Supaya tidak ada salah persepsi mengenai Manfaat Pensiun dan Tunjangan Kesehatan setelah Pensiun, tidak benar bahwa kita tidak akan mendapatkan manfaat pensiun pada saat pensiun kelak. Yang benar adalah kita pasti akan menerima Manfaat Pensiun, tapi kita tidak akan memperoleh Tunjangan Kesehatan dan Tunjangan Hari Tua. Namun besar Manfaat Pensiun yang akan kita terima akan lebih besar dibanding "senior" kita yang telah menjadi peserta Dana Pensiun sebelum 20 Aprl 1992 karena ada perbedaan formula perhitungan. Selengkapnya silakan baca :
X-Sender: [EMAIL PROTECTED]
X-Mailer: QUALCOMM Windows Eudora Pro Version 3.0.5 (32)
Date: Wed, 07 Mar 2001 16:31:50 +0700
To: Nugroho Setio Budi <[EMAIL PROTECTED]>
From: "Syahrim, HR Department Divre I" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Pot Iuran Dana Pensiun dan Taspen
Cc: Dirwandi <[EMAIL PROTECTED]>,
Iwan Setiawan <[EMAIL PROTECTED]>,
Acep Arna Hikmat <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
Yth. Bp. N. Setiobudi
Terima kasih atas masukkannya tentang perlunya disosialisasikan KD. 38 tentang Fasilitas Kesehatan dan untuk ini akan saya sampaikan ke Bagian Pengembangan SDM (yang punya wewenang).
Potongan Iuran Dana Pensiun pada payroll adalah merupakan kewajiban peserta Dana Pensiun yang Manfaat Pensiunnya akan diterima pada saat Pensiun.
a. Perhitungan untuk peserta sebelum tanggal 20 April 1992 dgn rumus :
�� # MP = 1,632(MK x F x Gaji Dasar) + 60.000,-
���� Masih dibayarkan THT
b. Perhitungan untuk peserta setelah tanggal 20 April 1992 Dengan Rumus :
�� # MP�� = MK x F x PhDP
���� MP�� = Manfaat Pensiun
���� MK�� = Masa Kerja
���� F��� = Faktor penghargaan masa kerja per tahun ditetapkan seb. 2,5%
���� PhDP = Penghasilan Dasar Pensiun (2,4 x Gaji Dasar)
���� Tidak ada lagi penyelengaraan THT
Potongan Taspen pada Payroll adalah Iuran/ Premi yang dibayarkan sebagai peserta Asuransi yang Manfaatnya akan diterima antara lain :
a. Peserta aktif bekerja, Istri/Suami/anak meninggal dunia
�� # Askem Istri/Suami : 1,5 x P (Gaji Dasar)
�� # Askem Anak������� : 0,75 x P (Gaji Dasar)
b. Peserta berhenti dgn hak pensiun :
�� # THT : 0,55 x MI(Masa Iuran) x P (Gaji Dasar)
c. Berhenti karena meninggal dunia (semasa masih aktif) :
�� # THT : 0,55 x Y x P (Gaji Dasar)
���� Y = Selisih antara usia 56 dgn usia pd saat menjadi peserta.
�� # Askem : 2 x P (Gaji Dasar)
d. Berhenti bukan karena pensiun atau bukan karena meninggal dunia :
�� # Hak Nilai Tunai : Faktor x P (Gaji Dasar)
���� Faktor = suatu besaran dalam tahun dan satuan masa iuran sejak peserta diangkat�������������� mengiur yg digunakan dalam pembayaran Nilai Tunai
�
SETELAH PENSIUN
a. Pensiun Meninggal Dunia
# Askem : 2 x (1+0,1xB/12) x P (Gaji Dasar)
� B = Jumlah bulan yg dihitung sejak tanggal peserta diberhentikan dgn hak Pensiun s/d�������� tanggal peserta meninggal dunia.
