Saya juga ikut prihatin dengan fenomena sekarang ini, kecanggihan teknologi 
macam pedang bermata dua. disatu segi bermanfaat, tetapi tidak sedikit juga 
dampak yang kurang baiknya.
 
Sebut saja kuis yang berkaitan dengan agama kirim sms dulu sebanyak-banyak nya 
nanti diundi? dimana letak ibadahnya. ada lagi mengenai doa, haruas bayar 
sekian per sms. semua serba komersil.
 
Tapi kok pemerintah tidak mengatur hal ini ya?
 
Apa beda kiriman sms yang terus diundi itu dengan TOGEL alias Toto Gelap, judi 
terselubung.
 
 


--- On Fri, 9/5/08, Pras <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Pras <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Ida Arimurti] Fwd: SAHUR..: SAATNYA PARA BADUT BERMUNCULAN..
To: [email protected]
Date: Friday, September 5, 2008, 8:21 AM







Dari milis sebelah.
Silahkan berkomentar.
Salam.
Pras.




















SAHUR..:   SAATNYA  PARA  BADUT  BERMUNCULAN. . 
  
Kamis, 4 September 2008 (Ramadhan 1429) 
  
Dear all, 
Seperti kita ketahui, bulan Ramadhan adalah bulan yang dinanti-nantikan, karena 
pada bulan yang suci inilah, umat Muslim mendapatkan kesempatan untuk melakukan 
kilas balik kehidupannya.  Saatnya mawas diri, evaluasi masa lalu serta 
melaksanakan berbagai ibadah yang diperlukan untuk memperbaiki kualitas hidup. 
  
Wajar kalau pada bulan Ramadhan ini diperlukan suasana yang benar-benar 
mendukung kekhusyukan ibadah, yaitu suasana yang relijius, tenang, hening dan 
sakral yang diisi dengan lantunan ayat-ayat kitab suci, puji syukur atas asma 
Allah, serta ceramah-ceramah pencerahan. 
  
Namun demikian, dewasa ini ada satu fenomena yang jauh dari suasana relijius, 
tenang serta sakral tadi.  Di tengah malam buta, yang bagi orang-orang berpuasa 
merupakan waktu makan sahur, berbagai stasiun televisi swasta menayangkan 
acara-acara yang dikaitkan dengan suasana Ramadhan, tapi disajikan dengan cara 
yang sama sekali tidak agamis dan tidak spiritual. 
  
Acara-acara tersebut didominasi dengan banyolan-banyolan para pelawak yang 
justru sering terkekeh-kekeh mendengar banyolannya sendiri, diseling 
jogat-joget diiringi musik pop atau dangdut serta kuis berhadiah.  
  
Akibatnya, banyak orang yang ingin benar-benar beribadah menjadi kecewa dengan 
situasi itu, karena alih-alih mendapatkan suasana yang khusyuk dan sakral, 
mareka malah jadi terusik dengan suasana yang serba hura-hura. 
  
Saya mencatat nama beberapa stasiun TV yang menyajikan tayangan semacam itu 
antara lain Trans TV (Komeng, Adul, Tessy), TPI (Bolot, Ucok Baba dll), RCTI 
(Eko Patrio cs), Trans-7 (Ruben, Omas, Tukul), Global TV (Nardi cs) dan 
beberapa lainnya.  Hanya Metro TV yang tampaknya konsisten dengan program 
agamis. 
  
Meski bukan termasuk orang alim, saya bisa mengerti keluhan orang-orang yang 
merasa risih terhadap acara-acara "babodoran" tersebut.  
  
Namun ironisnya, ketika saya mencoba meminta pendapat beberapa orang remaja 
yang sedang menikmati makan sahur sambil nonton TV, mereka menjawab: "Lebih 
enak lihat acara-acara begini, jadi nggak ngantuk..!" 
  
Wah, sekarang saya yang justru jadi tidak mengerti, ini fenomena apa ya..? 
  
Dear all, bagaimana pendapat Anda? 
  
  
RH

 














      

Kirim email ke