----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Sabtu, 16 November 
2019 14.04.58 GMT+1Judul: [nasional-list] DIP-Gerindra Makin Akrab: 
Prabowo-Puan Maharani Mulus di Pilpres 2024
     

Mereka berdua ini (Prabowo + Puan) adalah pemenang kursi presiden dan wakil 
presiden pada Pemilu 2024, demikiaan keterangan ahli nujum. Jadi Anda sebagai  
pemilih tidak  perlu merepotkan diri berorak-sorak, karena sudah ditentukan 
siapa yang  berhak menduduki tahta kekuasaan kerajaan. hehehehehehehe
https://www.harianterbit.com/nasional/read/112459/PDIP-Gerindra-Makin-Akrab-Prabowo-Puan-Maharani-Mulus-di-Pilpres-2024
  

 
DIP-Gerindra Makin Akrab: Prabowo-Puan Maharani Mulus di Pilpres 2024 
 
 Safari
 
 Kamis, 31 Oktober 2019 - 10:59 WIB
 

 

 
 
Jakarta, HanTer - Belakangan hubungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan 
Partai Gerindra makin akrab. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan melihat keakraban 
PDIP dengan Gerindra merupakan sinyal politik untuk Pemilihan Presiden 2024. 
 
 Namun ada yang menyebut keakraban kedua partai itu bakal memuluskan pasangan 
Prabowo Subianto dengan Puan Maharani maju pada Pilpres 2024 mendatang. 
Kemesraan kedua partai itu juga dinilai terkait Pilkada serentak 2020.
 
 "Kita lihat sudah akrab PDIP dengan Gerinda ya, apalagi NasDem mau silaturahim 
dengan PKS, itu tanda-tanda tuh," kata Zulkifli Hasan di sela kegiatan diskusi 
bertajuk "Rekonsiliasi Nasional: Apa, Untuk Apa, dan Bagaimana" di Jakarta, 
Rabu (30/10/2019).
 
 Bisa Terjadi
 
 Pengamat politik dari Lembaga Kajian dan Analisa Sosial (LeKAS) Karnali Faisal 
mengatakan, koalisi antarpartai tidak bisa dikatakan permanen, apalagi untuk 
Pilpres 2024 yang masih lima tahun lagi. Oleh karena itu tidak ada yang tidak 
bisa terkait dengan berkoalisinya Gerindra-PDIP.  Karena semua bisa saja 
terjadi. Persoalannya tinggal kembali kepada terakomodirnya kepentingan 
masing-masing di dalam koalisi. Siapa dapat apa dan apa yang bisa diberikan.
 
 Menurutnya, dalam jangka pendek, hubungan mesra PDIP-Gerindra hanya bisa 
dibaca dari kepentingan politik sesaat seperti perhelatan Pilkada yang akan 
dilaksanakan serentak tahun 2020. “
 
 Kemenangan para calon kepala daerah strategis bagi partai karena akan menjadi 
gambaran dalam 5 tahun mendatang," ujar Karnali kepada Harian Terbit, Kamis 
(31/10/2019).
 
 Menurut Karnali, koalisi antarpartai tidak bisa dikatakan permanen, apalagi 
untuk pilpres yang masih lima tahun lagi. Oleh karena itu tidak ada yang tidak 
bisa terkait dengan berkoalisinya Gerindra-PDIP.  Karena semua bisa saja 
terjadi. Persoalannya tinggal kembali kepada terakomodirnya kepentingan  
masing-masing di dalam koalisi. Siapa dapat apa dan apa yang bisa diberikan.
 
 "Puan, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo atau siapapun bisa jadi RI 
1 bisa dicalonkan sebagai RI 1. Tapi di tengah  rakyat yang makin cerdas, 
pilihan akan tetap jatuh pada sosok yang dianggap punya kompetensi," jelasnya.
 
 Partai-partai politik, sambung Karnali,  hanya berhak mencalonkan sosok-sosok 
tersebut menjadi RI 1 dan RI 2, tapi rakyat yang mempunyai hak menentukan siapa 
dari sosok tersebut yang bisa dipilih. Jika Puan ingin menjadi RI 1 maka dia 
harus turun ke bawah, mendengarkan suara rakyat. Ujian pertama Puan bisa 
dimulai sekarang ini ketika pemerintah menaikkan iuran BPJS.
 
