> Rekan
Sdr Tohari itu apa benar tahu lagu send me th pillow apa ndak ya ? Terus terang siapa yag nyanyiin saya lupa , apa Skeeter Davies ? TAPI yang jelas bukan the Beatles . Lagu lagunya the Beatles yang populer banyak sekali al. Imagine, Love me do , Let it Be dsb. Si-Abah ______________________________________________________________________ Dari diskusi dari milis lain : > (forward dari pemikiran sahabat saya pernah kerja di KPS - Indonesia) > > Salam > > Berikut artikel di Harian Republika - Resonansi yang ditulis oleh Ahmad > Tohari. Satu hal yang saya ingat dari suatu artikel bahwa Bung Karno > sewaktu menjadi Presiden RI pertama pernah berpesan kepada putrinya > Megawati, yang pada waktu itu Megawati berusia 13 tahun, "..... bahwa dia > (Bung Karno) tidak akan menyerahkan penggalian minyak bumi kepada pihak > asing, tetapi akan menunggu sampai tenaga-tenaga ahli (baca Insinyur) > bangsa Indonesia sanggup melaksanakan sendiri. > > Memang, pada waktu jaman Bung Karno, hampir sebagian besar rakyat > Indonesia miskin - namun hampir tidak ada kesenjangan ekonomi yang > berarti. Dari beberapa hal kekurangan seorang Bung Karno (misal....suka > wanita cantik) - namun pada eranya terbentuk Nation Building yang cukup > disegani negara - negara lain. Sebagai contoh, pada waktu Bung Karno > mengadakan GANEFO, Konperensi Asia Afrika, dsb. Untuk mengenal Bung Karno > lebih jauh, barangkali kita perlu membaca buku yang ditulis oleh Cindy > Adams, > > Wass. > > ================================= > > Republika, 11 Juni 2007 > Bung Karno dan Musik Ngak-ngik-ngok > > Oleh : Ahmad Tohari > > Pada masa remaja di tahun 1960-an saya tidak bisa mengerti tindakan Bung > Karno yang melarang lagu-lagu dari Barat yang disebutnya sebagai musik > ngak-ngik-ngok. Waktu itu sebuah lagu dari kelompok The Beatles yang > berjudul Send Me The Pillow sedang melanda dunia. Saya pun sangat > menyukainya karena irama lagu itu bisa menghanyutkan jiwa remaja saya. > > Tindakan Bung Karno tidak hanya sampai di sini. Musik ngak-ngik-ngok > buatan dalam negeri pun dilarang beredar. Lagu 'Oh, Kasihku' ciptaan Koes > Bersaudara (kemudian berubah nama menjadi Koes Plus) dan lagu 'Boneka dari > India' yang dinyanyikan Elya Agus (kemudian berubah nama menjadi Elya M > Haris, Elya Khadam dst) juga dilarang. Bahkan Koes Bersaudara dan Elya > Agus kemudian dipenjarakan. > > Mengapa Bung Karno begitu? Memangnya anak muda tidak boleh > bersenang-senang? Alasan Bung Karno seperti yang amat sering dipidatokan, > musik ngak-ngik-ngok yang biasa diiringi dansa-dansi akan merusak mental > para pemuda. Menurut bahasa Bung Karno, musik produk imperialis/kapitalis > itu akan melemahkan semangat juang para pemuda dan akan menghancurkan > nilai kepribadian bangsa. Bung Karno yang memang jadi pejuang bangsa sejak > usia muda agaknya punya alasan kuat untuk mengatakan keyakinan itu. > > Bung Karno juga pasti tahu pada 1960-an itu kaum muda di Cina, Jepang, > atau Korea masih menahan diri untuk hidup berhura-hura karena mereka sadar > harus berjuang dan bekerja keras demi kemajuan masyarakat dan bangsanya. > Maka para pemuda Indonsia pun oleh Bung karno dilarang berngak-ngik-ngok > dan diminta untuk lebih giat bekerja. > > Sayang, Bung Karno jatuh pada 1966, dan suasana sangat cepat berubah. > Terjadi euforia desukarnoisasi di semua bidang. Di Jakarta dan kota-kota > besar lainnya bermunculan pemancar radio yang dikelola oleh anak-anak > muda. Lalu membanjirlah lagu-lagu Barat yang sebelumnya dilarang. > Koran-koran picisan terbit dengan mudah dan bebas. Maka bukan hanya lagu, > semua produk budaya dan gaya hidup yang dulu ditentang Bung Karno > membanjir. > > Memang ada sedikit perlawanan dari anak-anak muda yang masih menyisakan > idealisme kerakyatan, seperti yang terlihat dalam peristiwa Malari tahun > 1974. Tapi gerakan perlawanan ini ditumpas habis oleh kekuatan besar yang > sedang tumbuh, orde baru. Tanggal 6 Juni kemarin adalah hari lahir Bung > Karno (1901). Saya jadi teringat kembali tindakan Bung Karno lebih dari 40 > tahun lalu yang melarang pemuda Indonesia ber-ngak-ngik-ngok. Dulu saya > bingung, namun sekarang saya bisa lebih mengerti. > > Ternyata musik jenis ini bisa menjadi pembuka bagi masuknya gaya hidup > sangat pragmatis, cair dan hedonis, dan buntutnya adalah konsumtif. Itulah > yang ingin dicegah Bung Karno. Dengan ngak-ngik-ngok yang mendayu-dayu > para pemuda mudah terlena dan mudah tercerabut dari nilai-nilai idealisme. > Apalagi bila musik itu disertai gaya pergaulan longgar serta dibumbui > alkohol dan narkoba. Maka hasilnya bisa dilihat dengan jelas di sekeliling > kita sekarang ini. > > Rata-rata pemuda masa kini ingin segera bisa hidup enak tapi dengan cara > yang cepat dan mudah. Instan. Santai. Amat konsumtif. (Hormat untuk > minoritas anak muda yang mau belajar atau bekerja keras dengan cara > berjualan mi ayam, jadi buruh pabrik, PKL, TKI, dsb). Namun selebihnya > seperti hanya menuruti jebakan kaum modal yang dulu sengaja menghadirkan > musik ngak-ngik-ngok yang tidak disukai Bung Karno. > > Gaya hidup pragmatis, santai, dan amat konsumtif para pemuda sekarang bisa > bisa dibuktikan dari berbagai hal. Misalnya, konsumsi rokok yang luar > biasa besarnya sehingga bangsa ini menjadi bangsa perokok terbesar di > dunia. Di kampus-kampus, kantin dan kafe lebih ramai daripada > perpustakaan. Kebutuhan pulsa jauh mengalahkan kebutuhan akan buku. > > Sebagian besar pemuda Indonesia punya prestasi rendah di bidang akademik. > Juga di bidang olehraga. Sebaliknya, hasrat untuk mengonsumsi semua barang > yang ditawarkan terutama melalui media TV sangatlah besar. Melalui semua > media yang tersedia kaum modal telah berhasil mengubah masyarakat, > terutama kaum muda, bukan hanya jadi manusia pragmatis dan konsumtif > melainkan juga hidup dalam dunia sensasi. Kaum modal memang tahu, > masyarakat yang sudah masuk perangkap sensasi sangat mudah menjadi pembeli > barang yang mereka buat, baik barang itu benar-benar dibutuhkan atau hanya > diinginkan. > > Empat puluh tahun lalu Bung Karno pasti sudah menduga keadaan ini akan > terjadi dan dia sudah berupaya menyegahnya. Tetapi banyak orang tidak > percaya bahkan menertawakannya. Termasuk saya! Saya menyesal telah > ikut-ikutan menyepelekan pikiran Bung Karno yang futuristik ini. Sayang > sudah terlambat. Namun setidaknya saya masih bisa mengingatkan kepada > kelima anak saya: hiduplah dengan idealisme untuk menjadi manusia yang > sehat lahir batin dan produktif. Untuk Bung Karno, semoga perjuanganmu > bagi bangsa ini menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT. > > > ----- Original Message ---- > From: Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected]; Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia > <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] > Sent: Wednesday, June 13, 2007 3:32:08 PM > Subject: [Forum-HAGI] Gendruwo KKN ! > > Gendruwo KKN ! > http://tempe.wordpress.com/ > Mengikuti diskusi di Mailist Migas Indonesia disini ini aku malah > gedeg-gedeg, sambil geleng-geleng gundul yg udah kehilangan rambut ini. > Ada sebuah diskusi berjudul Re: [Oil&Gas] Bisakah kita > melakukannya?Nasib