Kepala BPIP Sebut Agama Jadi Musuh
 Terbesar Pancasila
Message-Id: <[email protected]>
X-Mailer: Sylpheed 3.5.1 (GTK+ 2.24.32; i686-pc-linux-gnu)
Mime-Version: 1.0
Content-Type: text/plain; charset=US-ASCII
Content-Transfer-Encoding: 7bit



-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://news.detik.com/berita/d-4895595/kepala-bpip-sebut-agama-jadi-musuh-terbesar-pancasila?tag_from=wp_cb_mostcommented_list

Blak-blakan Prof Yudian Wahyudi
Kepala BPIP Sebut Agama Jadi Musuh Terbesar Pancasila

Deden Gunawan - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 06:53 WIB
668 komentar
SHARE URL telah disalin
Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi
Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi (Foto: Rakean Radhana Natawigena / 20detik)
Jakarta -

Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 
telah diterima oleh mayoritas masyarakat, seperti tercermin dari dukungan dua 
ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah sejak era 1980-an. Tapi memasuki era 
reformasi asas-asas organisasi termasuk partai politik boleh memilih selain 
Pancasila, seperti Islam. Hal ini sebagai ekspresi pembalasan terhadap Orde 
Baru yang dianggap semena-mena.

"Dari situlah sebenarnya Pancasila sudah dibunuh secara administratif," kata 
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi kepada tim 
Blak-blakan detik.com.
Baca juga:
Kepala BPIP Yudian Wahyudi Bicara Pembumian Pancasila ke Milenial

Belakangan juga ada kelompok yang mereduksi agama sesuai kepentingannya sendiri 
yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Mereka antara lain membuat 
Ijtima Ulama untuk menentukan calon wakil presiden. Ketika manuvernya kemudian 
tak seperti yang diharapkan, bahkan cenderung dinafikan oleh politisi yang 
disokongnya mereka pun kecewa.

"Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai 
mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila 
itu ya agama, bukan kesukuan," papar Yudian yang masih merangkap sebagai Rektor 
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Jogjakarta.

Sebagai kelompok mayoritas yang sebenarnya, ia melanjutkan, NU dan Muhammadiyah 
mendukung Pancasila. Kedua ormas ini tak pernah memaksakan kehendak.
Baca juga:
Wakil Kepala BPIP Kaget dan Terperangah Yudi Latif Mundur

Konsep Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang majemuk 
seperti Indonesia, Yudian melanjutkan, merupakan anugerah terbesar dari Tuhan. 
Dari sisi sumber dan tujuan, Pancasila itu relijius karena kelima sila yang 
terkandung di dalamnya dapat ditemukan dengan mudah di dalam kitab suci ke enam 
agama yang diakui secara konstitusional di republik ini.

"Tapi untuk mewujudkannya kita butuh sekularitas bukan sekularisme. Artinya 
soal bagaimana aturan mainnya kita sendiri yang harus menentukannya," kata 
Yudian.

Ia pribadi mengaku menerima amanah sebagai Kepala BPIP menggantikan Yudi Latief 
yang mengundurkan diri pada Juni 2018, sebagai bentuk jihad dalam upaya 
mempertahankan NKRI.

Lantas, apa saja yang akan dilakukan BPIP dalam membumikan nilai-nilai 
Pancasila khususnya bagi generasi milenilai? Simak selengkapnya dalam 
Blak-blakan bersama Prof Yudian Wahyudi, "Jihad Pertahankan NKRI" di detik.com, 
Rabu (12/2/2020).

(jat/jat)
yudian wahyudi



Kirim email ke