Asssamualaykum wr wb.,
Salam IASA rekan-rekan sekalian,

Kebetulan saya menggeluti bidang pemuliaan tanaman., walaupun
saya belum pernah melepas kutivar/vareitas yg saya muliakan. Tapi setidaknya
ada yg bisa di-share dg rekan2. Sudah cukup lama saya pingin menanggapi,
tapi kesibukan di lab yg membuat saya baru bisa share saat ini. Mohon maaf
bila terlambat.

Hibrida dalam istilah pemuliaan mrp keturunan pertama (F1) yg berasal dr hsl
persilangan dua tetua (biasanya dipake istilah tetua/parent) yg homosigous
(...bisa berupa galur yg mrp hasil penggandaan kromosom (doubling) dr tnm
haploid or hsl penyerbukan sendiri yg terus-menerus sampai bbrp generasi
(7>), dan kedua tetua berbeda karakter/latar belakang genetiknya,
menyebabkan terjadinya fenomena heterosis/vigor hybrid, yg berarti bahwa
F1-nya (walaupun ada jg yg sampai F2 memiliki efek heterosis ini = segregasi
transgresif...istilahnya), melebihi karakter rata2 kedua tetua or tetua
tertingi, misal pd karakter daya hasil, ketahanan thd H&P dll.
Kenapa tnm hibrida tdk bisa digunakan sebagai benih u/ musim tnm berikutnya?
krn bila digunakan lg maka benihnya mjd beragam krn hasil segregasi
(pemisahan scr bebas) pd saat meisosis. Untuk membentuk hibrida pd tnm yg
menyerbuk silang (spt jagung, ) mungkin lebih mudah, tp pada tnm yg
menyerbuk sendiri agak sulit, apalagi padi. Tentang kesulitannya sangat
banyak dr mulai diperlukannya galur mandul jantan, g. pelestari dan g.
restorer. wah ini agak terlalu teknis bila dijelaskan....dr mulai mengatur
pembungaan, pembentukan galur2 mandul jantan, masalah kesuburan, nilai heterosisnya, dll, makanya orang Filipina
itu ...mungkin punya strategi khusus u/ menghasilkan hibrida pada padi scr efesien.

Kemudian mengenai transgenik...betul memang trasngenik ini mrp tnm yg hasil teknologi DNA rekombinan, jd sudah ada gen (s) asing yg unrelated or related species yg sudah di dalam genom tnm transgenik, yg kita sendiri biasanya tdk tahu gen asing yg kita sisipkan itu lokasi nya dimana? di inti, sitoplasma/mitokondira/plastid..pokoke elsewhere lah....yg jelas udah ada
gen asing tsb pd genom. kekhawatiran publik ttg tnm transgenik ini adalah adanya dugaan bahwa tnm ini dpt menyebabkan: gangguan kesehatan manusia (efek toksik, alergen dll). Komentar: semua pangan pun beresiko...bahkan pangan alamipun beresiko ..spt daun singkong yg mengandung HCN, ini salah satu contohnya. Yg kedua, kekawatirannya adl transgenik memiliki potensi u/ merusak lingkungan. ini jg hrs berimbang. Semua jenis tnmpun bila penanamannya dlm skala yg besar dan terus menerus, yo pasti menggangu keseimbangan lingkungan. Jd tinggal bagaimana mengelolanya dan kewajiban pemerintah  yg hrs turun tangan...spy jangan ada lagi tnm unggul nasional....sebaiknya spesifik lingkungan/wilayah...Monggo orang lingkungan yg bergerak...sebagai orang breeding saya sih hanya menghasilkan kultivar unggul u/ kemaslahatan manusia tentunya. Jg sy tdk sependapat bila dikatakan bahwa tnm2 hasil pemuliaan itu akan menggeser varietas lokal yg sudah ada. Semua tnm yg tdk diminati petani/konsumen ya akan dg sendirinya ditinggalkan oleh petani krn merasa ....misalnya terlalu lama umurnya...makanya ada tnm yg bisa dipanen lebih cepat/genjah, kurang enak rasanya....dr pemulia muncul type2 padi yg ada sekarang. Dan yg harus dicatat jg bahwa usaha pemuliaan itu tdk melulu membuat keragaman genetik , tp jg melakukan upaya konservasi genetik dr tnm lokal/liar tsb, krn varietas2 liar/lokal ini sbg sumber karakter yg dimuliakan. Mungkin bisa dilihat pada koleksi plasma nutfah kita di Balitpa, balitbiogen atau IRRI. Mungkin ada yg hilang tp sedikit karena ada upaya tadi.
Kekawatiran ttg tnm transgenik jg bisa dr materi genetik yg digunakan dlm
perakitan trasngenik ini, yg melibatkan nucleotide sequence dr gen asing, promoter (yg men-drive gen asing tsb), gen anti bakteri yg ada pada plasmid pembawa komponen td.
Jd mungkin saja tnm hibrida itu transgenik, bila tetua yg digunakan salah satunya tnm hasil DNA rekombinan td. kmd sebaliknya, tnm transgenik mrp tnm hibrid bila dia mrp tnm F1. Ini yg saya pahami dlm bidang pemuliaan. Prinsip kehati2an dan manfaat yg sebesarnya bg petani (bukan pedagang atau tengkulak ...yg biasanya di Indo...yg selalu untung) yg dijadikan sbg pegangan bg pemerintah kita saat ini untuk implementasi kebijakan dlm per-transgenikan.

Tentang padi hibrida di Ina....sebetulnya sudah lama risetnya terutama dlm seleksi galur2 yg digunkan u/ merakit hibrida di atas, di balitpa ada bbrp penelitinya.
Tambahan...memang saat ini hanya dikenal dua subspecies padi: indica (spt yg sdh di ulas oleh Mbak Jahroh) dan japonica (padi jepang & padi yg dulunya dimasukan ke dlm sbsp javanica).
PTB bukan transgenik tp padi yg memiliki daun2 tegak, anakan sedikit dan panikelnya besar. ini hsl persilangan yg diikuti dgn proses seleksi.
 
Semoga ada manfaatnya....dan mohon dikoreksi bila saya khilaf.....
salam,
nono


.



=========================================================================
                   "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA :
           http://welcomte.to/iasa_japan
           http://www.geocities.com/iasa_japan/iasa.html
           http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
=========================================================================




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke