Pak Awang
Apa gamping Kujung ini merupakan seal dari lapisan overpressure di
bawahnya...?
terus apakah lumpur ini menyembur hanya di satu tempat / di well atau juga
di tempat - tempat yang lain....?
Apakah ada wells lain yang menembus formasi yang sama di tempat lain yang
mengalami hal yang sama...?
Apakah formasi overpressure shale itu tidak terdeteksi di seismic ...?
Kalau memang gamping itu merupakan seal dari lapisan overpressure di
bawahnya dan gamping itu fracture karena faults ya repot juga.
apa injeksi wells bisa membantu...?
bagaimana kalau dipaksa masukkin casing langsung sampai menutup ke zona
fracturenya dan baru di dipompa semen ....?
Regards
Kartiko-Samodro
Telp : 3852
|---------+---------------------------->
| | "Awang Harun |
| | Satyana" |
| | <[EMAIL PROTECTED]|
| | om> |
| | |
| | 07/06/2006 11:26 |
| | AM |
| | Please respond to|
| | iagi-net |
| | |
|---------+---------------------------->
>-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
|
|
| To: <[email protected]>
|
| cc:
|
| Subject: RE: [iagi-net-l] "semburan" lumpur dan gas didekat jaln
tol SBY |
>-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
Pak Amin,
Loss terjadi begitu masuk ke gamping Kujung. Bau menyengat H2S di semburan
lumpur itu mungkin berasal dari material di level ini. Tetapi itu segera
hilang, dan digantikan lumpur panas yang terus-menerus keluar. Di atas ada
banyak sedimen volkaniklastik, termasuk yang di dalam wilayah
overpressured-nya. Lumpur diketahui juga mengandung material volkanik.
Sebagian kecil saja kelihatannya material lumpur pemboran yang dulu loss
masuk ke formasi disemburkan balik, sebab jumlah total lumpur yang
sekarang
tersembur sudah sangat jauh melampaui jumlah lumpur pemboran yang hilang.
Artinya ini semburan lumpur dari sedimen subsurface yang mengalami
liquefaction. Ia tersembur karena masih punya tekanan dan ada konduitnya
ke
atas. Pipe sticking di zone overpressure kelihatannya menunjukkan bahwa
overpressure mungkin memegang peranan penting di sini.
Salam,
awang
-----Original Message-----
From: Amir Al Amin [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, June 07, 2006 9:23 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] "semburan" lumpur dan gas didekat jaln tol SBY
Pak Awang bagaimana kondisi sumurnya sendiri?
Saya baca di koran sempat terjadi loss total, sebelum kejadian.
Ada kemungkinan memang pengeborannya sendiri
mengalami masalah. Seperti problem di penyemenan, casing bocor,
sehingga memungkinkan fluida dari tekanan yang lebih tinggi
mengalir ke tekanan lebih rendah, bahkan ke permukaan tanah. Bisa
lewat belakang casing atau fracture. Tidak harus ada overpressure
dalam kejadian seperti ini.
Mungkin ada permasalahan politis/ ekonomis, sehingga pihak Lapindo
mengatakan tidak ada hubungan pengeboran dengan semburan lumpur dan
gas.
On 6/6/06, Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Iman,
Wah sayang saya terlewat nonton acara tersebut, tetapi keterangan Ibu Sri
Mulyani sangat logis sebab sekuen yng ditembus sumur itu banyak sedimen
volkaniklastiknya, sehingga kalau semburan lumpurnya banyak material
volkanik ya wajar saja. Hanya, bagaimana tahu bahwa itu retakan2 hasil
bentukan abad ke-13. Kemarin ini teman2 Lapindo menafsirkan ulang semua
sesar yang mungkin ada di sekitar wilayah itu, dan rasanya tak mungkin itu
hasil Kuarter apalagi beberapa ratus tahun yang lalu.
1. Sumur dibor di daerah Kendeng yang merupakan jalur depresi dalam sejak
Neogen. Banyak sedimen turbidit diendapkan di sini, termasuk material
volkaniklastiknya, maka memang ini wilayah overpressured akibat dewatering
yang gagal oleh proses sedimentasi yang terlalu cepat.
2. Mungkin yang dimaksud posisi asal lumpur ? belum diketahui dengan
baik, asal lumpur bisa dari sekuen 3000an ft sampai hampir 10.000 ft. Di
situ kan banyak formasinya dari Pucangan, Wonocolo, Tuban, sampai ekivalen
Kujung atas atau Prupuh.
3. Rencananya IAGI akan ikut menyelidiki masalah ini, bekerja sama dengan
ITB (itu baru info selintas).
Salam,
awang
-----Original Message-----
From: Iman Argakoesoemah [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, June 06, 2006 1:39 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] "semburan" lumpur dan gas didekat jaln tol SBY
Pak Awang,
Tadi malam saya nonton MetroTV sekitar jam 10:35, disebutkan bahwa lumpur
yang kadang-kadang muncul tersebut banyak mengandung silika dan susunannya
sama dengan abu Merapi. Tayangan melebar ke berbagai tempat di kabupaten
dekat Jogya dan beberapa pendapat termasuk para pakar dari UGM, UPN, ITB,
dan pengamat gempa/gunung api (Ibu Sri Mulyani yang memperlihatkan bekas
situs yang rontok dan ambles). Oleh Ibu Sri Mulyani disebutkan bahwa
lumpur
yang muncul ke permukaan melalui retakan-retakan terjadi sejak abad ke 13
(sayang saya tidak mendengarkan secara lengkap alias mulai ngantuk).
