Kalau gas alam itu metan yaa? Kalau metan dijadikan etanol gampang tidak? Kalau murah meriah, jadikan etanol saja, katanya bisa diubah jadi premium dan sebangsanya. Salam.
Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "Bambang P. Istadi" <[email protected]> Date: Thu, 25 Oct 2012 16:22:28 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: RE: [iagi-net-l] Re: Sense of urgency : Mahakam atau Natuna ? Ide menarik nih om OQ,.. Pembangunan receiving terminal cocok juga, apalagi untuk Indonesia Timur, paling tidak pembeli utama adalah PLN bisa menghemat $10/mmbtu meskipun pakai LNG import karena kebanyakan masih pakai bbm yang bersubsidi. Andaikata US sudah bisa meng-export LNG, penghematan bahkan akan lebih banyak lagi, karena harga sampai disini bisa $9-10 atau dibawah dengan asumsi harga Henry Hub masih sama. Saat ini di Louisiana (Sabine Pass milik Total, Chevron, Cheniere) dengan LNG 3 train sudah hampir jalan, ExxonMobil saya denger buat juga di Texas, begitu pula Canada (Kitimat, milik Encana, Apache, EOG) sudah dapat persetujuan pemerintah BC untuk bangun 2 LNG train. Kenapa import LNG? Karena LNG receiving terminal satu2nya, Nusantara Regas, dengan kapasitas 3 juta MT, paling baru kepakai sekitar sepertiganya, artinya masih ada spare capacity untuk alirkan gas kepasar domestik. TAPI, mau cari posokan tambahan dari dalam negeri belum dapat, yaa import saja. Saya pikir Jawa Barat masih kekurangan pasokan gas, masih ada industri yang mau beli gas dengan harga LNG internasional, apalagi kalau sekarang masih pakai BBM. Lokasi FSRU hanya beberapa kilometer saja dari pipa SSWJ, bisa interkoneksi agar bisa memenuhi kebutuhan gas Jawa Barat. Pompa gas untuk kendaraan yang om OQ sebut, nah,.. ini dia,.. energi alternatif dan CNG ngga bakalan bisa bersaing, karena harga BBM subsidi masih dibawah harga keekonomian CNG. Mana ada yang mau beli conversion kit dan investor tanamkan uang di infrastruktur SPBG, atau mother-daughter station dan NGV kalau harga BBM bersubsidi lebih murah. Saya kira para investor yang mau bergerak di tanaman jarak, minyak jelantah untuk biodiesel atau tebu untuk methanol, mati suri ngga bakalan jalan selama BBM subsidi lebih murah daripada harga keekonomian bahan bakar alternatif ini. Pertanyaannya bila Natuna disimpan saja untuk anak cucu, boleh ngga import LNG? Saya dengar dari teman2, ada lebih 100 perizinan yang musti didapat untuk buat receiving terminal,.. weleh weleh,.. Untuk teman2 yang merayakan,.. saya mengucapkan SELAMAT IDUL ADHA 1433 H. Salam, Bambang From: o - musakti [mailto:[email protected]] Sent: Thursday, October 25, 2012 3:26 PM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Re: Sense of urgency : Mahakam atau Natuna ? Kenapa kita gak moratorium semua proyek gas baru. Konsentrasi pada pembangunan receiving LNG terminal, backbone distribusi ( pipa gas dari ujung sumatra sampai bali atau lombok), infrastruktur town gas dan pompa gas untuk kendaraan ? Ini untuk antisipasi jatuhnya harga LNG saat proyek CBM, floating LNG dan shale gas export bareng2 on stream.jadi bisa impor Gas dengan harga murah.... Kemaren kita teriak kekayaan alam kita dirampok ke LN, besok kita bisa bangga merampok kekayaan alam Australia dan Amrik, hitung2 perubahan paradigma... ________________________________ From: Muharram Jaya Panguriseng <[email protected]<mailto:[email protected]>>; To: Iagi-net <[email protected]<mailto:[email protected]>>; [email protected]<mailto:[email protected]> <[email protected]<mailto:[email protected]>>; Subject: Re: [iagi-net-l] Re: Sense of urgency : Mahakam atau Natuna ? Sent: Thu, Oct 25, 2012 7:39:39 AM Daripada memaksakan diri mengembangkan gas Natuna sekarang hanya untuk dijual murah ke negara tetangga, kenapa kita tidak menunggu momentum booming shale gas Amerika lewat untuk kita kembangkan Natuna kemudian? Katakanlah dicadangkan untuk kebutuhan domestik 10 tahun yang akan datang yang akan kekurangan seperti yang Abah sampaikan. Shale gas selain produksi per sumurnya lebih kecil, decline-nya juga akan cepat. Saya kira itu yang Paman Sam sadari makanya masih senang mengumbar ancaman untuk mendapatkan lapangan gas conventional di negara lain. Tak tanggung2 kalau betul Obama dan Armada 7 ikut bergerak he he he... Selamat idul adha 10 Zulhijjah 1433 H bagi yang merayakan. Mari rame2 kita potong koruptor...eh maaf salah... maksudnya mari kita potong sifat hewan dalam diri koruptor, save Indonesia. Salam, MJP Sent from Yahoo! Mail on Android

