Rambut kepala sama hitam tapi isinya berbeda, dan ramainya milis ini juga karena beda pendapat disetiap orang punya 1000 macam argumen namun semua punya kepentingan yang berbeda dan kalau bisa jangan saling merugikan orang lain.. Negara kita Negara hukum lho ( bukan hukum rimba.? ). Yang jelas Negara telah diberi mandat oleh rakyatnya untuk mengatur, kalau rakyatnya gak mau diatur ya suruh ngatur sediri aja dijamin pasti kacau..
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Afriyanto, Rio Sent: Monday, November 10, 2008 1:21 PM To: [email protected] Subject: RE: [Ida Arimurti] Penggunaan Sepeda Motor Akan Dibatasi Mas Hengky Koko, Mas Indriman Sutrisno, Mas Bastian lebih logis penilaiannya daripada Pak Irawan Sugito :) Generalisir yg berlebihan sangat dekat dengan fitnah lho. Email Anda sudah memfitnah semua pengguna sepeda motor di Indonesia yg terkategori good bikers. Pak Irawan selaku pengendara mobil kemungkinan punya potensi juga untuk ugal2an. Namun karena ukuran mobil lbh besar, kesempatan bagi mobil untuk ugal2an jadi kecil sekali. jadi, ini masalah kesempatan (seperti kata Bang Napi). Dan beruntunglah Anda Pak Irawan karena masih banyak sekali rakyat Indonesia yg hanya mampu membeli motor, itupun dgn cara kredit...uang muka terkecil dan cicilan paling lama. Bayangkan jika semua rakyat Indonesia mampu seperti Anda...mampu membeli mobil. Barangkali jalanan yg Anda lalui akan macet luar biasa. Dan mungkin saja pada saat itu Andalah yg berpikir bagaimana kalau naik motor saja, kan bisa nyalip sana-sini, bisa menerobos traffic light, sah2 aja klo ga sabar (supaya cepet nyampe tujuan), dimaklumi kalo nabrak org trus lari, kalo dihajar cengengesan, dan kalo pak Irawan kecelakaan maka Pak Irawan sah2 saja menyalahkan org lain. Bagaimana Pak? _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Hengky Koko Sent: Sunday, November 09, 2008 7:30 PM To: [email protected] Subject: Re: [Ida Arimurti] Penggunaan Sepeda Motor Akan Dibatasi Saya tidak setuju generalisasi oleh Pak Irawan... biar saya kasi contoh yang pernah terjadi ketika serangan teroris marak dulu, teroris itu yang kebetulan Islam, lalu orang-orang mengeneralisasikan Islam = teroris, semua orang islam lantas mencaci maki dan memandang rendah terhadap orang-orang yang mengeneralisasikannya... Sama halnya dengan anda mengeneralisasikan pengendara sepeda motor tidak terdidik dsb padahal anda hanya kebetulan bertemu dengan pengendara yang memang ugal-ugalan... saya sedikit mengutip anda : saya sangat berharap anda meralat perkataan anda, agar keselamatan anda dari caci maki bisa dihindari,.. Terima kasih. Regards, [H]en[G]ky ============================================== Be Cool, Be Calm, Be Confident.. 'Coz We Are The Champion..!! 2008/11/8 irawan sugito <[EMAIL PROTECTED] <mailto:isugito%40yahoo.com> > > > > Pengguna sepeda motor adalah pengguna jalan yang tidak terdidik secara moral dan keperdulian,. tidak pernah mampu melihat traffic lights, tidak punya kemampuan bersabar, kalau nabrak/nyenggol lari, kalau dikejar dan dihajar cengengesan, tapi kalau kesenggol, dan patah tulang, orang lain disalahin,.. > > Jadi,. memang harusnya pengendara motor, tua, muda, anak-anak, cowok-cewek, dibatasi saja, agar keselamatan mereka dari caci maki, dan kematian bisa dihindari,.. > ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- This message may contain confidential and/or proprietary information of Garuda Maintenance Facility Aero Asia, PT., and /or their affiliated companies. This message is intended only for use of the named addressee(s). If you are not named addressee or receive this message in error you may not disclose, copy, distribute or use this information for any purpose.