Migas di Indonesia > Ada yang bilang :" Nah makanya BUMN nya "terlihat" bersih2, tidak KKN > dll….pokoknya bagus deh. Coba semua vendor transparan dan tidak KKN > Yang lain ada yang nimpali " Justru saya, saksi hidup, melihat dan > mengalami apa yang disebut KKN itu disalah satu BUMN terkemuka dinegri > tercinta kita, PLN. Saya pernah dihire …" > > Whaddduh, kalau ada apa-apa soal Indonesia ini knapa selalu yg dituding si > Gendruwo satu ini sih ? Apa iya KKN doank yang menjadi sumber masalah di > negeri ini ? Apa ngga ada soal lain yang perlu dibenahi ? > > Gendruwo ini emang beneran deh … ngga pernah muncul sebagai barang yang > bisa diraba, ngga selalu bisa dibuktikan keberadaannya, lah wong benda ini > termasuk berbangsa nini-thowok !!! … sesuatu yang ditakuti tetapi hanya > ada dalam acara tipi doank ! Kalau sudah mulai uji nyali di pengadilan > selalu saja ngilang. Demikian pula KKN, selalu muncul di koran, mailist > serta obrolan cangkrukan. Begitu balik pulang kerumah ngorok lagi, besok > dateng ke kantor ngantuuk trus ke warung ngopi …. ngobrolin si gendruwo > lagi ! Tapi si Gendruwo KKN tetep saja ndak bisa ditemukan, walaupun hanya > ujung jarinya. > Sekali lagi aku ini sering termangu dan bertanya-tanya, apa iya sih > problem utama di Indonesia ini KKN ? Dan yang buikin prihatin ketika hal > yang lebih penting dan terlupakan adalah "apakah segalanya akan beres > ketika tidak ada KKN ?" Jangan-jangan KKN ini hanya dihembuskan dan > terpelintir ( terpolotisir ) menjadi sesuatu yang justru menurunkan morale > dan modal bangsa saat ini. Banyak negara yang tidak masuk nominasi dalam > soal KKN di dunia ini yang masih berkutet pada masalah ekonomi negaranya. > Sedangkan potensi modal bangsa ini sakjane jauuuh lebih banyak, justru > morale (semangat juang) yang merusak nilai modal bangsa ini. > Saya kadang pingin berpikiran terbalik … bisakah bersikap "ah peduli setan > dengan KKN yang penting apakah langkah-lagkah yang diambil itu bermanfaat > untuk Indonesia" . Phobia dan alergi akut akan KKN justru menjadikan > kaki-kaki ini sulit untuk melangkah …. Lah wong perusahaan migas raksasa > Amrik juga ikutan masuk ke Iraq lewat pemerintahan juga atas dasar kolusi > dan nepotisme antara bisnis dan politisi (plus militer) kok. Biarin saja > yang menang tender anak presiden atau anak pejabat asalkan masih > bermanfaat. Mobil Proton (Perusahaan Otomotif Nasional) di Malaysia juga > menjadi besar atas dukungan nepotisme dengan pemerintah dan pejabatnya. > Dan hampir semua perusahaan raksasa dunia selalu memanfaatkan kedekatan > dengan pemerintahnya yang menjadikan perusahaan ini bisa berkembang dan > membanggakan negaranya. > > Mestinya sih diskusi itu juga bukan hanya sekedar pertanyaan "bisakah kita > …?" > Tetapi "bagaimana kita melakukannya ? > Sukur-sukur ada yg berani menulis … "begini looh caranya … !" > http://tempe.wordpress.com/ > _______________________________________________ > Joint Convention Bali 2007 > HAGI - IAGI - IATMI > > Secretariat : > ETTI (Exploration Think Tank Indonesia) > Jln. Tebet Barat Dalam III no.2-B > Jakarta 12810 Indonesia > Phone +62-21-8356276 > Fax +62-21-83784140 > _______________________________________________ > The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list. > [EMAIL PROTECTED] > www.hagi.or.id > > > > ____________________________________________________________________________________ > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated > for today's economy) at Yahoo! Games. > http://get.games.yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow

