\o/ \o/~~~~~~~~(((( Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh Roh, Gal.5:25 ))))~~~~~~~\o/ \o/
|----------------------------------------------------------------------------| | | | KASIH YANG SEMPURNA| |----------------------------------------------------------------------------| Bunga, begitulah orang memanggilku, ada yang hal mengganjal hatiku, ketidak mampuanku untuk "berdamai" dengan Ibu, wanita yang telah melahirkanku ke dunia ini, aku bertanya pada diriku sendri,"apakah aku anak yang di adopsi sehingga Ibuku tidak memperlakukanku sama dengan saudaraku yang lainnya". Aku lebih dekat dengan Ayah disbanding Ibu, kedekatan ini aku rasakan sampai aku duduk di SMP kelas 3 tapi setelah aku beranjak dewasa, mulai ada jarak antara kami, sebagai gadis remaja yg beranjak dewasa aku mulai sungkat bergelayut pada ayahku padahal dulu, aku begitu mengandalkan ayah jika Ibu memarahiku. Ketika duduk dibangku SMA, hubunganku dengan Ibuku semakin tidak harmonis. Yang aku rasakan apapun yang aku lakukan selalu ditentang oleh Ibuku dan begitu juga denganku, setiap kali Ibuku bicara aku selalu tidak bisa menerimanya, kalaupun kami akur itu karena aku menginginkan sesuatu darinya ! Ketika aku masuk perguruan tinggi, kebencianku pada Ibu tidak dapat aku bendung,dan aku juga marah pada Ayahku, karena tidak lagi menjadi pembelaku seperti aku masih kanak-kanak. Tampa aku sadari, aku sudah membangun 'Gunung Es" antara aku, Ibu, Ayah dan saudara-saudaraku. Tumbuh menjadi pribadi yang tertutup, mudah tersinggung. Tak jarang dengan sengaja aku melukai hati orang tuaku, saudara-saudaraku dan kepuasan tersendiri jika ak mampu membuat mereka marah ! sebel ! terlebih-lebih kalau melihat saudaraku menangis karena ulahku. Sebenarnya kalau aku mau dikit saja membuka hati, dan membuang ego sebenarnya ke dua orang tuaku, 3 saudaraku begitu mengasihi dan mengerti aku, tapi aku tidak mampu melawan "gejolak" di hatiku, ada PEMBERONTAKAN !aku sering depresi karena berusaha untuk melawan AMARAH yang ada dihatiku ! Itu semua terjadi beberapa tahun yang lalu, tidak ada yang mampu merubahku, sampai ada satu Pribadi yang memelukku penuh kasih! Menegurku dengan lembut ! Dia adalah Kekasih jiwaku, Tuhan Yesus ! Januari 2000, aku bertemu secara pribadi dengan Tuhan Yesus dan Pebruari 2002 aku mulai terjun dalam pelayanan, aku melihat banyak hal-hal yang tidak pernah terpikir olehku selama ini, ternyata aku BUTA ! dan membuat aku sangat MALU ! ! Aku berkata pada Yesus, "untuk apa aku melayani, kalau kebencian pada orang tuaku belum bisa aku hilangkan dari kehidupanku. bantu aku untuk mengasihi orang tuaku ! " Ada pertanyaan besar di benakkku, "sesunguhnya ada apa denganku, kenapa kebencian yang aku rasakan begitu besar ! Apa yang salah diantara kami ! Jawaban yang aku nantikan dari Tuhan, tak kunjung ada, aku bergumul ! sampai akhirnya, Tuhan mengingatkanku peristiwa di masa lalu, ketika itu aku masih kecil, sehingga semuanya sudah samar-samar di benakku. Ketika itu aku berusia antara 7 - 8 tahun, dengan bangganya aku menunjukkan photoku pada seorang tante (kakak Ibuku), dan aku katakan, "Tante, photo ini cantik kan ? " Kata tanteku, "cantik, sangat berbeda dengan photo kamu dulu", dengan malu-malu aku memandangi photo itu. Walau aku masih kecil tapi aku bisa merasakan ada yang ingin dia