Para Iaginetter yang sy hormati,

Terimakasih atas perhatian dan masukan-masukannya.  Mohon dipahami bahwa
diskusi ilmiah yang baik hanya dapat terjadi setelah mendengar paparan
kemudian disambung dengan diskusi yang timbal balik sehingga perbedaan
pendapat yang rancu  akibat kesalahpahaman dapat dihindari.  Ada beberapa
hal yang ingin diklarifikasi.

1.      Tidak ada yang menyatakan bahwa penelitian TTRM (Tim Terpadu Riset
Mandiri) di Gunung Padang sudah tuntas - atau pembuktiannya sudah selesai
(tersirat di twitter SBY no.3,4,5).  KepGub yang baru keluar dan juga pidato
pengarahan Presiden di Gunung Padang hanya mengatakan bahwa hasil penelitian
TTRM di GP (Gunung Padang) bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Rencana selanjutnya akan dilakukan penuntasan pembuktian yang lebih
konkrit/baik lagi supaya data-data arkeologi, geologi dan interpretasi
geofisika bawah permukaan menjadi fakta yang bisa dilihat dan diraba oleh
orang awam (apabila benar terbukti) - seperti dikatakan Sdr Awang.  

2.      Yang mengikuti paparan di ITB tentu tahu bahwa saya tidak 'ngotot'
dengan semua data dan interpretasi termasuk umur karbon dating, melainkan
hanya memaparkan  sesuai dengan data yang didapat dengan interpretasi yang
masuk akal.  Dalam laporan TTRM ke Presiden (sebelum kunjungan) kami katakan
jelas bahwa data umur yang ada masih belum maksimal dan banyak
kekurangan/ketidakpastiannya sehingga memerlukan analisa penentuan umur yang
lebih detil dan komprehensif.  Perbedaan interpretasi data, termasuk hasil
karbon dating tentu ada (seperti juga didiskusikan di acara seminar ITB)
tapi yang jelas ada DATAnya tidak beropini atau asal tebak saja.

3.      Hasil penelitian TTRM di GP memang seperti tidak masuk akal apabila
dibenturkan dengan pengetahuan dan pemahaman sejarah yang ada (seperti
tersirat pada komentar Pak Bandono), baik kesimpulan tentang struktur
bangunannya yang cukup luarbiasa atau juga umurnya yang bisa sangat tua.
Untuk itu pada seminar di Geologi ITB saya memaparkan konsep baru tentang
kaitan bencana katastrofi dan siklus peradaban manusia untuk mencoba
menjelaskan hal ini.  Konsep baru diperlukan karena Konsep yang ada sekarang
tidak cocok.  Konsep tektonik lempeng ketika pertama kali dikemukakan
sebagai hipotesa  Continental Drift oleh Wagener (1914)  ditolak orang, dan
Wagener dianggap gila; Tektonik Lempeng baru diterima  setelah Hess (1961)
membuktikan adanya Oceanic Spreading Centers.

4.      Data yang paling konkrit adalah keberadaan Lapisan 2 situs yang
tersusun dari batuan columnar joints yang hanya tertimbun 1-2m tanah saja
dibawah permukaan.  Lapisan 2 ini yang sebetulnya bisa dikatakan sebagai
"the real controversy" .  Kami meyakini bahwa lapisan 2 ini bukan lapisan
alamiah tapi situs/bangunan.  Alasannya: 1. kedudukan kolom-kolomnya sejajar
lapisan (yang natural harus tegak lurus), 2. dipenggalian terlihat jelas
ukuran dari diameter kolomnya sangat bervariasi (yang natural umumnya
mempunya ukuran kurang-lebih sama), 3. Diantara kolom-kolomnya ada material
lempung yang bukan hasil pelapukan (mengulit bawang) - tidak benar-benar
tight-interlocked seperti di alam, 4. Lapisan 2 ini tebalnya hanya 3-4 meter
saja dan dibawahnya dilandasi oleh lapisan pasir-kerikil.  Dari 4 hal
tersebut menurut hemat kami sudah bisa dipastikan bahwa lapisan 2 bukan
alamiah.   Nah, sebaliknya Kelompok yang kontra (Arkenas dan para pendukung
Petisi) meyakini bahwa lapisan 2 ini adalah" natural columnar-joint rocks" ,
tapi sampai sekarang saya belum mendapat alasan-ilmiahnya yang jelas kenapa
mereka demikian yakin.  Setiap saya tanya jawabannya selalu muter-muter.
Mungkin karena keyakinan (membabibuta?) inilah maka mereka juga otomatis
yakin-seyakin-yakinnya bahwa  di bawah permukaan Gunung Padang tidak mungkin
ada situs/bangunan tertimbun, tidak mau tahu lagi dengan data geofisika
bawah permukaan dan data bor punya TTRM.  Alasan yang berulang-kali
dikemukakan: pokoknya  data geologi (bor) dan geofisika bawah permukaan
belum tentu benar..... Lho 'piye toh',  asal jangan dibuang saja... kita kan
geologist, kalo engga becus menginterpretasikan data bawah permukaan
geologist engga diperlukan.

5.      Perlu diketahui juga bahwa TTRM bereaksi keras terhadap kelompok
yang kontra bukan karena berbeda pendapat tapi karena mereka, atas dasar
keyakinan sepihaknya, menuduh hasil penelitian TTRM tidak ilmiah dan para
penelitinya tidak kompeten bahkan merusak situs, kemudian membuat petisi
(untuk presiden) supaya penelitian TTRM dihentikan alias tidak dilanjutkan.

