Utang? Tak apa-apa, bukan untuk dihebohkan karena menurut petinggi rezim
dikatakan hutang negara baru 30% dari PDB, jadi masih pinjam banyak lagi.

https://www.harianterbit.com/ekonomi/read/113389/Gagal-Capai-Target-Buwas-Ngaku-Bulog-Sedang-Terlilit-Utang
*Gagal Capai Target, Buwas Ngaku Bulog Sedang Terlilit Utang*

Arbi/Ant

Kamis, 21 November 2019 - 22:12 WIB

ilustrasi. (Ist)

*Jakarta, HanTer - *Perum Bulog melakukan realisasi pengadaan beras atau
serap gabah sebesar 1,14 juta ton per 18 November 2019 atau baru mencapai
63,6 persen dari total target penugasan tahun ini sebesar 1,8 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan bahwa salah satu kendala
Bulog dalam melakukan pengadaan beras karena beban hutang dan bunga yang
terus berjalan.

"Target tahun 2019 penyerapan 1,8 juta ton seharusnya. Kenapa kami hanya
bisa 1,1 juta bukan karena kami tidak mau, tetapi kami terbebani utang dan
sampai hari ini belum ada jaminan pengganti uang itu," kata Budi Waseso
dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Kamis
(21/11/2019).

Buwas, panggllan akrab Budi Waseso mengatakan, selama ini penyerapan beras
untuk stok cadangan beras pemerintah (CBP) menggunakan dana pinjaman kredit
bank. Sayangnya, penugasan penyediaan stok tersebut tidak dibarengi dengan
kebijakan penyaluran beras, sehingga stok CBP pun berlebih. Bulog baru akan
mengeluarkan stok CBP jika ada penugasan dari pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah baru akan melakukan pembayaran kembali kredit
tersebut setelah penyaluran beras berhasil direalisasikan. Bahkan,
pencairan dana CBP dari pemerintah tidak selalu dilakukan pada awal tahun.

Berdasarkan PMK 88/PMK.02/2019, dana untuk pengadaan CBP 2019 sebesar Rp2,5
triliun. Anggaran tersebut hanya mampu menutupi penyerapan beras setara
250.000 ton. Sementara itu, penyaluran cadangan beras pemerintah terhambat
dan bunga pinjaman tetap berjalan.

Terhitung hingga September 2019, Bulog masih memiliki utang atau pinjaman
yang harus diselesaikan sebesar Rp28 triliun untuk pengadaan sejumlah
komoditas, termasuk beras. Selain karena terbeban utang, penyaluran beras
Bulog tidak berjalan secara maksimal karena program sosial Bantuan Pangan
Non Tunai (BPNT) baru mulai diterapkan secara efektif sejak September 2019.

"Mekanisme perubahan arah kebijakan dari Beras Sejahtera menjadi Bantuan
Pangan Non Tunai berpengaruh terhadap kinerja penugasan Bulog," kata Buwas.

Ada pun penyaluran Rastra tahun ini hanya mencapai 353.000 ton, jauh lebih
rendah dari penyaluran Rastra 2018 sebanyak 1,2 juta ton. Saat ini stok
beras di gudang Bulog tercatat sebanyak 2,24 juta ton. "Siapa yang mau beli
(beras) ini, kita jual tetapi kan tidak bisa, kita harus izin dari
Rakortas. Ini bahaya, kalau tidak dibuang, beras rusak dan akan menular ke
stok lainnya dan semua akan rusak," kata dia. (Arbi/Ant)

Kirim email ke