Assalaamu'alaykum wr wb Pak Arief B Witarto (Editor in Chief IJAS) berkesempatan bertemu penerima2 nobel. Siapa menyusul kelak ?
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2005061802105043 -- Tatang Sopian Tokyo University of Agriculture and Technology Department of International Environmental and Agricultural Science Laboratory of Plant Genetics and Biotecnology ---------------------------------------------------------------------------- Media Indonesia, Sabtu, 18 Juni 2005 Peneliti Indonesia Diundang ke Jerman JAKARTA (Media): Indonesia akan mengirimkan lima orang wakil dalam pertemuan the 55th Nobel Laureates Meeting yang diadakan di Lindau, Jerman, 26 Juni-1 Juli. Mereka yang terpilih menjadi delegasi Indonesia, yakni Anto Tri Sugiarto, peneliti pada Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi, dan Metrologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI); Arief Budi Witarto, peneliti bidang Protein Engineering Divisi Molekular Biologi Puslit Bioteknologi LIPI; Dian Pratiwi, mahasiswi S-2 semester 8 Jurusan Dermatologi dan Veneorologi FKUI; Ismunandar, dosen Fakultas Kimia ITB; serta Nurul Taufiqu Rochman, peneliti LIPI. Kelima orang tersebut merupakan peserta yang lolos pada dua tahap seleksi, yakni pada Desember 2004 dan 10 Maret lalu. Adapun mereka yang ikut seleksi terdiri atas berbagai lembaga iptek dan perguruan tinggi sebanyak 18 orang, antara lain dari Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS), Universitas Indonesia, Badan Pusat Pengkajian Teknologi (BPPT), Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan), Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Para peserta seleksi berlatar belakang mahasiswa S-1, S-2, dan S-3. Dalam pertemuan antara peserta seleksi dan Menristek Kusmaryanto Kadiman di Jakarta kemarin, Menristek menjelaskan Indonesia sebelumnya tidak diperhitungkan karena prestasinya di bidang akademik kurang sekali. ''Jumlah peserta seleksi pun sangat minim. Dilihat dari jumlah paper penelitian, paten, tulisan-tulisan yang dikutip, semuanya nyaris tak terdengar, sehingga membutuhkan lobi yang terus-menerus untuk mendapatkan undangan ini," katanya. Untuk itu ia mengharapkan, adanya undangan pertemuan dengan para peraih Nobel di seluruh dunia memicu para peneliti Indonesia untuk giat melakukan penelitian yang hasilnya bisa dimanfaatkan orang banyak. Penasihat Menristek dari Jerman Alexander P Hansen menjelaskan, keikutsertaan Indonesia dalam pertemuan di Lindau ini merupakan pertama kalinya. ''Hanya tiga negara di Asia yang khusus diundang oleh Lindau Committee, yakni China (34 orang) dan India (47). Indonesia merupakan negara Asia ketiga yang diundang dan dipilih karena merupakan negara yang sangat luas dengan jumlah penduduk besar. Kali ini hanya lima orang yang dibawa ke sana.''(Nda/H-4). __________________________________________________________________ Switch to Netscape Internet Service. As low as $9.95 a month -- Sign up today at http://isp.netscape.com/register Netscape. Just the Net You Need. New! Netscape Toolbar for Internet Explorer Search from anywhere on the Web and block those annoying pop-ups. Download now at http://channels.netscape.com/ns/search/install.jsp ========================================================================= "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia" ------------------------------------------------------------------------- Related homepages to IASA : http://www.iasa-online.org/ http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/ ========================================================================= Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/iasa/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
