Tokoh Internasional Nilai Tinggi Pidato Presiden Tiongkok Di Depan KTT ke-20 SCO
2020-11-11 14:13:17  
http://indonesian.cri.cn/20201111/81ae7423-a892-f93e-29f0-1ee762e96b18.htmlPertemuan
 atau KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) Ke-20 diselenggarakan secara 
virtual pada tanggal 10 November kemarin. Presiden Tiongkok Xi Jinping 
menyampaikan pidato penting di depan sidang tersebut. Para ahli asing 
berpendapat, pidato Presiden Xi tersebut menunjukkan arah untuk perkembangan 
SCO, juga menginjeksi daya penggerak yang kuat untuk memperdalam kerja sama 
serta membangun masyarakat senasib sepenanggungan yang lebih erat.

Dalam pidato tersebut, Xi Jinping menekankan, harus berpegang teguh pada 
prinsip berkonsultasi bersama, membangun bersama serta menikmati bersama dalam 
penanganan urusan internasional. Ahli masalah Tiongkok dari Yayasan Proyek 
Sosial Bauzhan Mukanov mengapresiasi perkataan Presiden Xi tersebut. Menurut 
dia, pidato Xi tersebut tidak hanya menyampaikan kepercayaan perkembangan SCO 
pasca pandemi Covid-19, tapi juga menunjukkan arah perkembangan. Pandemi 
Covid-19 membuktikan seluruh dunia adalah masyarakat senasib sepenanggungan, 
hanya dengan bersatu padu dan meningkatkan kerja sama, saling menghormati, 
berkembang bersama baru dapat bersama menghadapi tantangan.

Xi Jinping menunjukkan, hubungan rukun tetangga yang bersahabat pasti akan 
menggantikan hubungan yang berlawanan dengan tetangga, kerja sama yang saling 
menguntungkan pasti akan menggantikan zero-sum, multilateralisme pasti akan 
mengusir unilateralisme. Kepala Institut Keamanan Nasional Sri Lanka Asanga 
Abeyagoonasekera sangat setuju atas apa yang dinyatakan Presiden Xi. Dia 
menyatakan, dunia sudah memasuki periode perubahan yang bergejolak, pidato 
Presiden Xi mengenai peningkatan multilateralisme tepat pada waktunya, SCO 
dapat memikul misi penting menjaga multilateralisme.

Adapun pendapat Presiden Xi mengenai pembangunan bersama empat masyarakat 
senasib sepenanggungan, Profesor Bahasa Dunia Uzbekistan Tursunali Kuziev 
menyatakan, pendirian Presiden Xi ini mempunyai arti penting bagi pendorongan 
stabilitas regional dan pembangunan masyarakat senasib sepenanggungan manusia.

Juru peneliti Akademi Sains Rusia Vladimir Petrovsky menyatakan, pendapat 
Presiden Xi yang menghimbau berbagai negara bersama membangun empat masyarakat 
senasib sepenanggungan itu bermanfaat bagi anggota-anggota SCO menetapkan 
strategi untuk bersama menghadapi tantangan. Sejak berdirinya SCO, organisasi 
ini telah memainkan peranan positif dalam menghadapi ancaman keamanan 
non-tradisional dan pandemi Covid-19 yang justru memperlihatkan arti penting 
kerja sama SCO.



Avtandil Otinashvili, Chief Editor dari Newsday Information Agency Georgia 
mengatakan, pidato Presiden Xi menandakan keinginan tulus Tiongkok untuk 
mendorong kerjasama internasional yang saling menguntungkan dan menang bersama, 
mempunyai arti realistis ketika wabah covid-19 masih merebak dewasa ini. 
Presiden Xi menekankan pembentukan komunitas kesehatan, ini mengutarakan suara 
hati rakyat berbagai negara untuk bersolidaritas menanggulangi wabah, sesuai 
dengan kepentingan bersama masyarakat internasional, telah mendorong berbagai 
negara untuk bekerjasama memerangi pandemi.

Omar Farooq Zain, Profesor Universitas Bahauddin Zakariya Pakistan menyatakan, 
setelah pandemi Covid-19 merebak, sejumlah negara mempolitisasi pandemi, hal 
ini sungguh menyedihkan. Praktek penanggulangan pandemi global membuktikan, 
solidaritas dan kerjasama merupakan jalan paling efektif untuk mengalahkan 
pandemi. Inisiatif “Sabuk dan Jalan” Tiongkok bersinergi dengan strategi 
pembangunan berbagai anggota SCO, dapat mendatangkan peluang perkembangan 
berkelanjutan, dan bermanfaat bagi pemulihan ekonomi berbagai negara.

Rupak Sapkota, Wakil Direktur Eksekutif Asosiasi Urusan Diplomasi Nepal 
mengatakan, tanpa kerjasama global, tantangan bersama yang dihadapi umat 
manusia tidak akan ditanggulangi. Presiden Xi menyatakan menyambut berbagai 
pihak memanfaatkan peluang baru perkembangan Tiongkok, aktif memperdalam 
kerjasama dengan Tiongkok, pidatonya bersemangat penuh.

Ketua Asosiasi Persahabatan Belarus Nina Ivanova mengatakan, Presiden Xi 
menekankan mendorong interkonektivitas antar masyarakat, membangun komunitas 
antar masyarakat, usulan ini sangat penting. Selama beberapa tahun ini SCO 
mencapai prestasi besar dalam kerajsama di bidang-bidang keamanan, ekonomi dan 
perdagangan dan pertukaran antar manusia, meningkatkan kerjasama dan pertukaran 
antar anggota SCO, mendorong saling bercermin antar peradaban berbeda, 
bermanfaat untuk memperkokoh aspirasi rakyat yang merupakan fondasi bagi 
perkembangan SCO.  

