Pengajian SainTek (MG Sutopo)September 9, 2008 by propbiyang
Bang Rudy yg Surbakti,
Aku gak punya pengalaman tragis dan mengerikan itu, cuma aku mengamati teman2
yang idag idig cari sponsor untuk perbaikan nasib dengan menjadi Master atawa
Doktor (Duuh, aku tuh dulu gak kebayang bisa dapet gelar Doktor yaw, lah dulu
sekolah lulus ajeg dengan 2 koma alhamdullaah wae jeee… wukakak kakak kakak….)
ya gak semua dapet pengalaman memilukan itu, cuma ada diantara kita yang
ter-pilukan tanpa dia sadari gitu lhoh.
Yang namanya Grand, loan, hibah atau apa sajah lah namanya yang dari LN dan itu
dikaitkan dengan urusan riset meriset (aku gak nyebut program aaahh, kalo
program kan sudah tertata yaw) perlu diperjelas hak dan kewajibannya. Yach,
umunya itu sudha jelas seeh, cuma “disguise agenda” itu yang harus diwaspadai
gitu lhoh.
Urusan harus jalan terus , tapi curigation juga bolah boleh saja jalan terus
juga..ehek.. ehek.ehek. .. , karena di dunia ini gak ada yang gratis. Sampean
bisa ambegan/bernapas itu juga gak gratis , harus beribadah kepada yang buat
Oksigen yaw. Kalo urusan ikhlas, dalam hal Grand, Loan atau hibah, wah itu
baiknya hanya dikaitkan dengan pahala dan ibadah yaw.
Coba tanya ke Prov. IS atau KDP, berapam banyak “Doktor Mangkrak” di IPB,
mangkrak itu bahasa jawa, yang artinya sudah dimulai tapi tidak jadi.
Kalo mau cerita seeh banyak lah, bahkan ketika aku dengar dan aku kasih tahu
bahwa dia itu di plekotho sama Professornya disono, dia baru sadar tuh. Ada
yang program doktor untuk ilmu Nano atau mikroba yang menurutku bisa memecahkan
masalah tanah2 yang rusak akibat Green Revolution th 60′an dulu, weeh udah mau
deket deket kuncinya…weeeh di bypass suruh ganti topik, gendheng yaw? Inti dari
kemajuan Pertanian kita ya di Tehnologi, tehnologi dan tehnologi. Dan itu jika
dan hanya jika dengan melakukan riset , riset dan riset.
Kang Rudy, maaf yaw, karena aku beragama Islam, maka yang aku ketahui bahwa
Tuhan sudah berkali kali memerintahkan kita untuk befikir alias Riset dan
mendalami tehnolgi, itu ada beberapa ayat Al Quran:
SURAT AL-GHASYIYAH QS88:17. Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta
bagaimana dia diciptakan,
SURAT AL-BAQARAH: QS2:164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih
bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang
berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu
dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di
bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan
antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran
Allah) bagi kaum yang memikirkan.
SURAT AL-AN’AAM QS6:99. Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu
kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan
dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman
yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai
tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan
pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah
buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi
orang-orang yang beriman.
SURAT AR-RA’DU QS13:4. Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang
berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang
bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami
melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang
rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran
Allah) bagi kaum yang berpikir.
Nah, benarkan.
Tuham memerintahkan kita untuk mikir, berfikir dan memikirkan tentang kejadian
alam yang (ada) kaitanya dengan Pertanian dengan tehnologi dan Riset.
Sayangnya di negara kita ini Bang, ganti Preesiden ya ganti acaranya…ehek.
.ehek..ehek
maka riset2 pertanian yang diyakini (mau apalagi kalo gak percaya sama perintah
Tuhan lah wong sudah ada di Al-Quran jee…) untuk membawa kemajuan dan
kemakmuran bangsa ini , ya dengan mikir alias riset lah.
Bangsa kita ini sudah kehilangan idola pemimpin, seperti Soekarno, Hatta. Juga
kami merindukan seperti Habibie, Daoed Joesoef, Dody, Andi Hakim, AM Satari
yang selalu menekankan pada Sain dan Tehnologi serta Riset riset dan riset.
Kita sekarang tuh gak punya idola pemimpin tehnologi, bener gak seeh Bang
???Mau adakan riset pertanian (yang diyakini sebagai pintu untuk kemakmuran
bangsa) biayayakan mencari biaya, gendadapan mempersiapkan postulat, grayak
grayak mencari arah. Kalo semuanya dimulai dengan ‘unstable” hasilnya ya
‘unstable’ lah.
