Once upon a time, yohannes handoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

(...deleted)
| raja di kategori masing2. Salah satunya adalah KEMUDAHAN. Intel lebih
| mudah dipasangkan dg peripheral yg aneh2 dan lebih mudah tersedia di
| toko komputer. ....

Ada yang bilang... (saya lupa dari milis mana...)
Pasar Intel di amrik udah digerogoti ama AMD.... Penyebabnya jelas...
arogansi Intel sendiri... ;). Dia bikin paten buat Slot1-nya.. yang
membuat AMD berpikir keras... dan jadilah procesor2 untuk socket Super7
yang clock speed-nya bisa menandingi P-II Intel.... whahaha..... :D
yang pasti procs. bikinan AMD lebih murah..!! So.. banyak juga vendor
mobo yang bersedia bikin dengan socket Super7. Terus... chipset Intel
yang selalu mentok di 512kb L2 cache... juga bikin vendor mobo mau pakai
chipset lain yang bisa pakai 1mb L2 atau malah 2mb.

Kapan yah Microsoft melakukan kesalahan sejenis....? hehehe... atau
sudah dimulai dengan masuknya IE sebagai aplikasi yang terintegrasi
dengan OS-nya..?? who knows..??

| Nah, Linux IMHO jelas ada di kelompok pertama. Bagaimana agar bisa
| menjangkau kelompok kedua? Jawabannya adalah : SUPPORT.

Sekarang yang mau ditanyakan lagi... siapa yang mau men-SUPPORT itu?
Jelas kalo Microsoft atau Intel bisa bikin support karena produk yang
mereka keluarkan memang commercial-ware dan customer oriented. Sedangkan
Linux..., karena _kebanyakan_ gratisan... maka sedikit support yang bisa
didapat...
Support yang saya lihat, mungkin dikasih ama pembuat aplikasi pendukung
yang _bukan_ gratis. IOW kita mesti bayar untuk bisa dapet support....

| Persoalannya ada di tangan kita semua sekarang. Apakah kita ingin
| menjadikan linux sebagai OS yg hanya dipakai kalangan eksklusif
| ataukah kita ingin agar linux bisa dipakai seluas luasnya oleh
| masyarakat?

Saya ngga' tau pendapat saya ini bener apa ngga' yah... Tapi saya
melihat bahwa pemakai linux... yang secara ngga' langsung adalah
'pemasar linux'.. kebanyakan berasal dari IT people.... bukan dari
marketing....

Jadi kalo kita ingin supaya Linux bisa men-support pengguna-nya,
termasuk newbie yang ingin belajar linux... kita harus membuat
dokumentasi dan tutorial yang mudah dipahami oleh pemula sekalipun...
Ini yang selalu ingin saya jelasan pada semua pemakai linux (yang _bisa_
membuat tutorial atau 'how-to'). Sebab hampir ngga' mungkin kita bisa
memberi support selayaknya commercial-ware...

Imagine this.. kalo kita menggunakan Windows98 (licensed), maka kalo ada
kesulitan yang kita bener-bener ngga' bisa tanggulangi, kita bisa
telepon MS dan salah satu tech. support akan datang mengunjungi kita...
Sedangkkan kalo kita install linux dan bengong... siapa yang mau dateng
berkunjung dan menjelasan segala sesuatunya dengan gratis...?? :)

Mungkin...!! Sekali lagi mungkin... ini sebetulnya bisa jadi lahan
mencari duit sendiri...! Hehehe... ;). Yaa... maksud saya, para pengguna
linux yang udah bener-bener mateng.. bisa bikin support company khusus
untuk Linux! Bila dibandingkan dengan commercial-ware OS, pasti tetep
lebih murah Linux... IOW kita cuma perlu bayar support dan OS-nya
gratis... sedangkan kalo OS lain, tetep mesti beli lisensi....

Di Indonesia.... Windows juga udah tergolong 'free'... ;). Jadi susah
juga kalo Linux disuruh bersaing dengan cara itu... Sedangkan di amrik 
(misalnya) dimana hak perusahaan bener-bener dihargai... gampang sekali
buat Linux bersaing... dengan kata-kata 'free' dan 'more powerful'..

Kesimpulannya (IMHO) untuk negara-negara yang bajak-membajak s/w masih
besar toleransinya, kita mesti mengutamakan kemudahan mempelajari...
kemudahan referensi.. tutorial.. dsb. Mungkin nanti kalo foreign lawyer
bisa bebas masuk dan menuntut pemakai Windows di Indonesia... baru kita
bisa mengutamakan tech. support sebagai alat utama pemasaran linux.

Balik lagi ke pernyataan saya yang menyebutkan bahwa pemasar linux adalah
pengguna linux, maka segala kemudahan yang ingin kita ciptakan untuk
para newbie harus dibuat oleh pengguna linux sendiri... Bagaimana kita
bisa membuat 'how-to' yang mudah dimengerti dan bagaimana membuat
banyaknya tutorial dan referensi yang gampang... itu support yang harus
dibuat!

Jadi saya setuju ama pendapat mas Yohanes mengenai support, tapi
spesifikasi supportnya berbeda dengan yang diberikan oleh OS yang
komersial.

Well... after all this.... gimana cara nya memasarkan 'how-to' yang
familier dan tutorial artikel ke pasar...?? Balik lagi ke posting saya
terdahulu... gimana kalo lewat media yang _pasti_ banyak audience-nya,
sebab kalo bikin majalah Linux dan dijual ke pasar... sepertinya sedikit
yang mo beli... akhirnya berputar di kalangan pengguna sendiri...
Kalo digratiskan di Internet... misalnya di http://majalah.linux.or.id
dan cuma di-komersialkan bagi yang ingin langganan per-email.. saya
pikir lebih efektif... dan lebih efisien biayanya..., dan tetep bisa
menerima iklan kan...?? hehehe... :D
Promosi lewat media cetak... mendingan publicity aja deh.. jangan
advertorial... saya rasa banyak yang capable untuk hal ini...

Saya rasa banyak hal di linux yang bisa bikin dia jadi market leader
nantinya, cuma saya pikir ngga' semua country punya kesempatan
menjadikan linux sebagai leader... tinggal kitanya aja yang mesti bisa
membidik niche itu...

bye now,
Ridwan
[[EMAIL PROTECTED]]

______________________________________________________________________
Utk berhenti langganan kirim email ke [EMAIL PROTECTED] 
Sudah cari di arsip? http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Utk info netiket, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke