[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
                     http://milis.gp.gpib.org
     -= Selamat Merayakan Natal dan Menyambut Tahun Baru 2002 - GBU All =- 
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
At 02:42 PM 1/17/2002 -0800, you wrote:

>Siapa yang mengetahui bagaimana 'mutu' kita di hadapan-Nya ? Apakah
>kekristenan cuma sebatas hapal Doa Bapa Kami, Pengakuan Imam Rasuli, ikut
>serta dalam Perjamuan Kudus, atau menolak ikut serta dalam tindakan yang
>bertentangan dengan agama ?
>
>
>Kita bisa berkata demikian, karena berada dalam keadaan dan masa yang
>berbeda. Apa pula yang akan dikatakan orang 5, 10, 50 atau 100 tahun
>kemudian mengenai hal-hal yang dilarang pada saat ini ?
>
>
>Lalu, kapankah seseorang bisa merasa yakin, bahwa yang ia 'dengar'kan dan
>kemudian ia yakini, memang sesuai dengan perkataan-Nya ? Terlalu sedikit
>yang kita miliki, untuk mengetahui, apakah kita sudah dapat memahami
>rencana-Nya. Atau mungkin saya yang terlalu picik ?
>
>Bagaimana pendapat rekans ?
>
>
>Sharif Dayan
>gpib-sumsel-jambi.virtualave.net
>
>PS: ada yang berkesempatan membaca cerpen yang saya muat dalam
>ksatrian.or.id ? Klik pada "Artikel".

Hehehe, mana ya komentar teman-teman yang lain? ;) Nanti hanya diskusi 2 
pihak nih! ;)

Saya pikir tidak ada manusia yang dapat menilai 'mutu' kekristenan kita, 
bahkan kita sendiri tidak dapat menilai mutu kekristenan kita! Hanya Tuhan 
yang menilai mutu kekristenan kita. Ingat ketika Tuhan mengatakan bahwa di 
akhir zaman bukan semua orang yang berseru 'Tuhan! Tuhan!' akan masuk ke 
kerajaan sorga (Mat 15:15-23). Rasul Paulus menuliskan bahwa dia tidak 
berani mengatakan kalau kekristenannya telah sempurna, namun dia 
mengarahkan pandangannya kepada Kristus. Tuhan yang akan menghakimi dan 
menilai kita, bukan orang lain atauoun diri kita sendiri.

Darpada berusaha menilai dan sibuk dengan kegiatan yang tidak perlu untuk 
menilai mutu kekristenan kita, akan lebih bijaksana kalau kita dengan 
rendah mengakui ketidakberdayaan kita di hadapanNya dalam melakukan 
kehendak-Nya. Kita tidak pernah berhasil sempurna untuk melakukan kehendak 
Allah. Hanya dengan kasih karunialah kita bisa diselamatkan! Kemudian, kita 
berusaha untuk meneladani Tuhan Yesus: karakterNya, kasihNya, pekerjaanNya.

Saya pikir, keadaan dan masa tidak berpengaruh terhadap iman kristen karena 
iman kristen didasarkan atas Firman Tuhan yang kekal dan tidak berubah. Apa 
yang dengan jelas dilarang Firman Tuhan akan tetap merupakan larangan 
sampai akhir zaman. Misalnya: Dilarang berzinah! Sampai 10, 50, 100 tahun 
bahkan sampai akhir zaman, berzinah tetap dilarang! Kita dan anak cucu kita 
di masa mendatang tidak punya alasan untuk berdalih dari larangan ini.

Namun, saya mengakui ada juga banyak problema modern yang tidak dinyatakan 
dengan jelas dalam Firman Tuhan. Untuk itu diperlukan hikmat untuk memahami 
prinsip yang terkandung dalam Firman Tuhan untuk dapat diaplikasikan dalam 
problema aktual yang kita hadapi. Misalnya: saya memilih tidak merokok 
karena saya berkeyakinan bahwa merokok akan merusak tubuh saya yang adalah 
'Bait Roh Kudus'.

Selain itu hindari untuk 'menambah-nambahkan' filsafat pribadi ke dalam 
Firman Tuhan. Dan inilah yang terjadi dalam kasus Galileo. Pandangan bahwa 
bumi sebagai pusat alam semesta serta bentuk orbit bumi yang berbentuk 
lingkaran adalah filsafat Platonian, bukan pernyataan Alkitab! Orang Yunani 
percaya bahwa bumi pusat alam semesta, dan bentuk yang paling sempurna 
adalah lingkaran (2 dimensi) atau bola (3 dimensi). Silakan cari sendiri 
ayat Alkitab yang menyatakan bahwa bumi merupakan pusat alam semesta dan 
orbit bumi berbentuk lingkaran! Saya belum menemukannya.

Pada masa itu filsafat Plato demikian kuat pengaruhnya sehingga bahkan Paus 
menetapkannya sebagai dogma (pengajaran gereja). Jadi jikalau kita 
berpandangan bahwa kasus Galileo adalah kasus pertentangan antara Firman 
Tuhan (Alkitab) dengan sains, kita salah besar! Kasus Galileo adalah 
pertentangan antara filsafat Plato (yang sialnya dianggap sebagai Firman 
Tuhan sebab didukung gereja Katolik) dengan sains modern.

Nah, ketika reformasi berjalan muncul semangat 'Sola scriptura', oleh 
karena itu kita dituntut untuk mempelajari Alkitab 'as it is' berdasarkan 
prinsip-prinsip penafsiran yang sehat.

Wah, udah panjang. Bagaimana komentar teman-teman? Atau ada yang ingin 
membagikan prinsip-prinsip penafsiran yang sehat itu? ;)

-mico-



_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com


%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://gpib.org
<>< Situs GP GPIB : http://gp.gpib.org
<>< Situs Milis GP2000 : http://milis.gp.gpib.org
<>< Contact Administrator : [EMAIL PROTECTED] 
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib #gp-gpib

Kirim email ke