betul sekali pengalaman pak iswanto, itu terjadi dalam diri saya ketika saya pulang dari jepang tahun lalu, terbersit dalam diri saya untuk m erubah diri. coba bayangkan pak jepang yang terkenal sebagai negara ekonomi dan teknologi raksasa ke 2 di dunia, dan nomor 1 di Asia masih menghargai orang yang lebih tua, tata kramanya kadang saya lihat lebih halus dari kita, sopan santun, pekerja keras, dan kotanya itu lo bersih banget, dll.Kenapa negara kita yg notabene mempunyai adat ketimuran yg terkenal ramah, relijius, kental dengan adat istiadat, akan tetapi apa yg kita impikan seperti negara jepang yg saya ceritakan di atas masih sebuah mimpi ? apa yang salah dengan sistem pendidikan kita saat ini ? saya punya pengalaman di Jepang ketika naik bis di Jepang apabila ada orang tua yang naik otomatis yang lebih muda mempersilahkan tidak seperti di sini ada yang pura2 tidur, yang lelaki pura2 tidak tahu aduh sedih rasanya itu sudah saya alami dan ketika saya terlalu capek karena baru pulang dari luar kota eeee ada nenek yang naik padahal saya sudah di baris ke 10 dan berdoa mudah2an didepan ada yang mempersilahkan duduk eh ternyata sampai di kursi saya semua acuh tak acuh, luar biasa ..........., karena saya capek dan ngantuk sempat juga berkecamuk tapi saya ingat niat saya untuk meniru budaya dari jepang.
"Iswanto, Rudi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: cocok banget ... betul mas... saya sarankan ... bhw sering kali kita mendengar kata kata "mulai dari diri sendiri" ... memang kalo berorientasi hasil... cara ini bakal lama mendapatkan hasil... maka jangan putus asa kita lakukan saja terus menerus...sampe kaya orang gila jg gapapa... bukankah dlm agama jg diajarkan dengan istilah "istiqomah"..? atau dlm bhs jawanya "Lumintu"..? at least sekarang kita lakukan lewat Millis ini... contoh kecil mas... disebuah penyeberangan jalan... disitu ada Jembatan penyeberangan dan jalannya relative sepi sepi rame.. tapi masih bisa banget nyeberang lewat bawah... sementara di jembatan penyebrangan suepi pi blas gak onk wong liwat... nah beranikah kita lewat jalan kebenaran..? (lewat jembatan maksudnya) ... dan banyak contoh contoh lain seperti ... Mobil lewat bahu jalan di tol ... trus pengendara Motor yng main sikat aja meskipun ada orang jalan di Trotoar.. buang permen karet di bawah kursi... bikin kios/warung di mulut gang .. sudah sempit dipersempit lagi... muacet jadinya... kalo di rumah seringnya... naruh gunting di atas kasur... mencet Odol dari lehernya... dll.. tindakan indisiplin dan in effisiensi... terus terang nih biasanya kendala "mikro" nya adalah orang orang disekitar kita spt teman .. istri atau suami... betul gak..? nah kendala Makronya... 'pemerintah and pejabat/aparat".... yang gue paling sebel nih... duduk di bis/kereta... dah tau banyak wanita - orang tua yang gak kebagian duduk.... eh malah pura pura baca lah.. tidur lah... even cuek seperti tak terjadi apa apa... hmmmm... kalo kayak gini masak kita nyalahin pemerintah..? kita jangan bilang "itulah orang kita"... tapi "itulah Kita"... jadi ... ya marilah berubah... BERUBAH..!!! kayak power rangers... he he he he salam/Idur --------------------------------- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Zenit heriawan Sent: Tuesday, September 09, 2008 9:33 PM To: [email protected] Subject: Re: [Ida Arimurti] Belajar dari Jepang Kapan ya masyarakat kita beralih seperti bangsa jepang... berubah dari diri sendiri yuuuukk, terus keluarga sekitar dan teman2 kali yeee.... ----- Original Message ---- From: "Afriyanto, Rio" <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, September 8, 2008 11:51:48 AM Subject: RE: [Ida Arimurti] Belajar dari Jepang saya juga pernah baca buku yg isinya mengisahkan mengapa bangsa jepang bisa maju ditilik dari keseharian mereka. Ternyata, kebiasaan mereka sehari-hari sungguh bagus. Mereka juga meyakini secara positif nilai-nilai budaya kemasyarakatan yang pada akhirnya memotivasi mereka untuk menjadi lebih baik. --------------------------------- Dapatkan nama yang Anda sukai! Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
