[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
                     http://milis.gp.gpib.org
     -= Forum Teknologi Informasi GPIB Telah Diluncurkan =-
    <>< Silahkan Bergabung pada alamat http://iuf.gpib.org <>< 
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Rekan-rekan,

Saya sendiri belum berkesempatan menonton file ini. Membaca bukunya juga
belum, hanya pernah membaca satu bab saja. Terlepas dari kandungan sastra
yang terkandung di dalam buku ini serta kemampuannya mengembangkan
kreatifitas anak, maupun kecanggihan teknologi sebagai daya tarik file ini,
saya mempunyai pendapat.

Mengapa sejak dulu buah yang digambarkan sebagai buah yang dimakan HAWA,
selalu berbentuk APEL (ranum, merah mengkilat)? Mengapa bukan MENGKUDU
(bintik2, bau busuk) atau KELAPA (keras, kadang kecoklatan)

Lihat Kejadian 3 : 6,
"Perempuan itu melihat, bahwa buah itu baik untuk dimakan & sedap
kelihatannya. Lagipula pohon itu menarik karena memberikan pengertian."

Bandingkan posisi HAWA sebelum memakan buah itu (tanpa dosa), dengan posisi
seorang anak kecil usia 4 - 5 tahun saat hendak memasuki usia sekolah.

Banyak contoh yang bisa diberikan kepada rekan2, apabila membangun dasar
yang salah bagi anak2 kita.

Di kalangan keluarga yang yang dibesarkan dengan budaya adat yang cukup
kuat, seringkali seorang anak yang menderita sakit akan disembur dengan air
putih yang telah didoakan oleh "Orang Pintar". Ataupun seorang bayi akan
tidur tenang bila di tempat tidurnya diletakkan sebatang kunyit. Bahkan ada
pula yang menyuruh anak2nya untuk minta restu ke kuburan orang tua apabila
hendak melakukan sesuatu (juga menjelang Hari Natal & Tahun Baru).
Seringkali kita tahu bahwa itu salah, tapi karena kebiasaan melihat &
mengalami dari kecil (sudah ada dasarnya), kita seakan cenderung mendiamkan
hal-hal seperti itu, bahkan diturunkan kepada anak2 kita juga. Kita tidak
sadar telah terperangkap dengan pola pikir seperti itu. Hal ini dipakai
iblis untuk lebih gencar menyusup serta membangun trik2 baru memakai
perkembangan teknologi. Bukan saja Harry Potter, ada Jailangkung, Kismis,
Charmed dll. Semuanya berbau kuasa gelap yang dikemas dalam kecanggihan
teknologi. Yang penting tertarik dulu dengan teknologi, semakin sering
dilihat semakin biasa. Akhirnya jadi bisa mempraktekkannya. Itulah yang
ditunggu2 Si Ular. 





%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://gpib.org
<>< Situs GP GPIB : http://gp.gpib.org
<>< Situs Milis GP2000 : http://milis.gp.gpib.org
<>< Situs IUF-GPIB : http://iuf.gpib.org
<>< Contact Administrator : [EMAIL PROTECTED] 
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib #gp-gpib

Kirim email ke