[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
http://milis.gp.gpib.org
-= Forum Teknologi Informasi GPIB Telah Diluncurkan =-
<>< Silahkan Bergabung pada alamat http://iuf.gpib.org <><
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Salam sejahtera...
At 23:37 10-02-2002 -0800, "Mariona Lambaihang" wrote:
>mao ikutan nanggepin niiih...kebetulan aku organis di
>gerejaku...
Sudah berapa lama ber'dinas' ? Berapa orang jumlah organisnya ?
>392...diamana lagu itu dinyanyikan seharusnya tidak
>terlalu lambat...
Kalau temponya 54, memang _agak_lambat_, bukan _terlalu_lambat_. MHS
(menurut hemat saya), yang lambat sekali adalah yang temponya di bawah 50,
antara lain adalah :
o No. 65, "Cakrawala dan Malaikat" (42), yang juga bisa dimainkan cepat
sekali (126),
o No. 254, "Kristus, Penolong Umat Yang Percaya" (42),
o No. 368, "Pada Kaki SalibMu" (44),
o No. 438, "Apa Pun Juga Menimpamu" (48) dan
o No. 454, "Indahnya Saat Yang Teduh" (44)
Yang terakhir ini, bila syairnya dihayati, akan terasa mengharukan. Itulah
kekuatan temponya !
># kalau di gerejaku...terutama kalo aku yang maen
>niiih...aku buat nggak terlalu lambat and ngga terlalu
>cepet...yaaa irama middle lhaaaa...memang sich ada
>yang memperkarakan masalah cepet atau lambatnya
Justru masalahnya ada di sini. Memang kita tidak menggunakan sistem komando,
namun seyogyanya PSMG berperan mendidik jemaat -juga penatua dan diaken,
bahkan bisa jadi pendeta- yang kurang memahami mengenai penghayatan nyanyian.
>lhaaa pemandu lagunya datangnya pas-pas jam... kalo
>ibadah jam 5 ya tibanya yaaa jam 5...hehehe...
Sewaktu saya masih duduk di bangku jemaat, beberapa kali menyaksikan
ketidakkompakan di antara organis dan pemandu lagu. Bahkan dalam beberapa
kesempatan, saat nyanyian ke-2 sudah dilakukan, kitikkitikkitik...organisnya
baru datang !
;)
Setelah sekarang ikutan 'manggung', baru terlihat sebabnya : jarang sekali
kedua pihak ini berlatih bersama. Kalau alasannya kesibukan atau jarak, itu
sama sekali bukan alasan. MHS, jika kita sudah menyatakan "Ya, dengan
segenap hatiku", juga mungkin "Ya, aku bersedia" ....;).... maka segala
macam konsekuensinya tidaklah rancak dianggap sebagai penghalang.
Dia memang tidak memaksa kita, namun sesunggunyalah kita yang musti
berpikir, apakah sifat permisif seperti itu, layak kita lakukan. Ini memang
menjadi pergumulan kita semua, khususnya para pemuda, untuk "ing ngarso sung
tulodo", berprakarsa memimpin, walau berkemungkinan tidak disukai.
>yang lucu selama aku jadio organis yang selalu duduk
>di depan yang bisa melihat ke arah jemaat... sampe
>detik ini pada saat jemaat menyanyi mereka itu
>menaynyi dengan NO EXPRESION AT ALL...
Iya, ya ?!
Saya juga pernah menjadi bagian kenyataan itu, ketika masih duduk di bangku
jemaat. Perasaan baru tergugah, kalau lagunya seperti No. 450, "Hidup Kita
Yang benar" (92). Kalau lagunya 'loyo', huaaah...rasanya semangat hilang.
Perasaan tambah 'parah', kalau melihat pemandu lagunya suka 'lari', alias
mantap menyatakan nada.
Tapi setelah berada di balik organ, saya sudah mengharuskan diri untuk
-paling telat- sudah "combat ready" (siap tempur) 30 menit sebelum ibadah
dimulai, ketika baru 1~2 jemaat saja yang baru hadir, bahkan terkadang belum
satu pun yang datang. Ini memang bawaan kuliah dulu, ketika giat di
kemenwaan. Namun alasan lain, adalah men'cipta'kan suasana hati jemaat,
dengan memainkan lagu-lagu.
Dengan melakukan ini, setidaknya bisa diharapkan ada atmosfer yang
tertentukan (conditioned), sehingga mereka bisa menghayati apa yang mereka
nyanyikan. Rasanya senang sekali, jika terdengar ada suara-suara alto dan
tenor muncul dari antara jemaat.
>kita sering terperangkap oleh KEBIASAAN...sehingga
>kita nggak bisa menghayati kata-kata dalam lagu yang
>kita sedang nyanyikan.....
Kebiasaan tidak selalu berarti negatif, selama ia mempunyai alasan yang
terjelaskan (explainable). Yang repot menghadapi yang "kopig", yang berkeras
bahwa sekali "Tidak" tetap "Tidak", yang kalau ditanyakan kenapa, maka
jawabannya adalah "Karena Tidak" !
;)
Ini memang pergumulan kita.
Sharif Dayan
gpib-ssj.8m.net (sementara)
gpib-sumsel-jambi.virtualave.net (cermin /"mirror")
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://gpib.org
<>< Situs GP GPIB : http://gp.gpib.org
<>< Situs Milis GP2000 : http://milis.gp.gpib.org
<>< Situs IUF-GPIB : http://iuf.gpib.org
<>< Contact Administrator : [EMAIL PROTECTED]
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib #gp-gpib