katakan padaku tapi tertahan di bibirnya Aku terdiam dan kembali bertanya padanya,"Ibumu kecewa saat mengetahui kalau anak ketiganya ternyata perempuan lagi, dan kalau bayi ini perempuan lagi maka akan dititip dikampung untuk jaga ladang ! ". Apa yang dia ucapkan telah melukai hati seorang anak kecil ! dan sepertinya tanteku tidak menyadari kalau apa yang dia katakana berdampak buruk buat perkembangan psikologisku. (aku terlahir dengan menyandang predikat gadis batak, dan bagi orang batak adalah suatu kebanggaan kalau mempunyai anak laki-laki karena bisa menjadi penerus keturunan. Sementara sebagai anak ketiga, aku sudah punya dua kakak perempuan jadi otomatis keluargaku pengen anak laki-laki sebagai penerus.) Anda bisa rasakan apa yang saya alami saat itu, seorang anak kecil diperhadapkan dengan kondisi seperti ini, belum mampu mengutarakan pendapat dan hanya bisa menerima apa yang dia dengar dan lihat Bagaimana mungkin seorang anak kecil berargumentasi dengan orang dewasa, aku hanya terdiam dan menerima apa yang aku dengar dari tanteku. Aku TELAN bulat-bulat semua cerita tanteku, bahwa "keluarga" akan menerima dengan suka cita jika yang lahir bayi LAKI-LAKI dan kalau WANITA akan di campakkan! "untuk jaga ladang yang ada dikampung". Awal 2004, Tuhan mengingatkan aku kejadian-kejadian yang selama ini terlupakan olehku, dan aku akhirnya menyadari bahwa apa yang aku pikirkan selama ini salah besar ! Tuhan mengingatkan kenangan-kenangan indah bersama Ibuku. Wanita yang tegar membesarkan 4 orang anak tampa pembantu, setiap pagi ibuku pergi ke warung membeli sarapan buat kami, bukan karena ibuku malas memasak buat kami tapi ke 4 anaknya mempunyai selera yg berbeda-beda, ada yg pengen lontong, cenil, lupis, mie, apa yang terjadi kalau Ibuku harus memasak semua permintaan anak-anaknya Tuhan juga mengingatkau suatu masa dimana Ibuku begitu perhatikan padaku, tapi amarah membuat memori itu hilang dari memoriku. Ibuku alergi dengan makanan yang mengandung unsur " ikan asin",karena itu kami tidak pernah makan ikan asin, terasi atau sejenisnya. Suatu hari, saat aku sudah SMA ada piknik yang diadakan oleh sekolah, aku melihat menu teman yang duduk disebelahkuku yang lain dari pada yang lain, aku belum pernah melihatnya menu seperti itu sebelumnya, kata temanku namanya "cumi asin" waktu aku memakannya ternyata rasanya uenak sekali Sekembalinya dari piknik, aku cerita pada beliau, "bu, kemarin aku makan ikan asin enak sekali, tapi aku lupa namanya apa ? Besoknya Ibu mengajak aku kepasar ikan dan melihat-lihat jenis ikan yang aku makan kemarin setelah mutar-mutar akhirnya kami menemukannya, aku menjadi bahan perhatian karena aku hiteris dipasar Dan Tuhan bertanya, "anakKu, apakah belum cukup apa yang telah aku singkapkan bagimu? Mereka mengasihimu tapi amarah telah menutup mata rohanimu". Aku berteriak, "Bapa, cukup ! aku tidak kuat lagi !". Tepatnya April 2004, Tuhan pulihkan hidupku, ketika itu, Ibu menemani kakak yang baru melahirkan dan aku mulai belajar untuk kendalikan amarahku, mau buktikan pada Ibu, bahwa anak gadisnya sudah lahir baru. Beberapa hari sebelum Ibuku pulang kampung, aku Tanya, "Tuhan, gimana donk, kenapa belum ada tanda-tanda kami bisa berdamai !" Pagi itu, setelah saat teduh, aku ngobrol dengan ibu, dia membuka pembicaraan dengan bertanya bagaimana Firman