Gejala yang juga terjadi di banyak tempat.
 
Makin banyak pohon, maka akan makin banyak air yang tersimpan. Apalagi bila 
pohonnya kayu keras.

Pohon besar mampu menyimpan airtanah sampai dengan 40mkubik.

Sebagian dipakai akan diuapkan, membentuk awan, dengan sedikit ddorongan 
thermik keatas, akan mencapai tempat pengembunan, jadilah huja.n, yang akan 
masuk lagi kedalam batuan melalui akar pohon, dan meresap ke kedalaman yang 
lebih dalam, tergantung porositas dan permeabilitas batuan yang ditembus oleh 
akar.

Mohon jangan tanam akasia, krn pohon ini banyak menyerap air. Contohnya di 
India, atas anjuran UNESCO ditanam pohon akasia pada daerah subur. Limataun 
kemudian daerah pertanian itu kekurangan air. Penduduk menebang akasia, dan 
menanam kembali pohon buah dan pohon lokal, 5 tahun kemudian air sudah pulih ( 
silakan baca buku "water war").

Kalau mau detail; silakan tanya ke Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan 
Tatar Sunda di bandung. 

Salam.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
Sender: <[email protected]>
Date: Tue, 2 Jul 2013 03:31:40 
To: IAGI-net<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [iagi-net] FW: Mohon Informasi munculnya matair baru
Ada yg dapat menjelaskan ?

Sent from my Windows Phone From: Muchamad Nugie
Sent: 02/07/2013 17:21
To: [email protected]
Cc: [email protected]; Gita Fara
Subject: Mohon Informasi
Salam hormat,

Perkenalkan nama saya Nugie, saya adalah tim riset dan kreatif
pembuatan video dokumenter untuk DNPI (Dewan Nasional Perubahan
Iklim). Kami mendapatkan alamat email Bapak dari Pak DIcky Edwin
Hindarto. Maksud email ini adalah kami ingin memohon bantuan
penjelasan kepada Bapak. Mungkin bisa membantu memberikan analisa
ilmiah kepada kami mengenai fenomena yang terjadi pada lahan kebun
salah seorang narasumber kami secara ilmiah.

Dalam video dokumenter kami menceritakan seorang petani di wilayah
Sambik Elen, Bayan, Lombok yang daerahnya sangat kering, di mana hujan
turun hanya 4 bulan dalam setahun. Mata air terdekat dari daerah
tersebut adalah 3,5 km dari desanya. Bapak tersebut selama beberapa
tahun berupaya menggali sumur di titik yang berbeda untuk kebunnya,
bahkan hingga kedalaman 80 meter tidak juga menemukan air. Suatu
ketika dia menanam banyak pohon di seputar kebunnya. Lima tahun
setelah itu, tiba-tiba muncul mata air di lahannya tersebut.

Hal tersebut tidak hanya terjadi pada petani itu saja. Beberapa warga
yang lain juga mengalami hal yang sama yakni munculnya mata air di
kebunnya setelah ditanami pohon-pohon selama 5-8 tahun. Kira-kira
bagaimana penjelasan ilmiahnya ya Pak?

Demikian pertanyaan kami. Mohon maaf jika email ini mengganggu waktu
Bapak. Terima kasih atas bantuannya.

Hormat saya,


Muchamad Nugie

Kirim email ke