--
j.gedearka <[email protected]>
https://www.antaranews.com/berita/1521516/china-setujui-undang-undang-keamanan-nasional-di-hong-kong
*China setujui Undang-Undang Keamanan Nasional di Hong Kong
*
Kamis, 28 Mei 2020 20:42 WIB
China setujui Undang-Undang Keamanan Nasional di Hong KongSeorang polisi
huru-hara menembakkan senjatanya dalam protes di Central, saat pembacaan
kedua undang-undang lagu kebangsaan kontroversial sedang berlangsung di
Hong Kong, China, Rabu (27/5/2020). REUTERS/Tyrone Siu/nz/cfo
(REUTERS/TYRONE SIU)
Jakarta (ANTARA) - China secara resmi memasukkan Hong Kong dalam
Undang-Undang Keamanan Nasional sebagaimana keputusan yang diambil pada
hari terakhir Sidang Umum Kongres Rakyat Nasional (NPC) di Beijing, Kamis.
Sejumlah perwakilan NPC yang menghadiri penutupan sidang tahunan
tersebut sebagian besar menyetujui Keputusan NPC tentang Peningkatan
Sistem dan Mekanisme Penegakan Hukum di Wilayah Administrasi Khusus Hong
Kong (HKSAR) dalam Stabilitas Keamanan Nasional.
Keputusan tersebut diambil setelah kerusuhan sosial berkepanjangan dan
meningkatnya kekerasan di jalanan yang mengakibatkan Hong Kong
terjerumus dalam situasi terburuk sejak dikembalikan ke China pada 1997.
Dengan menunjukkan rancangan undang-undang tersebut pada pekan lalu,
legislator senior Wang Chen mengatakan bahwa risiko keamanan nasional
yang makin mengemuka di Hong Kong menjadi pokok persoalan.
Baca juga: Hong Kong nyatakan "terorisme" tumbuh, terkait gerakan
kemerdekaan
Baca juga: Carrie Lam jamin UU Keamanan Nasional tak ganggu kebebasan
Hong Kong
Ada yang tidak sinkron dalam sistem hukum di Hong Kong dengan mekanisme
penegakannya dalam memelihara stabilitas keamanan nasional China, sebut
Wang yang juga Wakil Ketua Komite Tetap NPC kepada pers.
Atas pertimbangan situasi Hong Kong saat ini, dia mendorong berbagai
upaya di tingkat pemerintah pusat untuk menetapkan dan meningkatkan
sistem dan mekanisme penegakan hukum di Hong Kong demi terciptanya
stabilitas keamanan nasional.
Sidang Umum NPC berlangsung sejak Jumat (22/5) dan menjadi pertemuan
pertama yang melibatkan ribuan anggota legislatif di tengah pandemi.
Sidang tahunan dewan legislatif terbesar di dunia tersebut biasanya
digelar setiap bulan Maret, namun tertunda gara-gara wabah COVID-19
melanda China.
Sebelumnya sejumlah kelompok prodemokrasi melakukan aksi turun jalan
untuk memprotes RUU tersebut.
Baca juga: Keamanan Hong Kong diperketat jelang debat RUU lagu nasional
China
Baca juga: NPC bahas penegakan hukum, HKETO tegaskan investor tak perlu
khawatir
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Mulyo Sunyoto