[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
               BPK GP GPIB [w] http://milis.gpgpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Hi, boleh ikutan kan? Saya Yudith dari GP GPIB Maranatha Jakarta. Tidak =
jadi pengurus karena kesibukan aktivitas, tapi tetap melayani sebagai =
organis.

OK, let's start. Kayaknya masalah kamu susah-susah gampang yah?
GImana kalau kita analisis bersama.

Paparan Kasus:
1. Ada satu ce kalimantan yang pacaran dengan co non kalimantan (Jawa?)
2. Dua-duanya adalah pelayan TUhan.
3. HUbungannya sudah cukup lama, 3 tahun bersama-sama, 2 tahun terpisah =
jarak. Lalu sekarang bersama lagi.
4. Yang ce orang Kalimantan. Sekeluarga tinggal di kalimantan.
5. Yang co orang non Kalimantan.=20
6. Ada kesamaan visi dll di keduanya.
7. Yang Co cukup serius hingga rela mengikuti sang ce pindah ke =
kalimantan.
8. Ayah dan saudara si ce OK dengan si co.
9. Si Ibu MENOLAK.
10. Alasannya: si Co adl pendeta. Jadi bukan MONEY MAKER.


Masalahnya:
1. Ibu tidak menyetujui hubungan mereka berdua.
2. Padahal sudah tidak bisa pindah ke lain hati.
3. Dan sudah ada kecocokan untuk hidup bersama.
4. Ibu takut, bahwa putrinya akan kekurangan dalam hal finansial

Kebutuhan:
1. Meyakinkan si Ibu, bahwa hubungan mereka akanbaik-baik saja
2. Meyakinkan diri, apakah hubungan mereka akan baik-baik saja.
3. Menentukan keputusan, apakah akan menuruti ibu atau hati nurani.

Dilihat dari masalah di atas, menurut saya ada beberapa hal yang perlu 
diklarifikasi lebih dahulu.
1. (maaf jika menyinggung), Apakah kedua orang tua si ce sudah percaya 
Kristus dengan sepenuh hatinya?
2. Apakah si ce dari keluarga yang berkecukupan, pedagang misalnya?
3. Apakah si co dari keluarga yang kurang mampu?
4. Apakah selama ini si co menunjukkan bahwa dia tidak mampu mencukupi 
kehidupan keluarga?
5. Apakah Ibu si ce juga seorang pelayan TUhan?
6. Apakah Ibu si Ce mengerti KONSEP PELAYANAN FULL TIME??
7. Apakah si Ce sudah siap dengan hidup "seadanya", sesuai berkat dari 
Tuhan yang hanya "cukup" untuk bertahan hidup?

Hal yang bisa dijadikan alternativ pemecahan, menurut saya:
1. Memberi penjelasan pada Ibu tentang konsep pelayanan full time
2. Meyakinkan si Ibu, bahwa si ce sudah siap dengan konsep hidup 
pelayanan full time
3. Meyakinkan si Ibu, bahwa uang dan materi bukanlah segalanya. Karena 
Tuhan sudah menyiapkan berkat secukupnya untuk kita. Tidak perlu uang 
berlimpah. Tuhan yang mencukupi segala-galanya.
4. Berdoa. Keep praying. Tidak hanya si ce sendiri yang berdoa, tapi 
juga si co, berdua. Buat jam doa bersamma, dengan doa puasa khusus.
5. Ajak keluarga si Ce yang lain juga untuk ikut berdoa. Terus menerus.
6. Minta petunjuk sama Tuhan. Tanya, dan siapkan hati untuk menerima 
jawabannya.

SILAKAN ANDA UJI SENDIRI.

LALU PUTUSKAN PILIHAN ANDA.

Sedikit pemikiran tambahan:
1. Ibu juga seorang manusia biasa, yang tidak lepas dari dosa.
2. Tuhan yang menentukan hidup kita, bukan manusia lain.
3. Ibu hanya salah satu alat TUhan untuk menyalurkan berkat pada kita. 
Anakbukanlah milik Ibu, hanya titipan saja.
4. Ketika anak sudah dewasa, sudah diserahkan pada TUhan dan sudah 
menyerahkan diri pada TUhan, bukan hak Ibu untuk menentukan 
segala-galanya buat anaknya, karena Ibu bukanlah TUHAN.

Semoga bisa menolong.

Yudith Sipahutar
GP GPIB Maranatha
Jakarta






%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Kirim email ke