Tuhan menyingkapi "Kutuk" (kutuk nenek moyang, dampak orang tua yg berdukun terhadap keturunannya). Aku sangat kaget dan bingung, kenapa Ibu tiba-tiba membahas mengenai kutuk, perdukunan, dampak psikologis bagi seorang anak yang masih dikandungan yang akan digugurkan oleh orang tuanya. Dalam kebingungan aku mencoba menjawab pertanyaan ibu dan Roh Kudus berbisik "ini saatnya anakKu, ceritakan pada Ibumu apa yang kau rasakan selama ini, apa yang kau dengar ketika masih kecil dan katakan bahwa engkau telah mengampuni semuanya dan melupakannya ! " Dengan tuntunan Roh Kudus, aku mulai menyampaikan isi hatiku, bagaimana lukanya hatiku ketika mendengar cerita itu, bahwa Ibu dan Ayah tidak sepenuh hati menerima kehadiranku jika aku terlahir sebagai wanita ! " Dan aku jelaskan bahwa apa yang terjadi dimasa sebelum aku lahir sadar atau tidak sadar, percaya atau tidak percaya mempengaruhi janin yang ada dikandungan Ibu, ditambah lagi ucapan tante yang tertanam sangat dalam dihatiku. Jujur aku marah, aku sedih, aku ingin berontak walau aku mencoba untuk melawannya tapi entah kenapa luka dihatiku begitu besar dan aku tidak kuasa untuk melawannya. Aku melihat mata Ibuku mulai berkaca-kaca,dan dia berkata, "Ibu dan ayah sangat mengasihimu, dan memang ketika itu nenekmu menyarankan jika perempuan diberikan aja kepada orang lain !,ibu juga sedih dan tertekan, satu hal yang harus kamu tahu bahwa kami mencintaimu". Firman Tuhan katakan di 1 Petrus 4:8b, . . . kasih menutupi banyak sekali dosa, dan aku butuh waktu salam untuk bisa pulih, dan untuk lepas dari "akar kepahitan", aku harus menunggu 13 tahun ! Memang sulit untuk belajar mengasihi tapi jika kita membuka hati pasti Yesus akan buka jalan dan jangan pernah menyerah untuk belajar. Written by sari_tarigan 6 June 2005, (True story_file.dot.kisah seorang sahabat ) Gbu, SariHati Indah Tarigan Ph : +62 - 549 - 21152 Ext. : 158 =========================================================================== This email is confidential. If you are not the addressee tell the sender immediately and destroy this email without using, sending or storing it. Emails are not secure and may suffer errors, viruses, delay, interception and amendment. The Trakindo Group of Companies do not accept liability for damage caused by this email and may monitor email traffic. Unless expressly stated, any opinions are the sender's and are not approved by the Trakindo Group of Companies and this email is not an offer, solicitation, recommendation or agreement of any kind. =========================================================================== o)----------------------[ Hapus dan Edit Pesan yang tidak perlu ]----------------------(o Haleluya, Glory to the Holly Lamb, Praise Jesus ! Our God is an Awesome God ! PROMOSI Toko Buku RDSB http://tokobuku.rdsb.org + Khotbah MP3 Harga Hemat + VCD Peter Youngren, Moris Cerullo, dan masih banyak lagi o)---------------------------( Milis ini didukung oleh I-KAN )--------------------------(o http://rdsb.org ; http://beritasorgawi.com ; http://ob.or.id ; http://revival.or.id Berhenti dari Milis : [EMAIL PROTECTED] Langganan Milis : [EMAIL PROTECTED] Administrasi & Teknis : [EMAIL PROTECTED] petunjuk nomail,mail,digest,gantiemail : [EMAIL PROTECTED] Untuk info lebih lanjut kunjungi web kami di http://revival.or.id