� Hak asuransi minimal Rp. 40.000,-
b. Istri/ Suami Pens Meninggal dunia
# Askem : 1,5 x (1+0,1C/12) x P (gaji Dasar)
� C = Jumlah bulan dihitung sejak tanggal peserta berhenti dgn hak pensiun s/d istri/���������������� suami peserta meninggal dunia. Hak asuransi minimal Rp. 30.000,-
Semoga informasi ini dapat disampaikan kepada teman-teman lainnya, terima kasih
At 06:26 PM 6/03/01 +0700, you wrote:
>Pak Syahrim Yth
>
>Sehubungan degan adanya KD tersebut dibawah, mohon kiranya agar KD tersebut
>dapat disosialisasikan kepada kami agar kami dapat mengetahui isi dan
>maksud yang terkandung didalamnya karena KD tersebut berdampak kepada kami
>secara langsung dikemudian hari (selama terus di Telkom).
>
>Sehubungan dgn hal tsb di atas, ada satu hal yang saya ingin mendapatkan
>keterangan dari bapak, tentang pemotongan gaji pada payroll yakni Taspen
>dan Iuran dana Pensiun setiap bulannya. Apakah kedua potongan tersebut
>dialokasikan untuk kebutuhan pensiun atau bukan ? (mohon maaf jika sampai
>saat ini saya belum mengetahuinya).
>
>Terima kasih banyak Pak, atas bantuan dan penjelasannya.
>
>Hormat kami
>N. Setio Budi
>Bag. Interkoneksi / Wartelko
>
>At 04:56 PM 3/6/01 +0700, Syahrim, HR Department Divre I wrote:
>>
>>Bapak dan Ibu Yth.
>>
>>Menindak lanjuti pemberitahuan kami tentang Presentasi dari PT. Asuransi
>>Tugu Mandiri, bahwa Presentasi akan dilaksanakan :
>>
>>Hari / tanggal� :� Senin / 12 Maret 2001
>>Jam������������ :� 09.00 Wib
>>Tempat��������� :� Hotel Dirga Surya Jl. Imam Bonjol No.6 Medan
>>
>>Pemberitahuan per nota Dinas ke masing-masing Kabid akan kami kirimkan
>segera.
>>Atas perhatian rekan-rekan kami ucapkan terima kasih.
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>Bapak dan Ibu YTh.
>>
>>Sesuai dengan Nota Dinas Direktur SDM No. C. Tel-212/KU000/SDM-11/2000
>>tanggal 12 Desember 2000 dan Nota Dinas Kadivre I Sumatra No. C.
>>TEL-7/KU000/RE1-052/2001 tanggal 16 januari 2001 perihal proposal program
>>dana kesehatan pensiun, bahwa PT. Asuransi Tugu Mandiri menawarkan program
>>dana kesehatan Pensiun.
>>
>>Penawaran ini hanya ditujukan kepada karyawan yg diangkat sebagai calon
>>Pegawai sejak dan setelah 1 November 1995 yang pada saat pensiun, fasilitas
>>kesehatannya tidak ditanggung oleh Perusahaan termasuk kesehatan
>>keluarganya sesuai dengan keputusan Direksi No. KD. 38/PS610/SDM-10/2000
>>tanggal 29 September 2000 tentang Fasilitas Kesehatan.
>>
>>Sehubungan dengan hal tersebut, PT. Asuransi Tugu Mandiri merencanakan akan
>>melakukan presentasi kepada rekan-rekan yang waktu dan tempat akan saya
>>beritahukan lebih lanjut menunggu informasi dari PT. Asuransi Tugu Mandiri.
>>
>>Semoga rekan-rekan berkenan hadir pada saat presentasi nanti, demi
>>kesehatan kita dan keluarga dimasa pensiun nanti. Atas perhatian
>>rekan-rekan kami ucapkan terima kasih.
>>
>>NB. Bagi rekan-rekan yg tdk terkirim mohon dapat diinformasikan
>>
>
>
>
