\o/ \o/~~~~~~~~(((( Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh Roh, Gal.5:25 ))))~~~~~~~\o/ 
\o/

|----------------------------------------------------------------------------|
|                                                                            |
|                                                  # Ajar aku untuk "TERTAWA"|
|----------------------------------------------------------------------------|







Siapa   yang   tidak  mengenal  Pak Brata Prasetyo, pengusaha export import

yang   berhasil,   tahun   ini  dinobatkan   menjadi   menjadi  salah  satu

pengusaha  yang   sukses.  Usaha   yang dia jalankan, merupakan  perusahaan

keluarga   yang  sudah  dirintis oleh orang tuanya sejak dulu. Sebagai anak

tunggal,  sudah  menjadi  tanggung  jawabnya  untuk  meneruskan  perusahaan

keluarga ini.



Sejak   minggu   lalu,   Pak   Brata   tampak  sedih  dan wajahnya  murung,

jika   istrinya  bertanya   akan  perubahan   tersebut, maka  jawaban  yang

didapat  hanya  helaan  nafas panjang belaka.



Semakin hari, sikap  Pak Brata semakin  aneh, selain murung  dia juga mulai

tidak mau makan, tidak punya semangat  pergi ke kekantor yang  dilakukannya

hanya  mengurung diri dikamar.



Perubahan  ini   membuat   Ibu   Brata   gusar,    semakin  hari  Pak Brata

semakin  kurus   karena  sudah  beberapa hari tidak  ada makanan yang masuk

ke dalam tubuhnya.



Pertanyaan  besar    bagi   orang-orang   yang ada disekitarnya,  apa  yang

terjadi  dengan  Pak   Brata,  beliau   dikenal   sangat  ramah, bersahabat

dengan  semua  orang, baik dengan  keluarga  maupun dengan karyawan, relasi

kerjanya   bahkan  tak  jarang   dia  berbuat  amal dengan orang-orang yang

kurang mampu.



Keluarga   sudah  memanggil   Dr.  Anwar,  dokter keluarga sejak  Pak Brata

masih   kecil,tapi tetap  tidak membuahkan  hasil.  Beberapa psikolog  juga

sudah di panggil kerumah tapi hasilnya  sama,  Pak  Brata  tetap  diam  tak

bergeming.



Segala  usaha  sudah  dilakukan, mulai dari  dokter  yang  paling  terkenal

bahkan  para normal  yang  terpopulerpun sudah dihubungi  tapi  tetap tidak

ada perubahan, justru sebaliknya  beliau semakin lemah.



Melihat   phisik   Pak   Brata  semakin  lemah,  keluarga  memutuskan untuk

membawanya ke Rumah sakit  untuk dirawat.



Berapa  hari  dirawat  di   Rumah  Sakit, mulai terlihat   ada perkembangan

dengan  kesehatannya,  mulai  mau   makan  bubur   dan   mulai ada secercah

senyum di  bibirnya, walau  wajahnya masih kelihatan pucat.



Untuk  mempercepat  pemulihan, Pak Brata  di sarankan berjemur dipagi hari,

sinar matahari  sangat  membantu dalam proses penyembuhan.



Saat   berjalan-jalan  di halaman  rumah sakit, terlihat seorang anak muda,

usianya sekitar tiga puluh tahun sedang  berbicang-bincang  dengan  seorang

wanita   tua   yang  duduk   dikursi   roda.  Dari  raut wajah dan sesekali

terdengar   tawa  kecil   dari  si  wanita   tua,  mereka kelihatan  sangat

bahagia,  si  anak  muda  itu   menyanyikan  sebuah  lagu   bagi   Ibu  tua

tersebut,  sementara   sianak muda menyanyi, si Ibu  tua  itu  memandang di

penuh cinta.



