Kerusuhan di Wamena: 32 Meninggal, Mobil Dihadang, Dokter Dibakar

https://www.jawapos.com/nasional/hukum-kriminal/27/09/2019/kerusuhan-di-wamena-32-meninggal-mobil-dihadang-dokter-dibakar/
-


Mengerikan! Perusuh Wamena Bakar Hidup-hidup Warga yang Disandera
@geloranews27 September 2019GELORA.CO -  Mengerikan. Sekitar 600 warga korban 
demo brutal Senin (23/9/2019) lalu di Wamena Kabupaten Jayawijaya mengaku 
sempat disandera oleh masa aksi. Bahkan sejumlah warga dibakar hidup-hidup.Hal 
ini diungkap Amores saat ditemui di Baseops Lanud Silas Papare Sentani 
Kabupaten Jayapura, Kamis (26/9/2019). “Kami dijadikan sandera dari siang 
sampai malam, sekitar 10 jam. Mereka bawa parang semua, info yang kami dengar, 
mereka juga bawa senjata juga. Mereka minta pendemo yang diamankan polisi 
dibebaskan,”kata dia.Dikatakan, ratusan warga yang disandera itu, puluhan 
adalah bayi dan anak-anak, termasuk juga ibu hamil. “Mereka brutal, mereka itu 
bukan manusia, banyak bayi, ibu hamil juga ada. Mereka bakar satu keluarga, 
dimasukkan dalam Honai lalu dibakar. Ada juga yang dipaksa masuk mobil lalu 
dibakar. Mereka biadab,” ungkapnya geram.Bapak aparat, bantulah mereka yang ada 
disana, tidak aman disana, tolong bantu mereka untuk evakuasi," 
sambungnya.Informasi dihimpun, ratusan warga yang disandera masa pendemo yang 
diduga ditunggangi kelompok separatis ini adalah warga dipinggiran kota Wamena, 
tepatnya di Pike (Daerah jalan Trans Papua). Saat kejadian pecah, warga hendak 
mengungsi ke kantor DPRD, Polres, Kodim dan Koramil yang berada ditengah kota 
Wamena.Namun saat hendak mengungsi, warga malah tertahan dengan masa perusuh, 
yang berada dipinggir kota.Mereka dikumpulkan oleh massa perusuh di dalam satu 
tempat yaitu di dalam Gereja Kibaid dan Honai sebagai jaminan. Dengan tuntutan 
aparat keamanan membebaskan 6 orang massa perusuh yg di amankan oleh 
apkam.Negosiasi dimulai sekitar pkl 12.00 berlangsung alot karena apkam juga 
tidak diizinkan masuk ke wilayah tersebut oleh massa perusuh karena sudah 
diblokade dan juga mengancam apabila Aparat Keamanan (Apkam) melintasi wilayah 
yang di blokade tersebut maka keselamatan masyarakat tersebut yang jadi 
ancaman.Dari massa perusuh yang diizinkan melintas blokade adalah perwakilan 
aparat tanpa menggunakan senjata, sehingga negosiasi dilakukan oleh 2 orang 
negosiator perwakilan TNI/POLRI tanpa membawa senjata.Massa perusuh terus 
mendesak 6 orang massa perusuh yang diamankan agar ditukar dengan 600 orang 
warga yang disandera dalam Honai dan Gereja. Sekitar pkl 16.30 WIT 6 orang 
massa perusuh yang diamankan oleh Apkam dihadirkan di tengah-tengah untuk 
ditukarkan dengan 500 warga pendatang.Proses penyerahan masih saja berlangsung 
alot meski pun 6 tersangka massa perusuh sudah dihadirkan untuk 
ditukarkan.Proses pembebasan warga tersebut belangsung dalam 2 gelombang, 
sekitar pukul 17.00 WIT sekitar 400 orang anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak 
yang disandera di hadirkan utk diserahkan ke aparat kampung.Kondisi saat itu 
sangat mencekam sehingga banyak anak-anak dan ibu-ibu yang menangis ketakutan 
dan banyak juga yang berdoa karena mereka tau ajal mereka sudah di depan 
mata.Setelah gelombang I selesai dilaksanakan penyerahan 100 warga yang masih 
tertahan di dalam. Setelah 1 persatu mereka melintas di blokade dan disambut 
haru oleh keluarga yang menunggu di seberang blokade mereka langsung dievakuasi 
ke dalam kendaraan. [sn]

Kirim email ke