Pencegahan Korupsi da

Membaca informasi di media belakangan ini tentang kenaikan gaji dari
aparatur negara untuk mencegah korupsi yang terjadi, saya hanya bisa
tersenyum. pertanyaan dalam hati benarkah dengan meningkatkan gaji atau
tunjangan dari pejabat bisa meredam atau mencegah korupsi?

Dari pengaamatan saya beberapa tahun belakangan ini tingkat korupsi di
indonesia semakin meningkat, malah ada yang melibatkan anggota DPR. orang
awam bisa menerka berapa gaji yang diterima anggota DPR, pasti angka yang
cukup menabjupkan yang bila di kategorikan adalah penghasilan yang cukup
tinggi. tapi apa... ternyata tingkat korupsi di DPR adalah yang terparah,
malah melibatkan BI segala. jadi benarkah teori mencegah korupsi dengan cara
meningkatkan gaji aparatur negara..?

Ditengah gaji yang diperoleh oleh aparatur negara, dan birokrasi bagai mana
kinerja meraka, sudah jadi rahasia umum birokrasi bekerja tidak efisien,
ketika saya mengurus di keluran, dibanding saya mengurus sesuai prosedur,
dibanding dengan memberi "uang tips" proses pengerjaan malah akan lebih
cepat jika kita mengasih uang tips. itu baru tingkat kelurahan, coba kita
tengok tingkat depeartment, saya pernah bersama bagaian legal dari
perusahaan saya mencoba mengurus pendaftaran kartu garansi untuk suatu
produk baru, bagian legal menyerahkan "amplop" untuk orang departmetn
perdagangan. dengan alasan mempercepat perijinan.

Mengapa setiap pemberantasan korupsi ditingakat aparat selalu dikaitkan
dengan gaji yang minim, kenapa...?, coba pikir kalau alasan gaji minim
menjadi alasan mengapa mereka mau masuk PNS yang memang mereka ketahui
dengan gaji yang standar. kalau mau gaji besar kenapa meraka tidak bekerja
atau berusaha saja. malah kita bisa saksikan berapa juta warga indonesia
yang berlomba jadi PNS.

kalangan aparat adalah orang yang beruntung, bila terjadi korupsi selalu
mengatakan gaji yang kecil, bagaimana dengan rakyat yang pada umumnya yang
berpenghasilan UMR, dengan pendapatn minimal, apakah mereka bisa menuntut
kenaikan gaji sesuai dengan aparat. samakan status yang dimiliki. coba
bandingkan kerja seorang buruh dengan seorang pejabat. seorang buruh harus
bekerja dengan keringat dan tenaga yang maksimal untuk mendapat gaji minimal
(UMR), sedang pejabat hanya bekerja minimal menuntut gaji yang maksimal.
jadi wajarkah?

Kenapa kalau buruh selalu dikaikan dengan daya saing negara, ketika buruh
meminta kenaikan UMR, sungguh berat, dan selalu dikaitkan dengan daya saing
negera, dan selalu posisi buruh dalam kondisi lemah. Sedangkan ketika aparat
meminta kenaikan adalah wajar. dimana keadilan di negeri ini.

Apakah aparat wajar mempunyai gaji yang besar, dan Buruh wajar mendapat gaji
UMR?, padahal untuk kebutuhan hidup saja UMR tidak mencukupi, seharusnya
yang wajar mendapat kenaikan gaji adalah buruh yang notabene lebih dari
separuh dari jumlah penduduk di Indonesia, dibanding segelintir aparat yang
rakus dan tamak dengan penghasilan.

Yang harus dibenahi adalah penegakan hukum yang selama ini hanya menghukum
kaum yang bergaji UMR dibanding dengan Aparat, kenapa karena aaprat
mempunyai kekuasaan, dan Uang untuk membayar penegak hukum. Contoh kasus di
depan mata adalah Jaksa Urip. dan beralasan gaji urip yang sebesar Rp 3.5
tidak sesuai dengan tugas yang diberikan. kalau gitu kenapa mau pak jadi
jaksa, cari kerja lain aja.

Waduh Rp 3.5 dibilang tidak sesuai, seperti yang kita ketahui, gaji memang
sebesar itu, tapi penghasilannya berapa ya, kan ada berbagai macam
tunjangan, atau amplop kanan kiri. jadi penghasilannya berapa ya. Gaji tidak
sama dengan penghasilan bukan. Tidak percaya, coba deh liahat kehidupan
aparat, dan PNS, yang memiliki rumah dan Kendaraan serta fasilitas hidup
yang wah, yang terkadang tidak masuk akal dengan gaji yang dimiliki oleh
aparat atau PNs. tapi kita tidak boleh buruk sangka kan, barang kali mereka
berbisnis, atau malah dapat warisan dari orang tuanya.

Bandingkan dengan kaum UMR, untuk beli rumah selonjor pun sulit (RSS) saja
tidak mampu, apakah terdapat keadilan dengan kaum UMR. Jadi wajarkah Jika
mereka korupsi dengan alasan gaji yang kurang. silahkan jawab sendiri. hanya
berharap keadilan bisa ditegakan di bumi indonesia. para pejabat coba
pikirkan kaum UMR ini, jangan memikirkan diri sendiri lah(EA)


-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
エルイン アリアント (内部監査事務局)
-------------------------------------
SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY

Kirim email ke