\o/ \o/~~~~~~~~(((( Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh Roh, Gal.5:25 ))))~~~~~~~\o/ \o/
 
IMAN YANG BERBUAH
Bacaan: Yohanes 15:1-8

“Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (1 Yohanes 2:6)

Seseorang akan disebut Kristen biasanya karena tertulis di KTP, atau kerap datang ke gereja. Tetapi kebanyakan orang tersebut tidak menyadari makna Kekristenan yang sesungguhnya. Sekalipun ia telah lama menjadi orang Kristen atau menjadi aktivis disebuah pelayanan gereja hal itu bukanlah menjadi tolok ukur yang benar.
Setelah orang menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi, cukupkah hanya sampai disitu? Ketika kita menyadari betapa besar cintaNya pada kita sehingga Ia rela mati bagi kita, banyak hal yang seharusnya dapat kita lakukan bagiNya.
 
Pada pelajaran tentang pokok anggur yang benar kita menemukan tiga hal penting yang Yesus ajarkan untuk menjadi seorang Kristen yang berbuah:
1. Tinggal dalam firman Tuhan, artinya siap untuk dibersihkan dan masuk dalam proses pembentukan melalui kondisi, keadaan dengan sesama manusia (Yoh. 15:2). Terkadang Tuhan ijinkan penderitaan dan kepahitan terjadi dalam hidup kita, banyak karakter dan sikap hidup kita yang harus dihilangkan untuk kita dapat dipakaiNya. Dengan tinggal diam di dalam firmanNya kita belajar mengerti kehendakNya, bukannya hidup untuk memuaskan kedagingan kita.
2. Beriman dan yakin pada Tuhan, artinya memilih percaya penuh pada Tuhan dalam kondisi apapun sehingga kita mampu melewati badai seberat apapun juga.
3. Menghasilkan buah. Buah adalah bagian yang dapat dinikmati karena buah pertumbuhan tampak dan menunjukkan jenis. Sedangkan iman adalah sesuatu yang diri sendiri nikmati.
Jadi, peliharalah iman, agar bertumbuh dan berbuah (Yoh. 15:16b). Dengan demikian akan terpancar kemuliaan Tuhan. Sehingga orang lain diberkati lewat hidup kita dan menyadari bahwa kita adalah rekan kerja Tuhan di dunia ini. Sebagaimana kita tahu bahwa diluar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa, tetapi bersamaNya kita dimampukan untuk melakukan kehendakNya bahkan dalam Dia kita dapat berbuah lebat bagi kemuliaanNya. Tetapi setiap jiwa yang tidak berbuah akan dipotong dan dibersihkan bahkan akan dicampakkan dan dibakar. (NL)

Doa: Ya Tuhan, Bapa di surga, beri kami kekuatan untuk melakukan setiap firmanMu sehingga hidup kami dapat menghasilkan buah yang Kau kehendaki. Amin.!

BUAH-BUAH KEHIDUPANNYA ADALAH TOLOK UKUR KEIMANAN SESEORANG
=====================================================

PENYERTAAN TUHAN
Bacaan: Yesaya 41:10-13

“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab aku ini Tuhanmu;...” (Yesaya 41:10)