Harbolnas Tiongkok Bertabur Rezeki bagi Seluruh Dunia
2020-11-11 09:41:32  
http://indonesian.cri.cn/20201111/946aa96d-2a58-93a2-8da2-f8529c5e15b4.html
 
Hari belanja online nasional yakni Harbolnas Tiongkok yang jatuh pada tanggal 
11 November atau lazimnya disebut hari belanja “11.11” oleh para konsumen 
online Tiongkok sudah kian berkembang menjadi karnaval promo dan diskon yang 
mendunia. Hari belanja “11.11” tidak hanya memungkinkan para konsumen domestik 
berakses ke komoditas bermutu dari seluruh dunia, juga berhasil membawa 
“spillover effectnya” ke seluruh dunia sehingga para konsumen di luar Tiongkok 
pun memperoleh manfaat dari perkembangan pesat Tiongkok.



Walau festival belanja online “11.11” tahun ini masih terus berlanjut, namun 
transaksinya sudah membukukan serangkaian rekor yang patut dibanggakan. Pada 20 
Oktober malam, Harbolnas resmi dimulai secara online. Tercatat sebanyak 300 
juta konsumen daring yang memadati studio promo siaran langsung yang didominasi 
dua key opinion leader atau COL. Transaksi melalui endorcement kedua COL 
tersebut menerobos 8 miliar yuan RMB hanya dalam waktu satu malam. Diperkirakan 
nilai transaksi atau omzet penjualan yang dibukukan Harbolnas “11.11” 2020 
kemungkinan besar akan menerobos 300 miliar yuan.



Aksi jual beli yang membeludak pada Harbolnas “11.11 tahun ini memperlihatkan 
ketangguhan pasar raksasa Tiongkok yang terdongkrak oleh potensi konsumsi dan 
permintaan domestikk yang luar biasa. Selain Tiongkok, beberapa negara lainnya 
juga menggunakan peluang festival belanja “11.11” untuk menarik minat para 
konsumen Tiongkok. Kapasitas konsumsi kuat Tiongkok diharapkan dapat mendorong 
perdagangan dan  ekonomi dunia agar dapat pulih dari dampak wabah virus corona.



Selama Harbolnas Tiongkok tahun ini, eksportir sarang burung walet Indonesia 
dan pengusaha Tiongkok meneken kontrak ekspor walet senilai 99 juta yuan RMB. 
Kini Tiongkok merupakan negara asal konsumen terbesar untuk komoditi sarang 
burung walet, sedangkan Indonesia adalah negara produsen dan pengekspor sarang 
burung walet terbesar di dunia. Konsumen Tiongkok memiliki kebutuhan dan minat 
yang cukup tinggi terhadap komoditas premium dan bergizi tinggi. Hal ini telah 
menciptakan peluang emas bagi para eksportir Indonesia yang pintar. Menteri 
Perdagangan Indonesia Agus Suparmanto menyatakan seusai penandatanganan kontrak 
tersebut bahwa ia berharap semakin banyak produsen sarang burung walet 
Indonesia yang melakukan registrasi di kepabeanan Tiongkok dan mengantongi 
surat izin untuk mengekspor lebih banyak produknya ke Tiongkok.



Dengan populasi sebanyak 1,4 miliar jiwa dan kelompok yang berpengahsilan 
menengah sebanyak 400 juta orang, pasar Tiongkok tengah memperlihatkan daya 
tarik yang tiada banding bagi para pedagang e-commerce global. Teringat apa 
yang dikatakan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pidatonya di depan upacara 
pembukaan CIIE ke-3, bahwa agar pasar Tiongkok dapat menjadi pasar dunia, pasar 
yang dinikmati bersama oleh seluruh dunia. Hal ini tidak hanya akan menggenjot 
pertumbuhan ekonomi Tiongkok, tapi juga akan menciptakan lebih banyak peluang 
dan manfaat bagi seluruh dunia.

Harbolnas “11.11” tahun ini adalah yang ke-12 sejak pertama kali diluncurkan 
tahun 2019. Festival belanja online tahun ini bertepatan dengan pembukaan CIIE 
ke-3 di Shanghai. Kedua ajang ini akan saling melengkapi dan melakukan sinergi 
untuk menyambut tibanya gelombang konsumsi dunia. Selama CIIE ke-3 di Shanghai, 
China Media Group (CMG) sudah menggelar dua kali endorcement atau promo melalui 
live streaming, dengan omzet penjualannya sebesar 140 juta yuan RMB. 
Produk-produk premium dari Italia, Rusia, Jerman dan Perancis memikat minat 
para pembelanja Tiongkok. Pembelanjaan ramai yang terjadi secara online bahkan 
di luar dugaan para pengusaha asing.



Di balik data-data spektakuler itu terlihat potensi konsumsi Tiongkok yang 
patut dikagumkan karena telah mencerminkan daya hidup perekonomian digital 
Tiongkok yang tak terhingga. Belanja “11.11” menonjolkan permintaan domestik 
yang kian meningkat, mencerminkan perkembangan ekonomi digital dan eskalasi 
konsumsi, merupakan motor penggerak yang menstimulus konsumsi sekaligus contoh 
yang patut dipelajari. Kini konsumsi yang melibatkan seluruh masyarakat sudah 
berkembang menjadi lokomotif yang memutarkan roda ekonomi Tiongkok, dan 
kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi kian meningkat. Dari keuntungan yang 
dibawa ekonomi digital hingga profit yang diperoleh dari konsumsi, dari 
keuntungan bagi Tiongkok hingga keuntungan bagi seluruh dunia, Tiongkok tengah 
berubah menjadi kekuatan induk yang menawarkan profit kepada seluruh dunia.


Kirim email ke