Pertanyaan saya:
(1) Apakah ada percampuran komposisi antara lumpur hasil sedimentasi
cepat yang disemburkan dengan material dari gunung api sewaktu masih dalam
kondisi subsurface ? Saya pikir mungkin komposisinya tidak sama karena abu
gunung api lebih banyak "gelas" dibandingkan dengan silika yang terbawa
oleh lumpur sedimentasi cepat.
(2) Secara stratigrafi, apakah posisi lumpur (mud) ini saat ini sangat
dangkal ? Kira-kira formasi apa ?
(3) Apakah IAGI sudah melakukan dokumentasi kejadian alam seperti ini
untuk pembelajaran kita semua termasuk mahasiswa dan masyarakat umum saat
ini dan dikemudian hari (misal disimpan di website). Hal ini mungkin bisa
dilakukan dengan meminta salinan dari TV.
Thanks. Iman
-----Original Message-----
From: Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, June 06, 2006 9:02 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] "semburan" lumpur dan gas didekat jaln tol SBY
"Mud extrusion" seperti yang Abah sebutkan memang gejala biasa saja kalau
ia terdapat di zone tekanan tinggi-sedimentasi cepat seperti di Jalur
Deformasi RMKS (Rembang-Madura-Kangean-Sakala) yang terbentang sejak dari
barat Rembang sampai timur Sakala. Betul, di sini ditemukan banyak diapir,
rembesan minyak, dan gas. Api abadi Mrapen Purwodadi pun ada di jalur ini,
juga rembesan gas yang menyembur ketika penduduk menggali sumur lantas
membakar rumah di Wirosari, Sragen beberapa saat yang lalu pun ada di
sini.
Zaman dulu, akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, semua ekspresi permukaan
hidrokarbon ini telah membimbing ke penemuan lapangan-lapangan minyak
pertama di Jawa Timur.
Tetapi, lokasi sumur Lapindo kali ini di luar jalur itu. Saya pikir
keluarnya lumpur kali ini tak ada hubungannya dengan diapirisme di RMKS.
Lapindo, BPMIGAS, dan fungsi-fungsi terkait di Pemda sedang berada di sana
dan sedang mengadakan koordinasi untuk menanggulangi tindakan2 darurat
agar
lumpur tak semakin luas penyebarannya, memasuki rumah2 penduduk, menutup
jalan tol, dll.
Mengapa bisa keluar lumpur sebanyak itu ? Seperti juga halnya asal-muasal
gempa Yogya yang punya banyak pendapat, begitulah juga asal-muasal mud
extrusion ini. Kelihatannya kita, para geologists, geophisicists, juga
kadang2 petroleum engineers ditakdirkan untuk berbeda2 pendapat he2..
Sementara data di lapangan dikumpulkan dan dianalisis, yang lebih penting
adalah membendung penyebaran lumpur atau 'melokalisirnya' agar tak semakin
melebar di permukaan. Kita belum membicarakan bagaimana menghentikan
semburan ini, sebab sampai saat ini tak ada yang bisa memastikan dari
titik
mana asal lumpur keluar. Sebuah relieve well tak akan efektif dilakukan
sementara asal semburan tak diketahui.
Kuatir terjadi cratering seperti pernah terjadi di banyak kasus blow out
atau mud extrusion, rig pemboran sudah dipindah. Sayang sekali ada problem
ini, sementara pahat bor baru saja menyentuh gamping Kujung, sang target
utama. Ini adalah reef Kujung paling selatan di Jawa Timur dari jajaran
tinggian2 isolated platform carbonates di Jawa Timur.
Salam,
awang
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, June 06, 2006 8:28 AM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] "semburan" lumpur dan gas didekat jaln tol SBY
Rekans
Dalam dua hari terakhir (kemarin dan kemarin dulu) , di Kompas
diberitakan telah terjadi semburan lumpur disertai gas yang (katanya)
bau-nya menusuk.
Lokasi dari semburan tersebut tidak jauh dari sumur eksplorasi Lapin-
do Brantas.
Tentu saja karena kedekatan-nya sumur tersebut langsung dituduh
sebagai
pencetus semburan.
Apakah ini benar, seingat saya struktur struktur tua disekitar
Surabaya
seperti Kruka , Kuti memang menununjukan adanya shale diapir pada
kedalaman relatif dangkal.
Mungkin ada yang dapat memberikan pencerahan.
Si-Abah
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.2/356 - Release Date: 6/5/2006
--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.2/356 - Release Date: 6/5/2006
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
--
***********************************
Amir Al Amin
Operation/ Wellsite Geologist
(62)811592902
amir13120[at]yahoo.com
amir.al.amin[at]gmail.com
************************************
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.2/356 - Release Date: 6/5/2006
--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.2/356 - Release Date: 6/5/2006
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------