Siang tadi dengerin berita di MetroTV ttg sidak SBY ke kawasan di JKT tempat 
disosialisasikannya konversi dari minyak tanah ke gas.
Pak SBY menyerukan agar rakyat mendukung usaha ini. Rakyat harus ambil bagian 
dalam membantu menekan APBN negara dengan cara menyukseskan konversi ini 
(sehingga subsidi pemerintah ke minyak tanah berkurang). Rakyat yg memang sudah 
prihatin disuruh susah sedikit lagi untuk membantu pemerintah.
 
Sisi lain:
Kinerja aparat hukum perlu ditingkatkan, yaitu dgn cara yg sama-sama kita 
ketahui. Dgn meningkatkan kinerja mereka, diharapkan dapat membantu pemerintah 
dari sisi penegakan hukum.
Aparat2 ini disuruh meningkatkan kinerjanya  (untuk membantu pemerintah) dgn 
cara disuruh nerima gaji yg lbh tinggi.
 
Rasanya miris sekali. 
Sama dgn kebanyakan rakyat Indonesia, saya juga ga yakin penegakan hukum akan 
lebih serius dgn menaikkan gaji aparat.
 
Untuk urusan tertentu, agak susah mengatakan pemerintah kita TEGAS. Yg ada sok 
TEGAS (= tegas thd hal2 remeh-temeh, namun ciut saat berhadapan dgn persoalan 
yg memang membutuhkan ketegasan).
Ternyata begitu banyak hambatan untuk mencintai Indonesia...

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf 
Of Huda
Sent: Monday, April 07, 2008 3:12 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Ida Arimurti] (opini) Pencegahan Korupsi dengan Menaikan Gaji 
Aparat, Mungkin Kah?



Pak Erwin,

Saya kok ga yakin kalo gaji aparat dinaikan terus korupsi  akan hilang. 
Persoalannya adalah Korupsi sudah terlanjur menjadi  "Tabiat" para aparat yang 
mendarah daging. Satu2nya cara adalah memberikan hukum koruptor dengan hukuman 
yang se-berat2nya dan harus konsisten tidak setengah-setengah kaya beli minyak 
tanah karena mahal. Kalau hal ini bisa diterapkan saya yakin se-yakin2nya orang 
akan berfikir kalau mau mrelakukan korupsi.
Ada hal yang lebih penting untuk menanggulangi korupsi, memulai dari diri kita 
sendiri dan lingkungan keluarga. 