 Berpeluang
 
 Sementara itu, Koordinator Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) Sya'roni 
mengatakan,kemesraan PDIP-Gerindra saat ini belum tentu untuk menyongsong 2024. 
Waktunya terlalu jauh. Padahal dalam politik detik-detik akhir itulah yang 
sering menentukan. Kasus ditetapkannya KH Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno sebagai 
Cawapres dalam Pilpres 2019 adalah hal yang tidak terduga sebelumnya. 
 
 "Keduanya tidak masuk dalam radar lembaga survei. Tapi faktanya nama keduanya 
mampu muncul di akhir keputusan kandidat cawapres. Bahkan nama KH. Ma'ruf Amin 
muncul jelang detik-detik akhir," ujar Sya'roni. 
 
 Oleh karena itu, sambung Sya'roni, kedekatan PDIP-Gerindra terlalu prematur 
jika dilihat sebagai skenario 2024. Kedekatan keduanya saat ini lebih tepat 
dibaca sebagai upaya rekonsiliasi nasional. Pilpres 2019 memunculkan persaingan 
yang sangat sengit yang berdampak keterbelahan rakyat. PDIP-Gerindra sebagai 
kompetitor utama ingin menunjukkan ke publik bahwa kompetisi telah usai. 
Saatnya bersatu membangun bangsa dan negara.
 
 "Siapa pun bisa berpeluang menjadi RI 1 atau RI 2. Keputusannya tinggal nanti 
menunggu peta konfigurasi politik jelang Pilpres 2024," tandasnya 
 
 Jangan Baper
 
 Zulkifli masih bungkam ketika ditanya arah politik PAN untuk pesta demokrasi 
Pilpres 2024, apakah memilih salah satu poros atau mulai menjalin komunikasi 
dengan salah satu parpol pemenang Pemilu 2019. "Udah itu aja dulu," kata dia 
singkat.
 
 Kemudian, untuk Pemilu Presiden di 2024, Zulkifli Hasan mengajak masyarakat 
tidak larut masuk dalam pertarungan politik dan akhirnya terbelah menjadi 
kubu-kubu. "Jangan baper (bawa perasaan), karena politik itu cepat berubah," 
ucapnya.
 
 Perubahan peta politik tersebut lumrah terjadi karena politik menjadi sarana 
untuk mencapai tujuan, tentu semuanya dipertimbangkan sesuai dengan kepentingan 
masing-masing partai politik.
 
 Oleh karena itu masyarakat tidak perlu menyikapi politik sampai melibatkan 
sisi emosi, ketika pemilu selesai seharusnya semuanya ikut selesai dan 
masyarakat kembali bersatu membangun bangsa.
 
 "Saya mengatakan dukung saja pemerintah. Semua sudah dilalui, Pilpres sudah, 
MK sudah. Sekarang mari kita dukung untuk bekerja, tapi kalau nanti ada yang 
tidak pas, barulah kita kritik kasih masukan," ujarnya.
 
#PRABOWO   #MEGAWATI
    
   -    
 
    
   
   
 
     
 WHATSAPP
      
   
   
 
     
 FACEBOOK
      
   
   
 
     
 TWITTER
      
   
   
 
     
 GOOGLE+
    

 
  

 
 
 
 

 
  
 BACA JUGA :
    
   -    
 NASIONAL | RABU, 13 NOVEMBER 2019 - 11:45 WIB
       
   
 Prabowo-Dubes Arab Tak Bahas Pencekalan Habib Rizieq Shihab
 
  
 NASIONAL | KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 - 10:25 WIB
    

 Prediksi Pilpres 2024, Prabowo-Puan Lawan Poros Nasdem dan PKS 
  
 NASIONAL | SELASA, 05 NOVEMBER 2019 - 20:20 WIB
    

 Jokowi - Prabowo Bersatu Tutup Lembaran Pilpres, Buka Lembaran Baru Menuju 
Indonesia Maju
  
 NASIONAL | SELASA, 05 NOVEMBER 2019 - 12:26 WIB
    

 Persiapkan Anies Untuk Pilpres 2024: Poros Nasdem, PKS, PAN VS 
Megawati-Prabowo, Siapa Paling Kuat?
  
 NASIONAL | KAMIS, 31 OKTOBER 2019 - 10:59 WIB
    

 PDIP-Gerindra Makin Akrab: Prabowo-Puan Maharani Mulus di Pilpres 2024 
   
 

    

Kirim email ke