Apakah sabun lebih murah dari beras? Bagaimana pun dari pada beli sabun,
sebaiknya beli beras.

https://www.suara.com/news/2020/02/24/142824/kelaparan-tiga-kakak-beradik-miskin-ini-hampir-tiap-hari-makan-sabun?utm_source=izooto&utm_medium=notification&utm_campaign=terpopuler


*Kelaparan, Tiga Kakak Beradik Miskin Ini Hampir Tiap Hari Makan Sabun*

Reza Gunadha

Senin, 24 Februari 2020 | 14:28 WIB

[image: Kelaparan, Tiga Kakak Beradik Miskin Ini Hampir Tiap Hari Makan
Sabun]Ilustrasi

*Kalau mencuci di sungai, adik-adiknya makan sabun. Bahkan Novri juga. Ya
terpaksa karena lapar, tak ada yang bisa dimakan, kata warga.*


*Suara.com - *Ketika kaum elite dan koruptor tidur nyenyak dengan perut
kenyang, ada tiga bocah kakak beradik yang terpaksa memakan sabun cuci
lantaran tak ada lauk pauk di rumah mereka.

Ketiga kakak beradik itu adalah Novri yang masih berusia 9 tahun, si anak
tengah Juliandi (7), serta adik bungsu mereka Andika (4).

Mereka tinggal di rumah nenek bernama Soriani Batubara yang sudah renta, 80
tahun.

Kisah mereka diketahui publik setelah diberitakan oleh media lokal
*MedanMerdeka.com*, Minggu (23/2) akhir pekan lalu, serta disebar oleh
banyak warganet di media-media sosial.

Ketiga bocah tersebut berada di Desa Muara Tais II, Kecamatan Angkola Muara
Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan, *Sumatera Utara*
<https://www.suara.com/tag/sumatera-utara>.

“Hampir setiap hari mereka memakan sabun cuci karena tidak ada makanan
untuk menghilangkan rasa lapar di perutnya,” demikian lapor
*MedanMerdeka.com.*

Hal tersebut menjadi ironi, lantaran pada halaman rumah Nenek Soriani,
terpampang plang Posyandu berupa imbauan agar anak-anak bertambah umur,
berat, serta sehat.




Bocah-bocah itu tinggal di rumah nenek mereka yang sederhana, yakni
berukuran enam kali enam meter. Rumah itu peninggalan sang kakek.

Ayah mereka, Rosul (45), bekerja serabutan sehingga belum tentu
berpenghasilan setiap hari.

Rosul baru bisa membawa pulang uang untuk makan sekeluarga bila mendapat
orderan mencangkul dan membersihkan kebun.

Kalau tak ada ordern mencangkul atau menjadi buruh tani, tidak pula ada
secuil lauk pauk maupun nasi bisa dihidangkan kepada keluarga. Sedangkan
sang ibu ketiga itu, sudah lama pergi menikah dengan lelaki lain.

Meski begitu, Novri dan Jualiani kekinian masih tercatat sebagai siswa SDN
Muara Tais II. Novri duduk di kelas III.

“Jika dilihat Novri dan adik-adiknya tampak kurang gizi. Selain kurus,
wajanya juga mulai tampak menguning. Namun begitu, siswa ini tampak
semangat mengasuh kedua adik-adiknya,” tulis *MedanMerdeka.com
<https://medanmerdeka.com/headline/miris-miskin-tiga-kakak-beradik-di-tapsel-terpaksa-makan-sabun/>*
*.*

Tetangga tak jarang memberikan sumbangan kepada Nenek Soriani, yang olehnya
dibelikan makanan untuk ketiga cucu. Namun, sumbangan itu tak bisa jadi
tumpuan.




Warga setempat mengakui, kebiasaan ketiga bocah itu memakan sabun sudah
lama dilakukan. Mereka juga mengakui sudah beberapa kali meminta Novri
melarang adik-adiknya memakan sabun.

“Kalau mencuci di sungai, adik-adiknya makan sabun. Bahkan Novri juga. Ya
terpaksa karena lapar, tak ada yang bisa dimakan,” kata warga.

Sang nenek mengakui hal tersebut. Namun ia menuturkan tak bisa berbuat
apa-apa lantaran tak memunyai penghasilan.

Soriani kekinian hanya berharap perhatian dan bantuan pemerintah setempat.
Dia mengklaim, tidak pernah mendapatkan bantuan program keluarga harapan
(PKH), kartu sehat, beras raskin, bahkan program bantuan sekolah buat
cucu-cucunya.

“Tidak pernah saya dapatkan. Saya sendiri baru dengar ini,” kata Soriani.

Kirim email ke