[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
BPK GP GPIB [w] httw://milis.gpgpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Bagaimana kalian tahu bahwa ini adalah berkat? Anda hanya melihat sepotong
saja. Kecuali kalau kalian sudah mengetahui seluruh cerita, bagaimana anda
dapat menilai? Kalian hanya membaca satu halaman dari sebuah buku. Dapatkah
kalian menilai seluruh buku? Kalian hanya membaca satu kata dari sebuah
ungkapan. Apakah kalian dapat mengerti seluruh ungkapan? Hidup ini begitu
luas, namun Anda menilai seluruh hidup berdasarkan satu halaman atau satu
kata. Yang anda tahu hanyalah sepotong! Jangan katakan itu adalah berkat.
Tidak ada yang tahu. Saya sudah puas dengan apa yang saya tahu. Saya tidak
terganggu karena apa yang saya tidak tahu."
"Barangkali orang tua itu benar," mereka berkata sa tu kepada yang lain.
Jadi mereka tidak banyak berkata-kata. Tetapi di dalam hati mereka tahu ia
salah. Mereka tahu itu adalah berkat. Dua belas kuda liar pulang bersama
satu kuda. Dengan kerja sedikit, binatang itu dapat dijinakkan dan dilatih,
kemudian dijual untuk banyak uang. Orang tua itu mempunyai seorang anak
laki-laki. Anak muda itu mulai menjinakkan kuda-kuda liar itu. Setelah
beberapa hari, ia terjatuh dari salah satu kuda dan kedua kakinya patah.
Sekali lagi orang desa berkumpul sekitar orang tua itu dan menilai.
"Kamu benar," kata mereka, "Kamu sudah buktikan bahwa kamu benar. Selusin
kuda itu bukan berkat. Mereka adalah kutukan. Satu-satunya puteramu patah
kedua kakinya dan sekarang dalam usia tuamu kamu tidak ada siapa-siapa untuk
membantumu. Sekarang kamu lebih miskin lagi. Orang tua itu berbicara lagi.
"Ya, kalian kesetanan dengan pikiran untuk menilai, menghakimi. Jangan
keterlaluan. Katakan saja bahwa anak saya patah kaki. Siapa tahu itu berkat
atau kutukan? Tidak ada yang tahu. Kita hanya mempunyai sepotong cerita.
Hidup ini datang sepotong-sepotong."
Maka terjadilah 2 minggu kemudian negeri itu berperang dengan negeri
tetangga. Semua anak muda di desa diminta untuk menjadi tentara. Hanya anak
si orang tua tidak diminta karena ia terluka. Sekali lagi orang berkumpul
sekitar orang tua itu sambil menangis dan berteriak karena anak-anak mereka
sudah dipanggil untuk bertempur. Sedikit sekali kemungkinan mereka akan
kembali. Musuh sangat kuat dan perang itu akan dimenangkan musuh. Mereka
tidak akan melihat anak-anak mereka kembali "Kamu benar, orang tua," mereka
menangis "Tuhan tahu kamu benar. Ini membuktikannya. Kecelakaan anakmu
merupakan berkat. Kakinya patah, tetapi paling tidak ia ada bersamamu.
Anak-anak kami pergi untuk selama-lamanya"
Orang tua itu berbicara lagi, "Tidak mungkin untuk berbicara dengan
kalian. Kalian selalu menarik kesimpulan. Tidak ada yang tahu. Katakan hanya
ini: anak-anak kalian harus pergi berperang, dan anak saya tidak. Tidak ada
yang tahu apakah itu berkat atau kutukan. Tidak adayang cukup bijaksana
untuk mengetahui. Hanya Allah yang tahu. Orang tua itu benar. Kita hanya
tahu sepotong dari seluruh kejadian. Kecelakaan-kecelakaan dan kengerian
hidup ini hanya merupakan satu halaman dari buku besar. Kita jangan terlalu
cepat menarik kesimpulan. Kita harus simpan dulu penilaian kita dari
badai-badai kehidupan sampai kita ketahui seluruh cerita.
Saya tidak tahu dari mana si tukang kayu belajar menjaga kesabarannya.
Mungkin dari tukang kayu lain di Galilea. Sebab tukang kayu itulah yang
paling baik mengungkapkannya: "Janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena
hari besok mempunyai kesusahannya sendiri." Ia yang paling tahu. Ia menulis
cerita kita.
Dan Ia sudah menulis bab terakhir.
(disadur dari Glorianet.org)
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
[w] Homepage GP GPIB http://www.gpgpib.org
[w] GPmail! http://mail.gpgpib.org
[w] GPCities! http://www.gp2000-list.com
[w] Buku Sejarah GP GPIB http://www.menitijalanberliku.com
[w] Milis GP2000 : http://milis.gpgpib.org
[m] Milis e-SBU : [EMAIL PROTECTED]
[m] Milis BPK PA/PT GPIB : [EMAIL PROTECTED]