Ada   gejolak dihati  Pak  Brata, ada  kecemburuan melihat  kemesraan  yang

terjadi   didepan  matanya,  kemesraan seperti itu belum pernah dia rasakan

dalam  keluarganya,  bukan   berarti selama ini dia kehilangan kasih saying

dari  orang  tua,  justru sebaliknya   dia selalu  mendapatkan  apapun yang

dia  butuhkannya  bahkan apa  yang  dia tidak inginkan pun sudah disediakan

oleh  orangtuanya,  tapi   ada  hal  yang   tidak dia peroleh  selama  ini,

"ketulusan  cinta"   seperti   yang  baru saja dia lihat  pagi  ini, antara

sianak muda  dan ibunya  yang sudah tua.



Hatinya   tergelitik  untuk   mendekat,   ada  rasa ingin  tahu   kira-kira

apa   yang    mereka  bicarakan, sehingga  si Ibu tua  itu kelihatan sangat

bersuka  cita. Dia mendekati,  anak muda  itu  dan  memperkenalkan dirinya,

entah  mengapa   begitu  saja   Pak   Brata   mengungkapkan perasaannya dan

kegundahannya  pada  si anak muda, dan mengapa dia sampai di rawat di rumah

sakit  tersebut.



Singkat  cerita,  mereka  saling berbagi  pengalaman hidup, sianak muda itu

angkat  pembicaraan,          "Pak, saya terlahir di  keluarga  yang sangat

miskin,  ayah  dan ibu saya  bekerja sebagai pemulung. Setiap  pagi  hingga

sore   orang  tua  saya   pergi  mencari  tempat   pembuangan sampah dimana

mereka  bisa  mengais-ngais dan   berharap  bisa mendapatkan  sesuatu  yang

berharga   yang bisa dijual  untuk membeli makanan.



Orang  tua  saya   bekerja   banting  tulang  hanya  untuk mendapatkan uang

untuk  membeli  makanan, kadang  orang tuaku hanya mampu membeli  sebungkus

nasi,  untuk    kami  makan bertiga. Bahkan  beberapa kali,sekalipun  orang

tua  saya  sudah  bekerja  mulai   pagi  tapi tidak menemukan sesuatu  yang

berharga  untuk  dijual,  sehingga kami bisa membeli makanan, dan  beberapa

kali  kami  tidak  memakan  sesuap nasipun  selama  dua hari.



Suatu  hari,  ketika   ayah dan ibu  sedang mengais-ngais  di tempat sampah

dimana   biasanya  mereka   mencari   barang bekas,  tiba-tiba saja  Ayahku

jatuh  pingsan,   hal  ini  bukan saja karena  beliau kecapean  tapi  sudah

seharian   ayah belum memakan apapun juga, itu karena  tadi malam nasi yang

menjadi   bagiannya  diberikan   kepada  saya  karena   menurut  ayah, saya

lebih  membutuhkannya dibanding dia.



Karena kami  tidak punya uang,  kami tidak membawa  Ayah kedokter  dan  dua

hari setelah  jatuh pingsan, Ayahku  meninggal dunia. Kami  hanya pengemis,

sampah  masyarakat   maka  tak seorangpun perduli akan kesedihan  yang kami

rasakan saat itu, semua orang sibuk dengan  urusan masing-masing dan  kami,

saya  dan  Ibu  hanya bisa  meratap  dalam duka  dan  hanya  kami yang  tau

betapa dalamnya  luka  yang kami rasakan.



Dengan meninggalnya  Ayah, kami  kehilangan pegangan  hidup, dan tidak lama

berselang   karena  kesedihan  yang  mendalam  dan kemiskinan  yang semakin

hari   semakin  mengikat  maka   beberapa  bulan kemudian  Ibu pun menyusul

Ayah.



Saya   yang  baru  berusia  enam tahun, tidak tau  harus berbuat apa, hanya

mampu  menangis   karena  harus  berjuang sendiri, ada rasa ketakutan  yang

luar biasa, sering kali  perutku perih karena beberapa  hari menahan lapar,

kehujanan  dan  terkadang kami dikejar-kejar  oleh petugas  kebersihan yang

sedang  beroperasi kebersihan di lokasi  kami.



