-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1295294/layanan-dukungan-kesehatan-mental-warga-china-hadapi-corona


Layanan dukungan kesehatan mental warga China hadapi corona

Kamis, 13 Februari 2020 18:49 WIB

Anggota paramiliter menggunakan masker saat berjaga di Gerbang Tiananmen, saat 
sejumlah wilayah dilanda wabah virus corona baru, di Beijing, China, Senin 
(27/1/2020). ANTARA/REUTERS/Carlos Garcia Rawlins/tm. (ANTARA/REUTERS/CARLOS 
GARCIA RAW)
Itu bisa menjadi trauma ketika seseorang meminta dukungan namun tidak mendapat 
respons yang benar,
Shenzhen (ANTARA) - Ratusan layanan dukungan kesehatan mental melalui hotline 
telepon 24 jam bermunculan di China dalam beberapa pekan belakangan seiring 
dengan kekhawatiran masyarakat terhadap wabah virus corona yang membuat mereka 
lebih banyak tinggal di rumah agar terhindar dari infeksi.

Para profesional medis menyambut baik peluncuran sejumlah layanan resmi kendati 
kesehatan mental masih dianggap sebagai topik yang tabu di China. Di sisi lain 
mereka juga memperingatkan bahwa layanan telepon tidak resmi justru dapat lebih 
banyak memicu masalah daripada menangani persoalan mental.

"Banyak sekali layanan telepon oleh para relawan, namun jadi tidak masuk akal 
karena tidak banyak yang dapat dilatih," kata Cui Erjing, relawan berbasis di 
Seattle yang berasal dari provinsi Guangdong, China, pada Kamis.

Erjing melanjutkan, "Itu dapat menjadi trauma ketika seseorang meminta dukungan 
namun tidak mendapat respons yang benar."

Survei oleh Chinese Psychology Society yang diterbitkan di media pemerintah 
pada pekan lalu menunjukkan bahwa dari 18.000 orang yang dites kecemasan 
terkait wabah corona, 42,6% merespons positif.

Selain itu, dari 5.000 orang yang dievaluasi untuk identifikasi gangguan stres 
pasca-traumatik (PTSD), 21,5% menunjukkan gejala yang jelas.

Tagar #howtodealwithfeelingveryanxiousathome (bagaimana menangani kecemasan 
yang terjadi di rumah) mengemuka di media sosial Weibo dengan lebih dari 170 
juta pengguna, seiring munculnya kekeliruan informasi soal sebaran penyakit dan 
larangan bepergian meresahkan masyarakat.

Layanan telepon tersebut adalah bagian dari respons tingkat pertama yang 
dilakukan pemerintah untuk menangani dampak psikologis dalam keadaan darurat 
ini, yang juga pernah dilakukan dahulu setelah bencana gempa bumi di Sichuan 
pada 2008.

Komisi Kesehatan Nasional  menyebut lebih dari 300 layanan telepon telah 
diluncurkan untuk menyediakan pelayanan kesehatan mental terkait wabah corona, 
dengan dukungan dari departemen psikologi di perguruan tinggi, layanan 
konseling, dan organisasi nonprofit.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), layanan tersebut kebanjiran 
"pasien" karena hanya tersedia sekitar dua psikiater per 100.000 orang.

Xu Wang, psikoterapis dari Universitas Tsinghua, yang bekerja dengan layanan 
telepon resmi Beijing, mengatakan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah 
para penelepon yang menunjukkan gejala virus dibandingkan gejala kecemasan.

"Penelepon biasanya mempunyai masalah somatik dan mungkin menyebut 'saya tidak 
enak makan, tidak enak tidur, dan ingin tahu apakah ini infeksi virus'," kata 
Wang.

Sumber: Reuters

Baca juga: Good Doctor siapkan konten edukasi terkait virus corona
Baca juga: Eijkman: Kehati-hatian meningkat, cegah korban COVID-19 bertambah

Penerjemah: Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020





Kirim email ke