Bukankah penggolongan negara-negara didunia ini sebagai negara MAJU atau
Sedang Berkembang itu semau-mau Amerika sendiri saja, ... sesuai dengan
KEUNTUNGAN AS sendiri! Saat seperti belasan tahun terakhir menghadapi
ekonomi yang terus merosot, AS menghendaki keuntungan yang lebih besar
bisa didapatkan! Mereka merasa memperlakukan puluhan negara, termasuk
Indonesia sebagai negara Sedang Berkembang jadi di RUGIKAN! Untuk meraih
KEUNTUNGAN lebih BESAR, dirubahlah jadi negara MAJU, ...
Indonesia juga TIDAK USAH merengek-rengek minta dikasihani, jadikan
cambuk tetap tegak berdiri *HADAPI dan LAWAN* saja ulah bandit AS, ...
dengan berjuang lebih giat meningkatkan perkembangan ekonomi nasional
lebih baik!
-------- Forwarded Message --------
Subject: [nasional-list] MenurutMenristek, RI Belum Layak Disebut
Negara Maju, Mengapa?
Date: Mon, 24 Feb 2020 00:39:48 +0100
From: Sunny ambon [email protected] [nasional-list]
<[email protected]>
/Kalau dibilang negara maju bisa saja, supaya rakyat senang dan puji
Jokowi dan rezim neo-Mojopahitnya. Sangat penting untuk propaganda tong
kosong bagi bagi rezim dan mereka yang mau dibodohkan akan bangga serta
puja puji yang berkuasa. Jokowi sering katakan kita negara besar, besar
apanya, hutang?/
/
/
https://money.kompas.com/read/2020/02/22/184400826/menurut-menristek-ri-belum-layak-disebut-negara-maju-mengapa-?utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=ribelumlayak&webPushId=NDAwNjM=
Menurut Menristek, RI Belum Layak Disebut Negara Maju, Mengapa?
Kompas.com - 22/02/2020, 18:44 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berharap tahun ini semakin banyak
bertumbuh wirausaha berbasis digital, yang akhirnya mengarahkan
perusahaan rintisan ( startup) menuju ke level unicorn atau perusahaan
rintisan yang bervaluasi 1 miliar dollar AS.
Menurut Menteri Riset dan Teknologi ( Menristek) Bambang Brodjonegoro,
di Indonesia masih minim wirausaha yang berbasis teknologi apalagi untuk
mencapai ke tingkat unicorn. Dengan demikian, kata Bambang, Indonesia
belum layak dikatakan sebagai negara maju.
*Baca juga*: _Kaleidoskop 2019: Indonesia Punya 1 Decacorn dan 4 Unicorn
"Bahkan, sebenarnya unicorn pun belum cukup._
Karena harus lanjut terus hingga decacorn dan seterusnya. Untuk negara
seperti Indonesia meskipun kita yang terbanyak di Asia Tenggara, tapi
dengan size ekonomi kita sekarang 16 terbesar di dunia sudah lebih 1
triliun dollar AS, dari lima unicorn ini saya lihat belum masuk kategori
100 orang terkaya di Indonesia," katanya di Jakarta, Sabtu (22/2/2020).
Jadi artinya, lanjut dia, Indonesia membutuhkan lebih banyak wirausaha.
Dengan demikian, ekonomi Indonesia mulai beralih dari yang semula
berbasis perdagangan sumber daya umum dan sumber daya alam menjadi
berbasis teknologi.
Tahun ini, Bambang berharap ada tambahan hingga lima perusahaan digital
yang bisa menggapai status unicorn. Bahkan, ke tingkat level berikutnya
yaitu decacorn. "Tentunya tahun ini, dari tahun lalu sudah lima, tahun
ini kita harapkan bisa ada tambahan tiga sampai lima lagi.
Kita harapkan dari lima unicorn bisa masuk decacorn. Intinya, kita ingin
mereka berkembang," katanya.
*Baca juga*: _Tantangan IPO Startup Kecil Lebih Besar Dibanding Unicorn,
Mengapa?_
Menristek juga mengingatkan, status lima perusahaaan yang sudah mencapai
tahap unicorn bila tak mampu berinovasi dan gagal mengelola keuangannya
dengan benar, maka status tersebut bakal hilang. "Dan jangan lupa bahwa
ini bukan otomatis kalau perusahaan tetap unicorn.
Suatu saat bila tidak terkelola dengan baik, tidak bisa menjaga product
development dengan baik, bisa turun lagi," ucapnya.
Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan