[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
       http://gp.gpib.or.id | http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Dear Eli,
saya "agak" setuju dengan pendapat kamu, bila
situasinya mungkin seperti ini. Misalkan, karena
rentang waktu kepengurusan yang relatif lama (sekitar
enam tahun) maka jumlah pengurus yang aktif hanya
tinggal, let say, 5 orang. Dua di antaranya terpilih
sebagai majelis jemaat. Berarti tinggal tiga kandidat.
Taruhlah yang satu lagi ternyata harus dinas ke luar
kota. Tinggal dua kandidat. Dan ternyata berdasarkan
pengamatan publik secara umum, satu dari dua kandidat
ini tidak memiliki kepemimpinan yang cukup sebagai
figur ketua. Berarti hanya tinggal satu kandidat dan
mungkin jadi satu-satunya. Lalu bagaimana kalau yang
satu ini pun setelah diadakan pemilihan, jumlah
suaranya tidak terlalu banyak. Berarti, siapa yang
harus menjadi ketua?

Tapi, seperti saya bilang sebelumnya, bahwa saya
"agak" setuju dengan sengaja menandakutipkan kata agak
yang artinya ada yang tidak saya setujui dari
pernyataan Eli.

Mungkin justru kurang bijak pula bila kita mengatakan
bahwa Juklak ini kurang bijak. Karena apa? Karena,
juklak ini tidak dibuat sekali jadi dengan sistem
kebut semalam. Pasti telah melalui proses pemikiran
dan perdebatan serta berbagai masukan dari kalangan
Dewan BPK, Majelis Sinode dan pejabat Sinode lainnya.
Artinya, dari berbagai perdebatan tersebut tentu telah
dipikirkan pula kemungkinan2 yang terjadi, mengingat
kompleksitas keberadaan dan situasi jemaat yang ada di
jajaran GPIB. 

Itu pertama.

Kedua. Sebelum menjadi pengurus pemuda, saya memang
aktif di berbagai kegiatan gereja (terutama sektor).
Dan ketika saya mulai terjun sebagai pengurus, saya
menemukan banyak sekali tetek bengek aktivitas
organisasi kepengurusan BPK yang cukup njlimet dan
terkadang harus tarik urat segala. Jalur birokrasinya
menuntut kita harus lebih bersabar agar program kita
gol. Belum lagi ketika harus menyiapkan laporan kerja
tahunan, evaluasi program, berhadapan dengan tim kerja
di luar pengurus yang terkadang tak terlalu melek
mekanisme GPIB, waduh.... Tidak terbayang untuk saya
bila enam tahun lalu itu saya terpilih sebagai ketua,
sementara jeroan aktivitas kepengurusan itu tidak
terlalu saya kuasai.  

Okelah ada talenta-talenta bertebaran di kalangan
pemuda serta visi misi yang jempolan. Tapi semua itu
harus disejajarkan dengan mekanisme GPIB. Saya pernah
baca sebuah kalimat "visi tanpa misi adalah sebuah
daydream, mimpi di siang bolong, tapi misi tanpa visi
sama saja dengan nightmare, mimpi buruk". Dan ketika
visi dan misi ini sejajar dengan mekanisme yang sudah
tertata dalam GPIB, jangan sampai visi misi itu malah
menjadi mimpi indah yang tak pernah jadi kenyataan. 

Ketiga, Soal karat. Tidak hanya dalam kepengurusan
sebelumnya. Kepengurusan mendatang pun belum tentu
akan terhindar dari karat, kendati kepengurusan
tersebut bersih dari ex-pengurus sebelumnya. Karena,
sebuah tim dalam tubuh pengurus itu terdiri dari
pelbagai karakter manusia yang menjalankan tanggung
jawab beragam dengan permasalahan beragam pula. Apakah
sebelum menjalankan  tugas dan tanggung jawab
kepengurusan para  calon pengurus itu harus diberi
"cat antikarat" terlebih dahulu, sehingga, ketika
hujan H2O menerpa ataupun gas O2 menerjang, maka karat
itu bisa ditangkal? Saya rasa tidak. Makanya,
diperlukan manajemen konflik yang ditata dengan baik
sehingga konflik tersebut bukan merupakan sebuah
ancaman, tapi merupakan sebuah peluang untuk
menjalankan tanggung jawab pelayanan dengan lebih
toleran dan bijak. Sekali lagi: bijak....

Keempat, saya rasa itu saja.

Kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia....

Cheers,

______________________________________________________

> Aku sih pada garis besarnya setuju aja dengan juklak
> ttg pemilihan pengurus BPK, tapi sayang pembatasan
> untuk calon ketua BPK harus yg ex pengurus sangat
> disayangkan !.
> 
> HAl tersebut jadi sangat membatasi adanya regenerasi
> dan membatasi ruang gerak wajah baru di kalangan
> jemaat awam (bukan ex pengurus BPK) yg punya talenta
> dan visi misi kedepan ttg aktivitas dll yg sifatnya
> total pembaruan di BPK menjadi terhambat......
> 
> Bukan cerita baru dan semua aku rasa juga maklum
> bahwa
> permasalahan yg ada di BPK (tanpa membatasi pd BPK
> GP)
> sering kita jumpai pengurus yg "pingsan" bahkan
> "kevakuman" dalam pelayanan BPK karena hubungan
> antar
> pengurus yg kurang harmonis?. Dan fatalnya karat
> dilingkungan pengurus lama tidak terkikis karena ex
> pengurus ini kembali membawa model karat yg sama 
> dalam kepengurusan berikutnya (infeksi ini menjadi
> sangat parah bila ex pengurus tadi pindah ngurusin
> ke
> BPK lain).
> 
> Semoga ini semua tak menjadi kenyataan dan kita tahu
> bahwa DIA yg kita sembah maha tahu ttg hal ini, tapi
> tanpa mau belajar dari kesalahan masa lalu adalah
> suatu kebodohan atau halusnya "kurang bijak" ?.
> 
> 
> GBU 
> eli lassa
> GPIB Pelita 
>_____________________________________________________
   


=====
[fauzan r soedira]
gpib immanuel depok
bpk gerakan pemuda
sektor betseda

__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Web Hosting - Let the expert host your site
http://webhosting.yahoo.com

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://www.gpib.or.id
<>< iuf.GPIB : http://iuf.gpib.or.id/forum/
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib #gp-gpib

---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [[email protected]]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke