\o/ \o/~~~~~~~~(((( Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh Roh, Gal.5:25 ))))~~~~~~~\o/ \o/
From: Lauw Eng Tjun

FORMULA KHUSUS bagi TERJADINYA MUKJIZAT 
 
Seorang penatua Abbalove Ministries pernah menyampaikan kotbah demikian, “Jikalau kita ingin membangun sebuah rumah yang permanent, maka bahan-bahan yang kita sediakan adalah semen, pasir, batu kerikil, batu bata dan air. Hal yang sama juga, ketika kita ingin membuat kue atau roti, maka bahan yang disediakan adalah tepung terigu, minyak goring, telur, air.
 
Hal yang lucu adalah ketika seseorang ingin membangun sebuah rumah, tetapi menyediakan bahan untuk pembuatan kue / roti. Namun banyak orang percaya yang melakukan hal yang keliru seperti itu. Mereka beriman kepada Allah untuk melakukan mukjizat, tetapi menyediakan bahan dasar yang salah bagi terbentuknya sebuah mukjizat dalam hidup mereka. Ada orang yang beriman untuk kesembuhan, namun tidak membaca Alkitab yang menjanjikan tentang kesembuhan, tetapi tentang kemakmuran. “Banyak orang mengharapkan mukjizat dalam hidupnya, tetapi tidak menyediakan bahan dasar untuk terjadinya mukjizat tersebut. 
 
Bagaimana terjadinya mukjizat ?
 
Bagaimana terjadinya mukjizat dalam pelayanan kita ?   Berikut 5 kunci terjadinya mukjizat dalam pelayanan kita adalah:
 
1.      KEBUTUHAN MANUSIA
Semua manusia mempunyai berbagai ragam kebutuhan yang harus dipenuhi dan Allah siap untuk menjawab kebutuhan tersebut. Paulus berkata, “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur,” (1 Kor 14:1-3).
 
Setiap orang membutuhkan kata-kata yang dapat membangun, menasihati dan menghibur dirinya. Kebutuhan manusia menjadi salah satu bahan dasar terbentuknya sebuah mukjizat. Karena itu, untuk mengalami mukjizat Tuhan, kita harus mencari orang yang membutuhkan nasihat dan penghiburan untuk dilayani.
 
2.      KEBERANIAN
Mengapa keberanian menjadi bahan dasar terjadinya sebuah mukjizat ?  Tuhan berkata kepada Yosua, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu !” sebanyak empat kali dalam Yousa pasal satu. Untuk mengalami mukjizat Tuhan, kita membutuhkan keberanian untuk bertindak sesuai dengan firman Tuhan. Sebab Salomo berkata, “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu,” (Amsal 24:10).
 
Dalam terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia sehari-hari, Salomo berkata, “Orang jahat lari tanpa ada yang mengejarnya, tapi orang jujur, berani seperti singa,” (Amsal 28:1). Ketika kita berani bertindak sesuai firman Tuhan, maka kita akan mengalami mukjizat-mukjizat Tuhan.
 
3.      BERDOA UNTUK HAL-HAL KHUSUS
Seringkali banyak orang berdoa secara umum dan tidak mengharapkan sesuatu terjadi sebagai jawaban doanya. Tuhan yang Mahatahu menghendaki agar kita berdoa untuk hal-hal khusus sehingga jawaban doa yang diberikan akan membuat kita bersyukur kepadaNya. Contohnya adalah ketika Yesus dengan murid-muridNya keluar dari kota Yerikho, Bartimeus yang buta duduk di pinggir jalan berteriak agar Yesus menyembuhkan dia. Yesus mengetahui bahwa Bartimeus memakai pakaian khusus untuk orang buta, tetapi Ia masih bertanya, “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu ?  Jawab orang buta itu: Rabuni, supaya aku dapat melihat !  Lalu kata Yesus kepadanya: Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau !  Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya,” (Mark 10:51-52)
 
4.      HARUS BERTINDAK
Bahan dasar untuk terjadinya sebuah mukjizat Tuhan adalah bertindak dengan iman atas janji-janji Tuhan. Hal ini terjadi pada dua belas pengintai yang diutus oleh Musa ke tanah Kanaan. Hanya dua yang berani bertindak, maka Allah mempercayakan kepada mereka tanah Kanaan, sedangkan sepuluh pengintainya mati di padang gurun.
 