Akhir-akhir ini begitu banyak anak Tuhan yang sedang mengalami tekanan hidup dan penderitaan, khususnya dalam masalah rumah tangga, ekonomi, dan pekerjaan, sehingga tanpa kita sadari rasa takut sangat menguasai hati pikiran kita.
Sementara kita mengalami berbagai tekanan ini, Tuhan datang memberikan rasa aman pada kita. Namun, kadangkala kita tidak menyadari akan hal ini karena kita terus larut dalam masalah yang kita hadapi. Seringkali kita melihat masalah kita itu lebih besar dari kuasa Tuhan, sehingga rasa takut selalu dominan. Kenapa banyak anak-anak Tuhan yang masih sering dilanda kekuatiran dan ketakutan dalam hidupnya? Kita akan mempelajari beberapa hal berikut ini:
1. Rasa takut dapat terjadi karena kita sering memanjakan iman kita. Rasa takut atau kuatir dalam kehidupan kita apapun penyebabnya pada akhirnya hanya akan membawa dan menyeret kita pada suatu kehidupan Kekristenan yang mandul atau tidak berbuah sama sekali. Seringkali kita terlalu memanjakan kehidupan iman kita sehingga terkadang kita lengah dan tidak berjaga-jaga. Iman kita menjadi iman yang suam-suam kuku sehingga Begitu masalah datang menerpa dengan mudahnya rasa takut itu muncul dan menguasai kehidupan kita. Padahal Tuhan sudah berjanji melalui firmanNya bahwa pencobaan-pencobaan yang kita alami tidak akan melebihi kemampuan kita.
2. Rasa takut dapat terjadi karena kita tidak melibatkan Tuhan dalam menghadapi masalah. Tuhan memberikan undangan yang teramat indah kepada setiap anak-anakNya yang sedang mengalami beban berat, Dia mengatakan,”Marilah kepadaKu hai kamu yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan bagimu.” (Mat. 11:28). Seringkali begitu masalah datang yang pertama kali terjadi adalah kita menjadi bingung dan takut atau kuatir, sehingga undangan Tuhan ini terlupakan. Padahal apabila dengan segera kita melibatkan Tuhan untuk menolong kita dengan kita berharap dan bersandar pada janji-janjiNya maka tangan Tuhan yang berkuasa itu akan menyatakan mukjizatNya buat kita. (NL)

Doa: Ya Tuhan, Bapa di sorga, ampunilah kami kalau kami sering melupakan kuasaMu. Mulai sekarang kami mau berlindung hanya kepadaMu. Amin.!

ORANG YANG SELALU MENGANDALKAN TUHAN PASTI AKAN KELUAR
=================================================
From: Yogi Triyuniardi

KESAKSIAN - LUPUT DARI GEMPA DI JOGJA

Seorang penginjil bernama Daud menceritakan sebuah kesaksian dalam kebaktian yang di pimpin olehnya.
"Saudara-saudara, saya adalah salah satu orang yang paling beruntung, yang bisa luput dari gempa di jogja.
Ceritanya begini. Saya dan isteri sebenarnya berdomisili di kota solo. Ketika isteri saya hamil tua, ia menyarankan agar kami pindah ke kota Jogja, karena disana masih ada orang tua isteri saya dan saudara-saudaranya, sehingga ketika bayi kami lahir, ada yang momong (mengurusi, red)."

Lalu kami kontrak selama setahun di kota jogja. Hal itu berlangsung dari awal januari 2005 sampai akhir desember 2005. Anak saya lahir bulan november 2005.
Ketika kontraknya mau habis, oleh teman saya, disarankan agar kami memperpanjang selama setengah tahun lagi, dengan pertimbangan bahwa anak saya sudah cukup besar dan tidak terlalu repot ketika nanti kami pulang ke solo.

Pada bulan Februari, Tuhan berbicara pada saya.
Daud.
Ada apa, Tuhan?
Pergilah dari jogja.
Kenapa, Tuhan?
Jangan banyak tanya, lakukan saja perintahKu.

Saya bertanya-tanya dalam hati, apa yang hendak diperbuat oleh Tuhan. kemudian saya mengajak isteri saya untuk pergi dari jogja, kembali ke rumah kami di Solo. Isteri saya tidak setuju. anak kami masih kecil, dan di Solo tidak ada yang mengurusi.

Bulan April, Tuhan kembali berbicara pada saya.
Daud, pergilah dari Jogja, karena Aku akan menginjakkan kakiKu di laut. Akan ada gempa.
Kapan itu terjadi, Tuhan?

Tidak ada jawaban. Tapi, Tuhan telah berencana. pasti akan terjadi. Saya harus memaksa isteri saya, pikir saya dalam hati. Lalu saya berkata pada isteri saya, kita harus pergi tinggalkan Jogja, secepatnya. kenapa? tanyanya.
Saya berkata, akan terjadi sesuatu.
Isteri saya balik tanya, sesuatu apa? Saya menjawab, pokoknya terjadi sesuatu. Saya berusaha tidak menyebut gempa, karena takut orang sekeluarga geger. Selain itu, Tuhan belum tetapkan waktunya.

