[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
http://milis.gp.gpib.org
-= Selamat Merayakan Natal dan Menyambut Tahun Baru 2002 - GBU All =-
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Hallo teman-teman,
klarifikasi aja nih. Yang menerbitkan Kitab suci 2000 dan sejenisnya itu
bukan LAI.
Tapi, pihak lain yang mem-plagiat naskah LAI dan merubahnya.
Perlu diketahui, Alkitab terbitan LAI mempunyai ciri, ada lambang LAI di
pembungkusnya atau di halaman-halaman awal.
ini ada informasi tambahan lagi. Silahkan membaca lagi ya... :)
************
Penjelasan Allah atau Elohim
************
oleh : Andreas Hauw
Akhir-akhir ini, ada kalangan tertentu dari pihak Kristen yang tidak
menghendaki dipakainya kata "Allah" dalam Alkitab. Sebagai gantinya
diusulkanlah kata Elohim. Namun, jika kita bertanya kepada orang banyak
- bahkan kepada orang Kristen sendiri - tentang istilah Elohim ini, maka
dapat diperkirakan hanya sebagian kecil saja yang mengenalnya.
Sebaliknya, akan ada banyak orang yang mengetahui istilah "Allah",
walaupun definisi yang diberikan mungkin sangat sederhana. Tulisan ini
terdiri dari dua pokok pikiran. Pertama-tama akan disoroti pemakaian
istilah "Allah", kemudian pemakaian istilah "Elohim". Istilah "Allah"
Alkitab bahasa Indonesia memakai istilah "Allah" sebagai ganti 'Elohim'
(dalam Perjanjian Lama) dan 'Theos' (dalam Perjanjian Baru). Kata ini
dalam Alkitab dipakai bukan saja sebagai sebutan generik (umum), tetapi
kadang-kadang juga menggantikan nama pribadi Allah (nama diri-Nya,
misalnya dalam Ul. 9:26 dan Yes 12:2). Jika kita melihat sejarah Islam,
seperti yang dikutip Muhamad Wahyuni Nafis dari al-Faruqi dalam buku
Passing Over, istilah "Allah" telah dikenal jauh sebelum Islam muncul di
Arab. "Allah" dalam pemikiran pra-Islam dikenal sebagai dewa yang
memelihara bumi dengan memberikan air, kesuburan dan lain sebagainya,
seperti pemikiran orang-orang tentang "Tuhan" pada waktu itu. Ketika
Islam muncul, istilah "Allah" telah mendapat pengertian baru, yaitu
sebagai Tuhan Yang Maha Esa, tempat berlindung, tidak beranak dan
diperanakan, dan tidak ada yang bisa disejajarkan dengan-Nya. Jadi,
Islam mendefinisikan ulang istilah "Allah" namun dalam wadah dan bentuk
yang sama. Dengan kata lain, pada mulanya istilah "Allah" telah dipakai
secara eksklusif oleh orang Mekkah pra-Islam (Arab tradisional). Baru
kemudian setelah Islam datang, istilah itu diberi 'isi' yang baru
sehingga dipahami sebagai nama pribadi dari Yang Maha Kuasa. Pada tahap
ini, istilah "Allah" mengalami perubahan makna. Hal yang sama tampak
dalam tulisan Huston Smith, seorang ahli agama-agama dan filsafat dari
Syracuse University dan juga dosen tamu pada Graduate Theological Union
Berkeley. Beliau menulis sebagai berikut. "...Jin-jin padang pasir itu
sama sekali tidak punya arti dalam pencarian ini, namun satu dewa
sungguh mempunyai makna mendalam dalam pencarian ini. Dewa ini bernama
Allah, dan disembah penduduk Mekkah bukan sebagai satu-satunya Tuhan,
tetapi bagaimanapun sebagai dewa yang luar biasa. Sebagai pencipta,
penganugerah tertinggi, dan penentu nasib semua manusia,...." (Smith,
1985:258). Smith setuju bahwa istilah "Allah" pada masa pra-Islam adalah
istilah eksklusif untuk menyebut dewa tertinggi bagi orang Mekkah.
Kemudian setelah Islam hadir di Arab, nama "Allah" dijadikan nama
pribadi bagi sang pencipta alam semesta yang mereka percayai.
thx
oRi
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://gpib.org
<>< Situs GP GPIB : http://gp.gpib.org
<>< Situs Milis GP2000 : http://milis.gp.gpib.org
<>< Contact Administrator : [EMAIL PROTECTED]
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib #gp-gpib