin menjaga keamanan jaringan.
Penanggungjawab Huawei di berbagai kesempatan sudah berulang kali
memberi penjelasan dan janjinya mengenai masalah keamanan, apakah pihak
AS juga bersedia membuat janjinya secara terbuka?
Hua Chunying menunjukkan, selalu adanya masalah keamanan rantai suplai
dalam perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi serta dalam
proses kemajuan pergantian generasi, tetapi bukalah masalah baru pada 5G
atau sesuatu perusahaan. Pihak Tiongkok dengan tegas menentang pembuatan
apa yang disebut masalah “keamanan 5G Huawei”, dengan tegas menentang
pembatasan terhadap perusahaan Tiongkok untuk mengembangkan teknologi
informasi dan telekomunikasi serta kerja sama terkait dengan
menyalahgunakan asalah “keamanan nasional”.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com