-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1205015/sepakat-dengan-jokowi-sby-pertumbuhan-lima-persen-tidak-buruk

Sepakat dengan Jokowi, SBY: pertumbuhan lima persen tidak buruk

Rabu, 11 Desember 2019 21:28 WIB

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melambaikan tangan 
seusai menyampaikan pidato pada Refleksi Pergantian Tahun Partai Demokrat di 
Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019). ANTARA 
FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.
Jakarta (ANTARA) -  

Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang juga Presiden keenam RI Susilo Bambang 
Yudhoyono (SBY) menyatakan sepakat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa 
pertumbuhan ekonomi lima persen bukan sesuatu yang buruk.

"Demokrat sepakat dengan Presiden Jokowi bahwa angka pertumbuhan pada tingkat 
lima persen bukanlah sesuatu yang buruk," kata SBY dalam pidato refleksi 
pergantian tahun bertajuk "Indonesia Tahun 2020, Peluang, Tantangan, dan 
Harapan", di JCC Senayan Jakarta, Rabu malam.

Baca juga: Pidato SBY fokus sampaikan isu ekonomi dan kesejahteraan rakyat

SBY mengatakan angka itu tidak buruk terutama jika dikaitkan dengan situasi 
perekonomian global saat ini. Yang penting, kata dia, sasaran pertumbuhan 
ekonomi yang telah ditetapkan untuk tahun 2020 sebesar 5,3 persen dapat dicapai.

Namun demikian, menurut dia, jika ekonomi tumbuh rendah, misalnya di bawah enam 
persen, maka lapangan pekerjaan baru sulit didapat, penghasilan dan daya beli 
rakyat sulit ditingkatkan serta angka kemiskinan juga tak mudah untuk 
diturunkan.

Baca juga: SBY: Demokrat ingin pemerintahan Jokowi-Ma'ruf sukses laksanakan 
tugas

Oleh karena itu, SBY menyarankan dalam jangka pendek dan menengah, dua langkah 
besar perlu dilakukan.

Pertama, investasi dunia usaha harus ditingkatkan, sementara usaha swasta, dan 
bukan hanya BUMN, harus mendapat peluang bisnis yang lebih besar.

"Oleh karena itu, Demokrat mendukung penuh upaya pemerintah untuk meningkatkan 
investasi kita," katanya.

Baca juga: SBY: Demokrat hargai pemikiran Jokowi bangun ibu kota baru

Kedua, pembelanjaan konsumen juga harus dijaga dan kalau bisa ditingkatkan, 
baik belanja pemerintah maupun konsumsi rumah tangga.

Dia menekankan di tengah lesunya daya beli golongan menengah ke bawah, ada dua 
prioritas yang penting direalisasikan yakni penciptaan lapangan kerja baru 
serta memastikan agar anggaran perlindungan sosial, termasuk subsidi bagi kaum 
tidak mampu, jumlahnya memadai.

Baca juga: SBY tidak tergoda jabatan presiden tiga periode

Demokrat juga berharap belanja pemerintah sungguh dapat menyumbang pertumbuhan 
ekonomi yang nyata.

Sementara itu untuk jangka panjang, pemerintah dinilai perlu melakukan segala 
upaya untuk meningkatkan pertumbuhan.

Partai Demokrat melihat ada peluang peningkatan sumbangan sektor industri pada 
pertumbuhan terutama melalui industri manufaktur yang berbasiskan pertanian dan 
sumber daya mineral. Selain itu juga dari sektor perdagangan, konstruksi, dan 
kepariwisataan.

Demokrat juga menyambut baik tekad Presiden Jokowi, agar Indonesia bisa keluar 
dari jebakan penghasilan menengah pada tahun 2045.

"Di sinilah perlunya kita memiliki pertumbuhan yang tinggi," katanya.

SBY mengatakan pengalaman menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi enam persen 
setahun, akan membuat pendapatan perkapita naik dua kali lipat dalam 10 tahun.

"Insya Allah Indonesia bisa. Kita punya success story, dalam waktu 10 tahun, 
2004 - 2014, income per kapita kita naik tiga kali lipat lebih, dari 1.100 
dolar AS menjadi 3.500 dolar AS," kata SBY.

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019






Kirim email ke