Untuk  mengisi perut  tak jarang saya  harus berebut  makanan dengan kucing

kampung,  padahal  makanan  tersebut  sudah  basi  tapi tidak masalah  yang

penting  saya  tidak kelaparan. Tak seorangpun  yang perduli  padaku,  yang

aku  atau hanya aku  harus  menjalani hidupku sendiri.



Kata   Ayah,  kalau   orang sudah meninggal akan masuk surga, disana banyak

makanan  yang  enak,  ada  ice  cream ,  coklate   seperti  yang  biasa aku

lihat   di  lemari  tukang roti kalau aku jalan ke pasar, rumah yang  bagus

dan kamar yang besar, jadi  tidak perlu  kerja keras mencari  barang-barang

bekas ditempat sampah, dan tidak akan  kelaparan  lagi.



Kalau sudah begitu, aku menangis  mengingat  kedua orang tuaku  yang  telah

tiada,   dan   membayangkan   Ayah  dan  Ibu  yang  saat  ini  sudah berada

disurga  dan   mereka  pasti  sedang makan enak, tidur di rumah yang besar.

Aku berharap  semoga aku  bisa menyusul mereka disurga.



Suatu  hari, ketika  sedang  berjalan  mencari sisa-sisa makanan di  tempat

sampah di kompleks  perumahan   Elite,  kepala saya  pusing, pandangan saya

gelap  dan setelah itu saya tidak tau lagi  apa  yang terjadi.



Saat  saya   tersadar,  ternyata  saya   berada  diatas tempat  tidur  yang

sangat   bagus  dan kamar  yang sangat besar,   baju yang aku kenakan  juga

sangat   bagus  dan  wangi .. . . . .pikirku  apakah saya sudah meninggal ?

dan  apakah ini  surga, kalau begitu dimana  Ayah dan  Ibu ?



Masih   dalam  kebingungan,   aku  melihat    sepasang suami istri  berdiri

didepan   pintu    dan    tersenyum   padaku.   Mereka  menghampiriku   dan

membawakan   makanan   yang   selama  ini  hanya  bisa aku lihat  dari luar

restoran ketika  aku sedang  mengemis didepan  pintu  restoran itu.



Dari   uraian   bapak  dan  ibu   itu  aku tau bahwa  mereka menemukan saya

didepan  rumah mereka  dalam keadaan pingsan  dan  nyaris  meninggal karena

kekurangan  cairan  dan   kurang   gizi.  Mereka  membawa  saya kerumah dan

memanggil  dokter   keluarga, jadi saya  tidak perlu dibawa ke Rumah sakit,

cukup dirawat  dirumah saja.



Singkat   cerita,   mereka   mengadopsi saya karena  setelah  sepuluh tahun

menikah   mereka   belum   juga  dikarunia   anak,  bahkan  setelah  mereka

mendapatkan   anak,   sikap   dan  perlakukan  mereka tidak pernah berubah,

tetap  memperlakukan saya  seperti anak  sendiri.



Saya  yang dulunya  hanya  anak  gelandangan, yang tidak punya waktu  untuk

bermain  dengan  teman-teman,  tidak ada waktu untuk  bercanda dan  tertawa

dengan  teman-teman  seperti layaknya  anak-anak  yang seusia  dengan saya,

merasa asing  dengan perubahan ini.



Sekalipun   orang tua angkat saya sangat mengasihi saya, membelikan  banyak

mainan   yang   bagus-bagus   tapi   saya  masih  belum  bisa melupakan apa

yang   terjadi  dimasa lalu.  Bayang-bayang masa lalu  masih  jelas dibenak

saya, kematian ayah  dan  Ibu masih  sering melintas dibenak saya.



Kesabaran dan  kasih  mereka padaku  yang  tak pernah berubah, lambat  laun

mengubahku   dan  mengembalikan  kepercayaan  diriku.   Tak ada alasan bagi

saya   untuk   tetap  bersedih  dan menyesali  apa yang sudah terjadi dalam

hidupku, saya bertekat  untuk membahagiakan  orang  tua  yang  sudah begitu

baik dan tulus padaku.