Salam,

Huda


Erwin Arianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

        Pencegahan Korupsi da
        Membaca informasi di media belakangan ini tentang kenaikan gaji dari 
aparatur negara untuk mencegah korupsi yang terjadi, saya hanya bisa tersenyum. 
pertanyaan dalam hati benarkah dengan meningkatkan gaji atau tunjangan dari 
pejabat bisa meredam atau mencegah korupsi?
        Dari pengaamatan saya beberapa tahun belakangan ini tingkat korupsi di 
indonesia semakin meningkat, malah ada yang melibatkan anggota DPR. orang awam 
bisa menerka berapa gaji yang diterima anggota DPR, pasti angka yang cukup 
menabjupkan yang bila di kategorikan adalah penghasilan yang cukup tinggi. tapi 
apa... ternyata tingkat korupsi di DPR adalah yang terparah, malah melibatkan 
BI segala. jadi benarkah teori mencegah korupsi dengan cara meningkatkan gaji 
aparatur negara..?
        Ditengah gaji yang diperoleh oleh aparatur negara, dan birokrasi bagai 
mana kinerja meraka, sudah jadi rahasia umum birokrasi bekerja tidak efisien, 
ketika saya mengurus di keluran, dibanding saya mengurus sesuai prosedur, 
dibanding dengan memberi "uang tips" proses pengerjaan malah akan lebih cepat 
jika kita mengasih uang tips. itu baru tingkat kelurahan, coba kita tengok 
tingkat depeartment, saya pernah bersama bagaian legal dari perusahaan saya 
mencoba mengurus pendaftaran kartu garansi untuk suatu produk baru, bagian 
legal menyerahkan "amplop" untuk orang departmetn perdagangan. dengan alasan 
mempercepat perijinan. 
        Mengapa setiap pemberantasan korupsi ditingakat aparat selalu dikaitkan 
dengan gaji yang minim, kenapa...?, coba pikir kalau alasan gaji minim menjadi 
alasan mengapa mereka mau masuk PNS yang memang mereka ketahui dengan gaji yang 
standar. kalau mau gaji besar kenapa meraka tidak bekerja atau berusaha saja. 
malah kita bisa saksikan berapa juta warga indonesia yang berlomba jadi PNS.
        kalangan aparat adalah orang yang beruntung, bila terjadi korupsi 
selalu mengatakan gaji yang kecil, bagaimana dengan rakyat yang pada umumnya 
yang berpenghasilan UMR, dengan pendapatn minimal, apakah mereka bisa menuntut 
kenaikan gaji sesuai dengan aparat. samakan status yang dimiliki. coba 
bandingkan kerja seorang buruh dengan seorang pejabat. seorang buruh harus 
bekerja dengan keringat dan tenaga yang maksimal untuk mendapat gaji minimal 
(UMR), sedang pejabat hanya bekerja minimal menuntut gaji yang maksimal. jadi 
wajarkah?
        Kenapa kalau buruh selalu dikaikan dengan daya saing negara, ketika 
buruh meminta kenaikan UMR, sungguh berat, dan selalu dikaitkan dengan daya 
saing negera, dan selalu posisi buruh dalam kondisi lemah. Sedangkan ketika 
aparat meminta kenaikan adalah wajar. dimana keadilan di negeri ini.
        Apakah aparat wajar mempunyai gaji yang besar, dan Buruh wajar mendapat 
gaji UMR?, padahal untuk kebutuhan hidup saja UMR tidak mencukupi, seharusnya 
yang wajar mendapat kenaikan gaji adalah buruh yang notabene lebih dari separuh 
dari jumlah penduduk di Indonesia, dibanding segelintir aparat yang rakus dan 
tamak dengan penghasilan.
        Yang harus dibenahi adalah penegakan hukum yang selama ini hanya 
menghukum kaum yang bergaji UMR dibanding dengan Aparat, kenapa karena aaprat 
mempunyai kekuasaan, dan Uang untuk membayar penegak hukum. Contoh kasus di 
depan mata adalah Jaksa Urip. dan beralasan gaji urip yang sebesar Rp 3.5 tidak 
sesuai dengan tugas yang diberikan. kalau gitu kenapa mau pak jadi jaksa, cari 
kerja lain aja.
        Waduh Rp 3.5 dibilang tidak sesuai, seperti yang kita ketahui, gaji 
memang sebesar itu, tapi penghasilannya berapa ya, kan ada berbagai macam 
tunjangan, atau amplop kanan kiri. jadi penghasilannya berapa ya. Gaji tidak 
sama dengan penghasilan bukan. Tidak percaya, coba deh liahat kehidupan aparat, 
dan PNS, yang memiliki rumah dan Kendaraan serta fasilitas hidup yang wah, yang 
terkadang tidak masuk akal dengan gaji yang dimiliki oleh aparat atau PNs. tapi 
kita tidak boleh buruk sangka kan, barang kali mereka berbisnis, atau malah 
dapat warisan dari orang tuanya.
        Bandingkan dengan kaum UMR, untuk beli rumah selonjor pun sulit (RSS) 
saja tidak mampu, apakah terdapat keadilan dengan kaum UMR. Jadi wajarkah Jika 
mereka korupsi dengan alasan gaji yang kurang. silahkan jawab sendiri. hanya 
berharap keadilan bisa ditegakan di bumi indonesia. para pejabat coba pikirkan 
kaum UMR ini, jangan memikirkan diri sendiri lah(EA)


        -- 
        Best Regard
        Erwin Arianto,SE
        ¥¨¥ë¥¤¥ó¡¡¥¢¥ê¥¢¥ó¥È ¡ÊÆâÉô´Æºº»ö̳¶É¡Ë
        -------------------------------------
        SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY 


________________________________

You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access 
<http://us.rd.yahoo.com/evt=47523/*http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com>
 , No Cost. 

 

Kirim email ke