Wah, udah kebanyakan khutbahnya yaw, maaf
Ada cerita cerdik dari negara tetangga yang ‘merampok’ plasma Nutfah kita dan
kita gak menyadari, bahkan malah bangga dicurinya. Kita tuh kan ngebanggain apa
apa yang bau baunya ‘Bangkok” yaw, buah-buahan kalo ada merknya Bangkok, wis
pokok e apik. Padahal kita tuh gak kalah dengan Thailand alias si bangkok
ini.Maka pada suatu hari, sebuah Instansi melaui EO dengan bangganya membawa
Petani/Pedagang Buah buahan, untuk pameran disuatu negara (aku gak sebutkan
lah) dan disana dibawalah produk-produk horti kita yang bagus-bagus. ada
Durian, mangga, manggis, salak, jambu, sawo, jeruk dll. Stand pameran gratis
dan ranjang2 buah serta sayuran disiapkan dengan mewah oleh negara tersebut,
bahkan keranjang sampahpun serta tempat sortir produk serta penyimpannya
disiapkan baik-baik.
Kocap kacarita alais singkat ceritanya, selesai pameran kan buah serta sayuran
itu kan gak dibawa balik yaw. Biji buah-buahan terbaik di negera kita ini sudah
di ekspose ternyata ada “Intelijen Pertanian” yangn ngumpulin biji-biji dari
aneka buah tebaik kita. Di-riset dan di kembang-biakan dengan tehnologi
breeding yang mumpuni, maka gak sadar kita sudah dirampok plasma nutfah kita,
bahkan kitab sudah ‘menyetor’ gratis ke mereka. Maka setelah beberapa tahun,
kembalilah buah buah terbaik itu dalam bentuk Import Buah dan sayuran yang
bagus bagus. Dan lidah kita dimajakan dari hasil riset pertanian disono yang
menggunakan plasma nutfah kita. Lidah kita sudah bergoyang goyang dengan produk
pertanian import…… heeemmmm .. nyam nyam enaknya wortel import, jeruk import,
duren import, kacang mede import, jambu import dll dst dsb, Duuuhhh..
Untuk riset me riset ini perlu kekompakan dan guyup rukun antar ilmuwannya
Bang, Tapi coba lihat di tanah air kita tercinta ini, begitu ada produk hasil
riset yang mlengse dikit ajah, wah.. sudaah jadinya di koyak-koyak habis,
bahkan bisa menjadi mutilasi karakter si peneliti. dikuyo kuyo ngalor
ngidul..ehek. .ehek..Harusnya,(siapa yaw yang mengharuskan ??) kalo ada yang
kurang ditambahkan, kalo ada yang ganjil di genapkan, kalo ada yang miring
ditegakkan, kalo ada yang bengkok diluruskan bersama. Rawe-rawe rantas malang
malang putung, bersatu kita teguh, bercerai ya belum tentu kawin lagi
yaw..ehek..ehek. ehek
Segitu dulu yah Bang nggedobosnya, semoga ada manfaatnya dan kalo ada salah
mohon dimaafkan
Salam Ekspor buah lokal…!!!
————–
Catatan: pada halaman persembahan Skripsi WDW-1986 tentang: ‘Pengaruh Pupuk
Majemuk dan Zat Pengatur Tumbuh pada Pembiakan In Vitro Kentang’, ditulis:
“Bacalah apa yang tersampai kepadamu
dengan nama (menyebut) Tuhan engkau
yang menyipta (mengantar) manusia kepada kesempurnaan.
Yang menyipta manusia dari segumpal darah;
Bacalah (maka) Tuhan Maha Murah, (Dia) mengajarkan
dengan qalam; dan mengajar manusia (apa-apa) yang
tidak diketahui…
Tidakkah mereka perhatikan apa yang diterangkan,
bagaimana unta, dia diciptakan?
Tidakkah melihat bagaimana langit, dia ditinggikan?
Tidakkah melihat bagaimana gunung, dia titegakkan?
Tidakkah melihat bumi, bagaimana dia dikembangkan?”
[QS 96:1-5; QS 88:17-20]
“Halleluyah, Soli Deo Gloria”
Maka dengan membaca pengajian SainTek dari Pakdhe MG Sutopo ini, KDP merasa
punya kesamaan pikiran… ehek ehek ehek… dan herannya dipertemukan oleh LINKERS…
hua ha ha haaaa….Salam Tehnosaintifik Pertanian…
-----------------------------------
Ki Denggleng Pagelaran
BEDAH MLM?
Domba Qurban?
e-warung biyang propolis
propbiyang's blog
0819-31101719; 0815-86104617; 0813-17259136