Komoditi Kecil Sangat Disambut dalam CIIE ke-3
2020-11-09 16:54:40  
http://indonesian.cri.cn/20201109/26b596f4-a36e-29d7-de88-95f7782c8465.html

Dalam Ekspo Impor Internasional Tiongkok CIIE ke-3, tidak saja ada banyak 
“teknologi hitam” yang menakjubkan, juga ada banyak makanan khas dan barang 
kerajinan tangan dari berbagai pelosok dunia, dan banyak di antaranya datang 
dari negara-negara berkembang dan negara-negara yang paling tidak maju. “Saya 
berharap dapat menemukan pelanggan besar dalam CIIE kali ini”. Demikian kata 
seorang pengusaha Afganistan yang berbisnis bunga merah Tibet.



Bagi banyak partisipan CIIE kali ini, CIIE merupakan gerbang masuk pasar besar 
Tiongkok dan ini telah terbukti berulang kali. Misalnya, sambal dari Rwanda 
setelah ditampilkan dalam CIIE ke-1 tahun 2018 dan masuki pasar Tiongkok 
melalui platform E-comerce kini menjadi makanan laris dan memenangkan pesanan 
susul-menyusul bagi sektor usaha sambal setempat.

Seperti tahun-tahun yang lalu, pihak Tiongkok memberikan sambutan dan kemudahan 
kepada para partisipan dari negara-negara yang paling tidak maju termasuk 
layanan hiasan stand yang gratis dan pengangkutan gratis barang pameran dan 
diadakannya konsultasi sinergi yang khusus. Tahun ini totalnya 30 negara yang 
paling tidak maju ikut serta dalam Ekspo kali ini dan luas pameran melampaui 4 
ribu meter persegi.Ini patut dipuji dalam keadaan wabah Covid-19 mendampak 
serius pertukaran ekonomi dan dagang global.



Ternyata, upaya Tiongkok akan membantu perbaikan ketidak-seimbangan pembangunan 
global agar di dunia tiada pelosok yang terlupakan dan pada akhirnya 
direalisasi pembangunan bersama. Ini tak pelak merupakan sekali praktek hidup 
pembentukan komunitas senasib sepenanggungan manusia.

Publik dapat melihat, baik Tiongkok berkomitmen untuk terlebih dulu menyediakan 
vaksin Covid-19 kepada negara-negara berkembang maupun menyediakan bantuan 
kepada negara-negara yang paling tidak maju dalam 3 kali CIIE, Tiongkok dengan 
aksi nyata memanifestasikan figur negara besar dan tanggung-jawab negara besar.


Rehabilitasi Pasar Konsumsi Tiongkok Bawa Keyakinan kepada Para Pengusaha Asing 
di Tiongkok
2020-11-09 16:16:40  
http://indonesian.cri.cn/20201109/7f11d7a6-2946-3a0c-4808-bba1cba5e3d2.html

CIIE ke-3 sedang diselenggarakan di Shanghai. Di latar belakang wabah Covid-19 
masih merebak di dunia, pasar konsumsi Tiongkok pada triwulan ketiga menjadi 
positif dari negatif dan lebih awal mewujudkan pemulihan di seluruh dunia, 
sehingga para pengusaha asing yang berpartisipasi dalam CIIE kali ini semakin 
optimistis terhadap  pasar konsumsi Tiongkok. Mereka juga membidik kebutuhan 
akan eskalasi   dan kecenderungan baru konsumsi Tiongkok, dan lebih lanjut 
merebut pasar Tiongkok.



Selama CIIE kali ini, L'Oreal Perancis juga ikut serta dalam puluhan kali 
penjualan live streaming. Direktur Perusahaan L'Oreal Tiongkok Chen Jiaqi 
mengatakan, sebelum CIIE kali ini, L'Oreal sudah menyadari potensi luar biasa 
pola baru konsumsi Tiongkok, yaitu penjualan live streaming. Lebih-lebih semasa 
wabah, bisnis daring sudah menjadi pendorong utama yang mewujudkan pertumbuhan 
pihaknya di pasar Tiongkok.



Menurut data yang diumumkan Biro Statistik Negara Tiongkok, pada tiga triwulan 
pertama tahun ini, volume total omzet penjualan barang konsumsi masyarakat 
Tiongkok tercatat 27,33 triliun RMB, di antaranya nilai total penjualan eceran 
barang konsumsi masyarakat pada triwulan ketiga naik  0,9% dibandingkan masa 
sama tahun lalu, yang merupakan pertumbuhan positif yang pertama dalam tahun 
ini. Di seluruh dunia, pasar konsumsi Tiongkok juga lebih awal mengalami 
pemulihan, dan ini memungkinkan perusahaan transnasional lebih berkeyakinan 
terhadap perkembangan dan investasinya di Tiongkok.



Para eksibitor asing berpendapat, seiring dengan peningkatan kapasitas dan 
kualitas konsumsi Tiongkok, serta terbentuknya pola baru pembangunan ‘sirkulasi 
ganda’, potensi konsumsi Tiongkok akan dikembangkan lebih lanjut. Daging buatan 
tanaman yang dipamerkan Grup Cargill menjadi ‘komoditas terpopuler’ dalam CIIE 
kali ini.

Kini, Tiongkok sedang mendorong perkembangan konsumsi tipe baru yang didukung 
oleh teknologi digital, antara lain internet, Data Besar dan kecerdasan buatan 
atau AI.




 

Kirim email ke