Mereka   tidak  hanya  memberikan  saya   makanan  dan  pakaian   tapi juga

pendidikan   yang   bagus   bahkan  disekolahkan  sampai ke luar negri  dan

saat  ini  saya dipercaya untuk  menjalankan  perusahaan  mereka.



Jadi   tidak  ada  alasan bagi bapak  untuk  berduka, orang  sukses seperti

bapak   seharusnya   mengucap  syukur, semua  sudah bapak miliki dan sangat

disayangkan  jika  suka cita  itu tidak terpancar didalam hidup  bapak.



Suka  cita  dan  kebahagiaan tidak  dapat  di peroleh dengan  materi, bapak

bisa  beli   apapun   yang  bapak  inginkan,  tapi  kita tidak bisa membeli

KEBAHAGIAAN.



                               Kejadian  4:7
  Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika
 engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat
          menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."




Sebenarnya   apa   yang  membuat   Pak   Brata    bermuram hati, kehilangan

semangat hidup ?



Beberapa   minggu  yang lalu,  sepulang dari  kunjungan  dari  cabang  yang

baru  yang akandi buka, dia melihat seorang anak kecil di tempat pembuangan

sampah  sedang  mengais-ngais  sisa-sisa makanan, sementara di disebelahnya

ada   anjing  kampung   yang   juga   melakukan   hal  yang  sama,  mencari

sisa-sisa   makanan.  Begitu  asyiknya   mengais-ngais  sampah, membuat dia

tidak    perduli     dengan    tikus-tikus   sampah    yang    berlari-lari

disekitarnya.



Apa  yang  dia  lihat   siang  itu,  menghantui pikirannya betapa  dia buta

selama ini, betapa egoisnya dia yang  tidak pernah mengucap syukur atas apa

yang sudah dia perolah.



Sejak  kecil,  Pak   Brata  tidak pernah  mengerti arti kekurangan makanan,

tidak  tau  apa  artinya  kelaparan,  tidak  pernah   mengerti  arti sebuah

keinginan  yang   tak  terwujud,  apapun yang dia inginkan  dengan mudahnya

didapat,  bahkan   terkadang  suatu  yang   tidak pernah dia pikirkan sudah

diberikan  oleh kedua orang tuanya.



Tidak  pernah  mengalami   kesusahan,  semua  serba ada  membuatnya   sulit

untuk  mengerti   rasa syukur  atas apa yang sudah diperoleh, sulit baginya

untuk  menghargai   berkat  yang  sudah  diterima.   Dia  menganggap segala

sesuatu    berjalan   bergitu   saja,   dan    hidup  ini  dijalani  dengan

aturan-aturan yang  sangat kaku.



Tapi  setelah  bertemu  dengan anak gelandang di tepat sampah  dan akhirnya

hari  ini  dia  bertemu  dengan  anak  muda  yang dulunya juga  gelandangan

membuatnya   malu  pada  diri sendiri.  Tak pernah sekalipun dia  bersyukur

atas  apa   yang  sudah diterima selama ini,  hidup penuh kelimpahan  tampa

pernah merasakan kelaparan, kehauasan dan penderitaan.



Kebahagiaan  tidak  hanya diperoleh  ketika kita  DIBERI  tapi juga  ketika

kita  MEMBERI  kepada orang  yang lebih membutuhkan dari kita.  Kebahagiaan

akan   menjadi  sempurna ketika  kita  dengan tulus mengulurkan tangan kita

kepada sesama yang membutuhkan  kita.



                                 Amsal  15
 15:13 Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati

                           mematahkan semangat.



Jika anda  bertanya,  apa hubungan antara  jeruk purut dengan Pak  Brata  ?

Jeruk  purut bukanlah buah yang  nikmat  untuk  dimakan atau dibuat  juice,

bagaimana  dengan  anda,  apakah  Jeruk purut  salah satu buah-buahan  yang

menjadi   kesukaan   anda  ?  (saya   minta maaf  jika menyinggung perasaan

anda  ).