5.      MOTIVASI DAN STRATEGI
Kebanyakan kita berdoa dengan motivasi yang salah, yakni untuk menyenangkan diri kita sendiri. Atau kita berdoa juga, tetapi tidak mempunyai strategi yang tepat, akibatnya mukjizat Tuhan gagal. Inilah strategi Yesus, “Setibanya di rumah Yairus, Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut masuk dengan Dia, kecuali Petrus, Yohanes dan ayah anak itu serta ibunya. Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: Jangan menangis, ia tidak mati, tetapi tidur. Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati. Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kataNya: Hai anak bangunlah ! Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan,” (Luk 8:51-55). Ini yang disebut motivasi dan strategi jitu. 
 
MENGAPA MUKJIZAT TIDAK TERJADI ?
Ada lima hal yang menjadi penghalang terjadinya mukjizat Tuhan:
 
1.      KURANG PENGENALAN AKAN ALLAH
Kita seringkali tidak mengalami mukjizat Tuhan karena kurang mengenal Allah kita sebagai sumber dari segala doa kita. Kata Tuhan, “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah,” (Hos 4:6a). Kita mengenal Allah karena membaca firmanNya.
 
2.      KEKHAWATIRAN ATAU KERAGU-RAGUAN
Simon Petrus pernah mengalami akibat meragukan firman Tuhan, yakni ia harus tenggelam di dalam air karena khawatir. “Tetapi ketika dirasanya tiupan angina, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: Tuhan, tolonglah aku !  Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang? “ (Mat 14:30-31).
 
3.      TAKUT MELAKUKAN KESALAHAN ATAU KEHILANGAN REPUTASI
Takut membuat kesalahan adalah sumber utama dan banyak kegagalan yang dialami oleh anak-anak Tuhan. Mengapa orang merasa takut gagal atau kehilangan reputasi ? Mike Murdock berkata, “Berhentilah membangun jembatan ke masa lalu anda; hal itu akan membagi perhatian dan melarutkan tenaga serta semangat anda.” Kita harus bertekat untuk maju dalam Tuhan.
 
4.      MERASA TIDAK LAYAK
Perasaan seperti ini adalah sebuah sikap penghinaan terhadap korban penebusan Yesus di kayu salib. Kita harus yakin bahwa darah Yesus telah melunasi semua dosa kita.
 
5.      ROH HUMANISME
Kata Paulus, “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus,” (Kol 2:8). Jangan menjadi tawanan dari roh-roh dunia.
 
(sumber: FOKUS, Abbalove Ministries – 13 Juni 2004)
o)----------------------[ Hapus dan Edit Pesan yang tidak perlu ]----------------------(o

Surfing yo Surfing ke RDSB.org ! webnya barusan di renov ! berkatnya makin komplit aja !
Daftar Member di RDSB.org heratis ! buat akses webmail, forum, MIDI dan masih banyak lahi !
Jangan lupa mampir juga ke http://tokobuku.rdsb.org, koleksinya langka, mutu dan manteb !

o)---------------------------( Milis ini didukung oleh I-KAN )--------------------------(o

http://rdsb.org ; http://beritasorgawi.com ; http://ob.or.id ; http://revival.or.id
Berhenti dari Milis : [EMAIL PROTECTED] Langganan Milis : [EMAIL PROTECTED]
Administrasi & Teknis : [EMAIL PROTECTED]
petunjuk nomail,mail,digest,gantiemail : [EMAIL PROTECTED]
Untuk info lebih lanjut kunjungi web kami di http://revival.or.id

Kirim email ke