*Apakah defisit yang terus menerus dapat diatasi dengan hutang yang
bertumpuk-tumpuk dari tahun ke tahun, dari rezim ke rezim?*


https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/13655/januari_2020__defisit_anggaran_tembus_rp_36_1_triliun


*Januari 2020, Defisit Anggaran Tembus Rp 36,1 Triliun*

Kamis , 20 Februari 2020 | 08:57


JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan
realisasi defisit anggaran per akhir Januari 2020 tercatat Rp 36,1 triliun
atau 0,21 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Realisasi ini lebih rendah dari defisit anggaran periode sama 2019 sebesar
Rp 45,1 triliun," kata Menkeu dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (19/2/2020).


Sri Mulyani mengatakan defisit anggaran tersebut mencakup pendapatan negara
sebesar Rp 103,7 triliun dan belanja negara sebesar Rp 139,8 triliun.

Pendapatan negara ini terdiri atas penerimaan perpajakan Rp 84,7 triliun
dan penerimaan negara bukan pajak Rp 19 triliun.

"Pendapatan negara ini sudah terealisasi 4,6 persen dari target, meski
sedang terjadi perlemahan situasi global," kata Sri Mulyani.

Sementara itu, belanja negara mencakup realisasi belanja pemerintah pusat
Rp 71,4 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa Rp 68,4 triliun.



Realisasi belanja pemerintah pusat itu terdiri dari belanja
Kementerian/Lembaga Rp 30,9 triliun dan belanja non Kementerian/Lembaga Rp
40,6 triliun.

"Belanja negara yang terealisasi 5,5 persen dari target, telah memberikan
stimulus ke perekonomian," ujar Sri Mulyani.

Ia menambahkan pada awal 2020 pembiayaan utang lebih rendah dari tahun
sebelumnya yaitu hanya Rp 68,2 triliun.

Pembiayaan utang tersebut tumbuh negatif 44,6 persen karena penerbitan
obligasi pemerintah pada periode akhir Januari 2019 mencapai Rp 123 triliun.


"Pemerintah terus menjaga kredibilitas APBN dengan meningkatkan pendapatan
negara secara optimal, melakukan perbaikan kinerja penyerapan anggaran
serta mengelola pembiayaan yang pruden dan akuntabel," ujar Sri Mulyani.
*(E-3/antara)*

Kirim email ke