Kalau  dilihat  dari   bentuk   nya,  jeruk  purut  jauh dari  Indah .. . .

kulitnya  tidak  mulus  seperti   jeruk  sunkis  atau jeruk  jenis lainnya,

rasanya  juga  kecut   atau   asam   jadi  mustahil  jika  buah ini menjadi

buah   kesukaan  anda   . Tidak berarti  jeruk  jenis  ini  tidak  berguna,

karena    Tuhan    menciptakan  segala  sesuatunya   sesuai  dengan  fungsi

masing-masing.  Kita  masih  bisa  memanfaatkan  daunnya untuk masakan  dan

buahnya  juga   masih   bisa  digunakan  untuk  obat  untuk membuat  rambut

segar  dan  ampuh  menghilangkan   ketombe  (red : ibu saya  bebarapa bulan

sekali  membuatkan  ramuan ini untuk kami sekeluarga).



Bagaimana dengan Pak  Brata, sekalipun diberkati luar  biasa, dicintai oleh

istri dan anak-anak tapi tetap merasa kurang bahagia dalam hdiupnya.



Beliau  merasa   tidak   mempunyai   arti,  hidup berjalan  apa adanya  dan

tidak  menyadari  bahwa diluar sana  banyak orang  yang membutuhkannya  dan

menanti uluran tangannya.



Apakah   masih  ada  keraguan  dalam   hati  dan  pikiran anda, bahwa  anda

diciptakan  sempurna  oleh  Tuhan ?



.  . . . .   atau selama ini anda  merasa  gagal  dalam  hidup, dan membuat

anda  putus harapan, tapi satu hal  yang  ingin saya sampaikan bahwa   anda

dan   saya    diciptakan    untuk   sesuatu   yang   berharga,  kita  mulia

dihadapanNya   . . .



Minta   Tuhan,  mengajari  anda   untuk   selalu  bersuka  cita, hidup anda

dipenuhi  tawa   dan canda  dan yang paling penting, bersyukur dalam segala

hal !



Sekali lagi saya katakana,  anda  dan saya  berharga dimataNya  .. . ..



                                 Lukas  12
   12:7 bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan

     takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.



Written by, Sari Tarigan






Gbu,
SariHati   Indah  Tarigan
Ph : +62 - 549 - 21152   Ext. :  158


===========================================================================
This email is confidential.  If  you are not the  addressee tell the sender
immediately  and destroy this  email without using,  sending or storing it.
Emails are not secure  and may suffer  errors, viruses, delay, interception
and amendment.  The Trakindo Group of Companies do not accept liability for
damage   caused   by   this   email   and   may   monitor   email  traffic.
Unless expressly stated, any opinions are the sender's and are not approved
by  the  Trakindo  Group  of  Companies  and  this  email  is not an offer,
solicitation,     recommendation     or    agreement    of    any     kind.
===========================================================================




o)----------------------[ Hapus dan Edit Pesan yang tidak perlu 
]----------------------(o

Haleluya, Glory to the Holly Lamb, Praise Jesus ! Our God is an Awesome God !

PROMOSI Toko Buku RDSB http://tokobuku.rdsb.org
+ Khotbah MP3 Harga Hemat
+ VCD Peter Youngren, Moris Cerullo, dan masih banyak lagi

o)---------------------------( Milis ini didukung oleh I-KAN 
)--------------------------(o

http://rdsb.org ; http://beritasorgawi.com ; http://ob.or.id ; 
http://revival.or.id
Berhenti dari Milis : [EMAIL PROTECTED] Langganan Milis : [EMAIL PROTECTED]
Administrasi & Teknis : [EMAIL PROTECTED]
petunjuk nomail,mail,digest,gantiemail : [EMAIL PROTECTED]
Untuk info lebih lanjut kunjungi web kami di http://revival.or.id

Kirim email ke