https://nasional.tempo.co/read/1304430/demo-penolakan-renovasi-gereja-kembali-terjadi-di-karimun


*Demo Penolakan Renovasi Gereja Kembali Terjadi di Karimun*

Reporter:
*Yogi Eka Sahputra*

Editor:
*Ninis Chairunnisa*

Kamis, 6 Februari 2020 20:37 WIB



<https://statik.tempo.co/data/2019/11/26/id_892628/892628_720.jpg>*Ilustrasi
pembangunan gereja. shutterstock.com <http://shutterstock.com>*

*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>, Karimun* - Puluhan orang kembali melakukan
aksi unjuk rasa di lokasi pendirian Gereja
<https://www.tempo.co/tag/gereja> St.
Joseph di Karimun, Kamis, 6 Februari 2020. Massa mendatangi gereja karena
ada aktivitas yang berlangsung padahal tak boleh ada pembangunan
sebelum putusan PTUN keluar.



"Kita dianggap tidak ada, padahal sudah ada perjanjian ditanda tangani
Bupati, aktivitas tidak boleh dilakukan jika belum inkrah di PTUN,"
ujar Hasyim Tugiran, Koordinator Aliansi Peduli Kabupaten Karimun.



Hasyim mengatakan pihaknya melakukan unjuk rasa karena ada aktivitas
pembongkaran di dalam gereja yang artinya hal itu melanggar perjanjian.
"Kita membantah ini," kata dia.



Ia mengaku melihat ada beberapa orang yang diduga sebagai provokator
sehingga aktivitas pembangunan dilakukan kembali. Selain itu, orang yang
diduga provokator itu menghina Islam di media sosial. "Lalu dia juga bilang
Islam kadrun, saya sudah laporkan itu, bukti buktinya ada semua," kata
Hasyim.

Meski ada peristiwa ini, Hasyim meminta agar masyarakat umum tak menilai
warga setempat bersikap intoleran atau melarang pelaksanaan ibadah di
Karimun. Selama ini, menurut dia, di tempat gereja lain ibadah mereka
berlangsung seperti biasa. "Tanya tempat lain, semuanya aman aman saja,"
kata dia.

Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Keuskupan Romo Agustinus Dwi
Pramodo mengatakan PTUN tidak ada hubungan dengan IMB sehingga pembangunan
tetap bisa dilakukan.



Agustinus membenarkan ada aktivitas di gereja tersebut, diantaranya
membongkar bagian yang rapuh karena tidak bisa ditempati lagi. "Terutama
pada bagian aula dan ruang kerja," kata dia saat dihubungi Tempo, Kamis, 6
Februari.

Menurut Agustinus, saat ini panitia pembangunan gereja dan beberapa massa
yang demo berkumpul di Mapolres Karimun. Ia menyebut awalnya penolakan
renovasi gereja ini dilakukan massa karena menurut mereka tidak sesuai
budaya melayu. "Padahal sudah ada sejak 1928," kata dia.

Adapun polemik pembangunan gereja <https://www.tempo.co/tag/gereja> ini
telah bergulir sejak 2013. Aksi massa juga sempat terjadi saat
peletakan batu pertama renovasi gereja tersebut pada 25 Oktober 2019

Kirim email ke