\o/ \o/~~~~~~~~(((( Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh Roh, Gal.5:25 ))))~~~~~~~\o/ \o/
From: sunanto choa

Bila Orang Benar Harus Menderita
Oleh: Sunanto

Ayb 42:5 “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.”

Bila ada orang jahat, misalnya seorang pembunuh yang menderita itu merupakan hal yang adil dan wajar.
Namun bila ada orang yang hidupnya saleh harus menderita maka itu kelihatannya tidak adil.
Kisah Ayub menggambarkan bagaimana seseorang yang hidup saleh dan takut akan Tuhan justru harus mengalami penderitaan yang sangat berat.
Saya sendiri banyak mengalami penderitaan dan juga banyak melihat orang lain yang menderita namun saya belum pernah melihat ada orang yang mengalami penderitaan seberat Ayub.

Satu hal yang pasti, sumber penderitaan yang kita alami bukanlah dari Tuhan tetapi Tuhan mengijinkannya terjadi untuk mendatangkan kebaikan bagi hidup kita.
Iblis memang sangat suka membuat kita menderita tetapi sebenarnya dia bukan merupakan sumber penderitaan itu.
Saya ingin memberitahukan sebuah fakta yang kurang enak namun perlu anda ketahui yaitu bahwa sumber penderitaan itu sesungguhnya adalah diri kita sendiri ( Yak 1:14).
Penderitaan menunjukkan ada bagian dalam diri kita yang perlu diubah, dipulihkan dan ditransformasikan.
Hal ini sama seperti bila tubuh jasmaniah kita sakit, misalnya demam maka demam itu bukan penyakitnya melainkan hal itu hanya sebuah sinyal yang menunjukkan ada yang tidak beres ( infeksi) dalam tubuh kita.
Obat yang kita makan bukanlah untuk menyembuhkan/melawan demam tersebut melainkan untuk menyembuhkan bagian tubuh yang infeksi sebab itulah sumber penyakit yang sebenarnya.
Penderitaan bukanlah sebuah penyakit melainkan hanya sebuah sinyal bahwa ada bagian dalam jiwa kita yang sakit.
Kesalahan yang sering terjadi dalam sebuah konseling adalah seorang konselor tidak mengetahui bahwa penderitaan/masalah yang sedang dihadapi pasiennya bukanlah sumber penyakit yang sebenarnya.
Seringkali kita mencoba untuk memberi sekedar obat pereda rasa sakit tetapi tidak menyentuh akar persoalan sehingga orang yang bermasalah itu hanya sembuh untuk sementara.
Hal inilah yang menyebabkan mengapa banyak konselor yang bingung mengapa orang yang mereka layani tidak mengalami sebuah terobosan menuju hidup berkemenangan.

Tujuan Tuhan mengijinkan penderitaan bukanlah untuk membuat kita susah melainkan untuk membuat kita sadar bahwa ada penyakit dalam jiwa kita yang perlu disembuhkan.
Kita semua merupakan orang yang lahir dalam keadaan sakit jiwanya akibat natur dosa yang kita bawa, ditambah lagi dengan pengaruh lingkungan dan salah asuh dari orang tua yang membuat penyakit itu semakin parah.
Kita mengasihi orang lain karena kita membutuhkan mereka untuk memuaskan keakuan kita.
Hal ini bukan kasih melainkan manipulasi sebab kasih yang sejati itu tanpa syarat.
Kasih yang sejati tidak dipengaruhi oleh kondisi objek yang dikasihi.
Allah tetap mengasihi kita sekalipun kita hidup dalam dosa sebab Allah adalah kasih sehingga Dia tidak bisa tidak mengasihi.
Sebenarnya kita semua merupakan pecandu-pecandu dimana kita mencandui dukungan, penghargaan dan perasaan dibutuhkan dari orang lain.
Kita mengejar jabatan, popularitas dan gelar hanya untuk memuaskan kecanduan tersebut.
Namun kita sukar untuk menyadari bahwa kita merupakan orang yang sakit sampai kita diijinkan mengalami penderitaan dan situasi yang terjepit.
Bersyukurlah bila Tuhan mengijinkan penderitaan dalam hidupmu sekalipun anda sudah hidup benar dihadapanNya sebab itu tandanya Ia ingin memulihkan dan memakai hidupmu bagi kemuliaanNya.

Kisah Yakub mengambarkan bagaimana seseorang yang mencari identitas akibat tidak menerima pengakuan dari seorang Ayah.
Sebenarnya yang dibutuhkan oleh Yakub bukanlah hak kesulungan melainkan yang ia butuhkan adalah sebuah pengakuan.
Sumber penderitaan Yakub bukanlah Esau melainkan dirinya sendiri yang sakit.
Setelah Yakub dipulihkan dan memperoleh indentitas dari Allah ketika ia bergumul di sungai Yabok maka dengan sendirinya ia  bisa berdamai dengan Esau.
Tatkala sumber masalah Yakub yang sebenarnya selesai maka masalahnya dengan Esau juga selesai.
Jika kita ingin mengubah orang lain maka hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mengubah diri kita dulu.
Jangan bermimpi untuk dapat mengubah dunia bila anda belum mengubah diri anda.

Setelah kita selesai dalam menjalani pr oses pendewasaan seperti yang dialami Ayub maka kita akan mengalami Allah bukan hanya sekedar mengetahui.
Kita akan mengalami sebuah tingkat keintiman dan pengenalan akan Allah dalam sebuah dimensi yang baru.
Selain itu kita juga akan bisa melihat kemuliaan Allah dalam diri orang lain sama seperti Yakub bisa melihat kemuliaan Allah di wajah Esau setelah ia dipulihkan ( Kej 33:10).
Kita tidak akan meletakkan orang lain lebih tinggi atau lebih rendah sebab  posisi semua orang sama dihadapan kita.
Kita akan memperlakukan seorang Presiden sama seperti memperlakukan seorang pengemis di jalanan sebab pada keduanya kita dapat melihat kemuliaan Allah.
Kita tidak akan lebih mengasihi orang yang menguntungkan kita atau lebih tidak mengasihi orang yang merugikan kita.
Yang ada pada kita hanyalah cinta yang sejati yaitu kasih yang tanpa syarat.
Inilah tujuan akhir dari semua krisis dan penderitaan yang Tuhan ijinkan menimpa hidup kita yaitu agar kasihNya dicurahkan dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita  !
o)----------------------[ Hapus dan Edit Pesan yang tidak perlu ]----------------------(o

Haleluya, Glory to the Holly Lamb, Praise Jesus ! Our God is an Awesome God !

PROMOSI Toko Buku RDSB http://tokobuku.rdsb.org
+ Khotbah MP3 Harga Hemat
+ VCD Peter Youngren, Moris Cerullo, dan masih banyak lagi

o)---------------------------( Milis ini didukung oleh I-KAN )--------------------------(o

http://rdsb.org ; http://beritasorgawi.com ; http://ob.or.id ; http://revival.or.id
Berhenti dari Milis : [EMAIL PROTECTED] Langganan Milis : [EMAIL PROTECTED]
Administrasi & Teknis : [EMAIL PROTECTED]
petunjuk nomail,mail,digest,gantiemail : [EMAIL PROTECTED]
Untuk info lebih lanjut kunjungi web kami di http://revival.or.id

Kirim email ke