Kurang buwas.........? Pada tanggal Jum, 22 Nov 2019 pukul 05.46 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:
> > > > > ----- Pesan yang Diteruskan ----- > *Dari:* Sunny ambon [email protected] [nasional-list] < > [email protected]> > *Terkirim:* Jumat, 22 November 2019 01.49.57 GMT+1 > *Judul:* [nasional-list] GagalCapai Target, Buwas Ngaku Bulog Sedang > Terlilit Utang > > > > > Utang? Tak apa-apa, bukan untuk dihebohkan karena menurut petinggi rezim > dikatakan hutang negara baru 30% dari PDB, jadi masih pinjam banyak lagi. > > > https://www.harianterbit.com/ekonomi/read/113389/Gagal-Capai-Target-Buwas-Ngaku-Bulog-Sedang-Terlilit-Utang > *Gagal Capai Target, Buwas Ngaku Bulog Sedang Terlilit Utang* > > Arbi/Ant > > Kamis, 21 November 2019 - 22:12 WIB > > ilustrasi. (Ist) > > *Jakarta, HanTer - *Perum Bulog melakukan realisasi pengadaan beras atau > serap gabah sebesar 1,14 juta ton per 18 November 2019 atau baru mencapai > 63,6 persen dari total target penugasan tahun ini sebesar 1,8 juta ton. > > Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan bahwa salah satu > kendala Bulog dalam melakukan pengadaan beras karena beban hutang dan bunga > yang terus berjalan. > > "Target tahun 2019 penyerapan 1,8 juta ton seharusnya. Kenapa kami hanya > bisa 1,1 juta bukan karena kami tidak mau, tetapi kami terbebani utang dan > sampai hari ini belum ada jaminan pengganti uang itu," kata Budi Waseso > dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Kamis > (21/11/2019). > > Buwas, panggllan akrab Budi Waseso mengatakan, selama ini penyerapan beras > untuk stok cadangan beras pemerintah (CBP) menggunakan dana pinjaman kredit > bank. Sayangnya, penugasan penyediaan stok tersebut tidak dibarengi dengan > kebijakan penyaluran beras, sehingga stok CBP pun berlebih. Bulog baru akan > mengeluarkan stok CBP jika ada penugasan dari pemerintah. > > Di sisi lain, pemerintah baru akan melakukan pembayaran kembali kredit > tersebut setelah penyaluran beras berhasil direalisasikan. Bahkan, > pencairan dana CBP dari pemerintah tidak selalu dilakukan pada awal tahun.. > > Berdasarkan PMK 88/PMK.02/2019, dana untuk pengadaan CBP 2019 sebesar > Rp2,5 triliun. Anggaran tersebut hanya mampu menutupi penyerapan beras > setara 250.000 ton. Sementara itu, penyaluran cadangan beras pemerintah > terhambat dan bunga pinjaman tetap berjalan. > > Terhitung hingga September 2019, Bulog masih memiliki utang atau pinjaman > yang harus diselesaikan sebesar Rp28 triliun untuk pengadaan sejumlah > komoditas, termasuk beras. Selain karena terbeban utang, penyaluran beras > Bulog tidak berjalan secara maksimal karena program sosial Bantuan Pangan > Non Tunai (BPNT) baru mulai diterapkan secara efektif sejak September 2019. > > "Mekanisme perubahan arah kebijakan dari Beras Sejahtera menjadi Bantuan > Pangan Non Tunai berpengaruh terhadap kinerja penugasan Bulog," kata Buwas. > > Ada pun penyaluran Rastra tahun ini hanya mencapai 353.000 ton, jauh lebih > rendah dari penyaluran Rastra 2018 sebanyak 1,2 juta ton. Saat ini stok > beras di gudang Bulog tercatat sebanyak 2,24 juta ton. "Siapa yang mau beli > (beras) ini, kita jual tetapi kan tidak bisa, kita harus izin dari > Rakortas. Ini bahaya, kalau tidak dibuang, beras rusak dan akan menular ke > stok lainnya dan semua akan rusak," kata dia. (Arbi/Ant) > > > >