6.      Kontroversi di media masa tentang piramida, harta karun, dll yang
aneh-aneh adalah isapan jempol... saya malah curiga hal ini malah sengaja
dibesar-besarkan oleh pihak yang kontra untuk menutupi atau membiaskan
KONTROVERSI (ILMIAH) YANG SEBENARNYA yaitu yang dijelaskan pada poin 4 di
atas. Sering juga penelitian TTRM dikaitkan dengan kasus Supertoy dan Blue
Energy (seperti dikatakan Sdr. Hadiyanto-darimana menyimpulkan bahwa
informasinya tidak "clean and clear"?).   Kami punya prestasi, reputasi dan
track record ilmiah tidak seperti peneliti Supertoy atau Blue Energy (mohon
maaf tidak bermaksud merendahkan/menghina penelitinya...tapi tradisi dan
birokrasi ilmiah di negeri ini kelihatannya tidak berjalan semestinya..
sehingga tidak dipercaya presiden).  

Herannya tindakan Kelompok Petisi (poin 5) yang bertindak seperti paling
berwenang dan  paling benar sendiri dan terang-terangan  melakukan usaha
pelarangan terhadap penelitian TTRM tidak pernah disorot alias dibiarkan
saja.  Menurut hemat saya mereka bertindak seperti bukan kelompok ilmuwan
tapi  seperti politikus yang suka menghalalkan segala cara, dalam hal ini
sudah melanggar etika ilmiah dan norma-norma pendidikan.  Demikian, mohon
maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan.

 

Salam Heolohi,

DHN

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
Hadiyanto Sapardi
Sent: 03 Maret 2014 16:24
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net] SBY serius akan memugar G Padang ,

 

Mudah2 an saja pak BEYE tdk mudah terpesona seperti halnya kasus Blue Energi
dan Padi Super Letoi sehingga muncul poin 3 sd 7 tanpa diberikan masukan yg
"clean and clear". Poin 7 ok, mesti mendapat dukungan dari kita semua dg
keahlian masing-2 secara professional. Berbicara ttg columnar join, di
daerah Sumedang sekitar Tomo pada waktu itu ada wilayah penambangan bahan
galian C, yg mengeksploitasi batuan andesit berupa columnar join yg
kedudukannya ada yg hampir horizontal sd vertical. Fantastis sekali
kenampakannya, panjangnya ada yg lebih dari 50 meter setiap kolom. Konon
kolom-2 yg sdh ditambang di eksport ke Italy. Saya tidak tahu apakah quary
itu masih ada apa tidak karena sudah 15 tahun lebih tidak pernah kesana.
Waktu itu sepintas daerah tsb merupakan bukit (gunungan kecil?) yg terdiri
dari kolom2 andesit  yg ditutupi oleh batuan alluvial. Studi banding di
daerah itu kiranya dapat menambah wawasan ttg G.Padang secara micro. Mohon
maaf kalau kurang berkenan.

 

Salam

Hadiyanto Sapardi

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Yanto R.
Sumantri
Sent: Monday, March 03, 2014 3:11 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net] SBY serius akan memugar G Padang ,

 

Data dan Fakta 

 

Nah disinilah , mungkin , akan terdapat perbedaan pendapat .

Tapi disinilah kedewasaan para ilmuwan diuji.

 

si Abah

 

On Monday, March 3, 2014 2:28 PM, Bandono Salim <[email protected]> wrote:

Maaf ada salah ketik
Bukan kekunan, tetapi "ketekunan" luar biasa bagi pembangunan pada lokasi
yang sama oleh beberapa generasi yang bisa jadi beda budaya.

On Mar 3, 2014 1:45 PM, "Bandono Salim" <[email protected]> wrote:

Semoga harapan itu dapat terpenuhi, mengingat pada waktu itu manusia belum
banyak.
Apalagi kalau dirunut hasil dating antar layernya amat jauh bedanya. 
Kekunan luar biasa bagaimana menetapkan satu lokasi bangunan yang lompat
antar kilotahun.
Salam.

On Mar 3, 2014 11:14 AM, "Rovicky Dwi Putrohari" <[email protected]> wrote:

FYI dibawah ini twit SBY ttg hal itu :

1.      Beberapa hari lalu, saya meninjau Situs Gunung Padang di Cianjur.
Diduga situs ini merupakan bangunan prasejarah "terbesar" di dunia. *SBY*
2.      Sejak tahun 2011, saya mendapatkan laporan ttg penelitian situs Gn.
Padang ini oleh para peneliti & pakar unggulan Indonesia. *SBY*
3.      Secara ilmiah, bukan klenik, didapat gambaran ttg misteri situs tsb.
Penelitian ini perlu dituntaskan utk menguak sejarah masa silam. *SBY*
4.      Hasil penelitian selama ini menggambarkan, diduga usia situs ini
amat tua, lbh tua dr piramida Mesir & besarnya 9 kali Candi Borobudur *SBY*
5.      Jika semua perkiraan ini benar, perlu dilakukan pemugaran situs tsb,
sebagaimana pemugaran Candi Borobudur dulu. *SBY*
6.      Pemerintah, baik pusat maupun Jabar, perlu berikan dukungan thdp
penelitian & insya Allah pemugaran situs budaya Gn. Padang ini. *SBY*
7.      Jk pemugaran tlh dilakukan & misteri "kebesaran" Indonesia masa
silam dihadirkan, situs ini akan jadi obyek wisata & penelitian dunia. *SBY*
8.      Selalu ada pro & kontra. Mari berikan ruang & dukungan pd para
peneiliti yg dg gigih & kerja keras ingin sumbang sesuatu utk negerinya
*SBY*

Salam

RDP

--

"Saya akan mengikuti pemimpin yang menebar sikap optimis, bukan yang menguak
fakta negatip yang merusak semangat  !".


----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id <http://iagi.or.id/> 
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
use of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------


----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
use of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

 


----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
use of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------


----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
use of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------


----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

Kirim email ke