Isteri saya tetap menolak. Sebab yang dipikirannya adalah kerepotan yang akan timbul, kalau sampai kita pindah rumah. Saya mulai memaksa. Okey kalau begitu, kamu pilih, mau ikut suamimu atau ikut orang tuamu?
Saya sedikit menggertak. Maklum, bekas dukun sakti, biasa menggertak orang. Akhirnya isteri saya menjawab, ikut suami. Tapi ia bertanya, siapa yang ngurusi pindahan? Saya, karena tahu waktunya begitu mendesak, spontan berkata: Saya sendiri!

Lalu, setelah selesai pindah2an, dan menata kembali barang2 perabotan di rumah kami di Solo, pada awal bulan mei, Tuhan menyatakan FirmanNya pada saya.

Dengan kudaMu, Engkau menginjak laut, timbunan air yang membuih. Ketika aku mendengar nya, gemetarlah hatiku, mendengar bunyinya, menggigillah bibirku; tulang-tulangku seakan-akan kemasukan sengal, dan aku gemetar di tempat aku berdiri; namun dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan, yang akan mendatangi bangsa yang bergerombolan menyerang kami. (Habakuk 3:15-16)

Saya kembali bertanya, kapan, Tuhan?
Tuhan tidak menjawab.
Tetapi saya tahu bahwa waktunya semakin dekat. Saya berusaha memperingatkan keluarga isteri saya dan berusaha untuk membatalkan rencana perkawinan saudara isteri saya yang akan dilaksanakan pada bulan Juni. Diundur sajalah, sebab Tuhan bilang akan terjadi sesuatu. kata saya pada mereka. Saya kemudian berusaha mengumpulkan persediaan makanan dan kebutuhan pokok di rumah saya di Solo. Bahkan sampai arang sekalipun saya beli, sebab jika terjadi gempa, pasti minyak tanah susah di dapat, pikir saya.

Ketika menjelang hari-H, pada hari kamisnya (25/5; Hari raya kenaikan Tuhan Yesus), isteri saya telepon ketika saya berada diluar kota, sedang pelayanan. Mana gempanya pak? rupanya isteri saya meragukan apa yang saya dengar dari Tuhan. dan saat hari jumat, ketika sedang berkotbah di Bandung, Tuhan berkata dengan jelas, Sekarang Aku akan menginjakkan kakiKu di laut.

Sabtu pagi (27/5), jogja terkena gempa dahsyat.
Keluarga isteri saya, yaitu ibunya beserta kedua anaknya, berhasil selamat dan langsung melarikan diri ke Solo dengan menggunakan sepeda motor. sampainya mereka ke rumah saya, ketika saya berada di rumah, saya berkelakar. Saya tahu bahwa kalian akan mengungsi ke tempat saya, jadi saya sudah siapkan makanan yang banyak.

Itulah kesaksian tentang Tuhan saya, Yesus, yang meluputkan saya dari bencana, sebab orang yang dekat padaNya tidak akan pernah dikecewakan, selalu dilindungi dan diberkati. Haleluya!

Engkau berjalan maju untuk menyelamatkan umatMu, untuk menyelamatkan orang yang Kau urapi. Engkau meremukkan bagian atas rumah orang-orang fasik dan Kau buka dasarnya sampai batu yang penghabisan. (Habakuk 3:13)

Tuhan Yesus memberkati.
o)----------------------[ Hapus dan Edit Pesan yang tidak perlu ]----------------------(o

Haleluya, Glory to the Holly Lamb, Praise Jesus ! Our God is an Awesome God !

PROMOSI Toko Buku RDSB http://tokobuku.rdsb.org
+ Khotbah MP3 Harga Hemat
+ VCD Peter Youngren, Moris Cerullo, dan masih banyak lagi

o)---------------------------( Milis ini didukung oleh I-KAN )--------------------------(o

http://rdsb.org ; http://beritasorgawi.com ; http://ob.or.id ; http://revival.or.id
Berhenti dari Milis : [EMAIL PROTECTED] Langganan Milis : [EMAIL PROTECTED]
Administrasi & Teknis : [EMAIL PROTECTED]
petunjuk nomail,mail,digest,gantiemail : [EMAIL PROTECTED]
Untuk info lebih lanjut kunjungi web kami di http://revival.or.id

Kirim email ke