Pak Fadchi, Saya juga sudah sedikit ngobrol dg Pak Rajab/Kadin Mannet kebetulan salah satu yg ditawan adalah teman seangkatan suslia saya & Pak Rajab (Pak Edy Suryanto). Dan ternyata memang usulan Pak Nanta tsb juga sudah ditempuh, tapi tak salah bila terus dioptimalkan. Saran saya u/ shorterm (pembebasan) a.l. : 1. Jalan melalui uang tebusan, secara institusi sepertinya akan sulit krn Pangdam akan menilai kita ikut membiayai GAM/OTK. Sementara itu juga akan mjd perulangan oleh pelaku di kemudian hari. Saran saya ditempuh melalui jalur sekar untuk mengumpulkan dana melalui karyawan secepatnya, sambil kontak dg pelakuterus/jangan putus (mengulur waktu). Ketua DPD sana secepatnya koordinasi dg DPW u/ konsolidasi seluruh DPD (tulisan ini saya tembuskan ke ketua DPD SBS). Kmd bila kurang cukup maka bantuan dr perus bisa dititipkan kesitu (diakui sbg gotong royong karyawan). Saya bantu juga kontak dg Pak Armansyah (Ketua DPW). 2. Tetap konsolidasi dg Pangdam dan tdk salah bila kita berkeinginan membebaskan kawan kita melalui butir 1 atas inisiatip karyawan (melalui Sekar) bukan perus. Jadi di sini institusi perus. tdk kita kedepankan. Mungkin ini akan lebih fleksibel. 3. Kmd juga jalur melalui ulama & IAIN tetap dijalankan terus. 4. Apabila memang jelas-jelas itu GAM (kalau ini mungkin justru mempermudah caranya, krn jalur diplomatik bisa masuk, lain kalau rampok), maka tak salah segera melaporkan ke institusi terkait untuk ditempuh jalur diplomatik (cuman informasinya hrs sangat akurat krn menyangkut kredibilitas negara).
Mungkin baru itu yang bisa saya sarankan sambil cari lagi (tak mikir dulu yah...). Untuk yg longterm nanti dululah..... AAS At 01:46 PM 5/17/02 +0700, you wrote: >Rekans Fadchi dan semuanya.. > >Memang kejadian ini sangat menyesakkan..remind if happen to us.. >Terus terang meskipun saya ada keturunan Aceh..saya juga tidak >paham betul sebenarnya apa yang sedang terjadi di Aceh saat ini. >
