[Articles] Tenang tetapi profesional dalam menjalankan tugas http://www.pralangga.org/articles/tenang-tetapi-profesional-dalam-menjalankan-tugas
(Adshit al Qusayr, 08/01/2009). Krisis yang terjadi di jalur Gaza mulai merembet ke Lebanon Selatan, yang menjadi daerah operasi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon). Hal ini terkait dengan serangan 3 buah roket Katyusha yang dilancarkan oleh sekelompok orang dari Tayr Harfa (Lebanon Selatan) ke arah Shelomi (Israel Utara) yang berjarak 6 kilometer, pada hari Kamis 8 Januari 2009 pukul 07.20 waktu Lebanon dan melukai dua warga Israel. Serangan roket ini dalam waktu yang tidak lama dibalas kembali oleh Israel Defence Forces (IDF) dengan tembakan artileri sebanyak 5 kali dari An Nawaqir (Israel Utara ) ke arah Al Duhayra (Lebanon Selatan) yang berjarak 2 kilometer. Belum diketahui kerugian yang ditimbulkan akibat serangan balas IDF di wilayah Lebanon Selatan. Kondisi ini telah membuat ketegangan di daerah operasi UNIFIL meningkat termasuk di wilayah area of responsibility (AOR) Indobatt (Indonesian Battalion)/ Satgas Yonif Mekanis TNI Konga XXIII-C. (Embedded image moved to file: pic20798.jpg) Markas batalyon Indobat di Adshit al Qusayr Terkait dengan situasi yang terjadi di Lebanon Selatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari Jakarta secara khusus menyampaikan perhatiannya kepada Dansatgas Konga XXIII-C/UNIFIL Letkol Inf. R. Haryono untuk tetap tenang dan waspada serta mengantisipasi setiap perkembangan yang terjadi dengan menyiapkan emergency planning, apabila sewaktu-waktu situasi berubah ke arah yang paling buruk. Presiden SBY juga memberikan salam kepada seluruh prajurit dan mengucapkan selamat bertugas di Lebanon. Setelah mendengar penjelasan dari Dansatgas tentang keadaan pasukan Garuda di Lebanon Presiden SBY membenarkan instruksi yang telah diberikan oleh Dansatgas kepada prajuritnya. "Kalau begitu lanjutkan tugas sampaikan salam saya kepada prajurit, tenang tetapi profesional dalam menajalankan tugasnya. Terima kasih, selamat bertugas". Demikian Presiden SBY mengakhiri pembicaraannya melalui telepon yang langsung diterima oleh Dansatgas. Pesan dari presiden langsung ditindaklajuti oleh Dansatgas dengan melaksankan apel seluruh jajaran Indobatt melalui radio, agar kompi-kompi yang tersebar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan serta tetap tenang dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. Peluncuran roket yang terjadi di pagi hari itu, berada di wilayah AOR Italbatt (Italian Battalion), yang berjarak 35 km arah Barat Daya dari wilayah AOR Indobatt. Meskipun terjadi di lokasi yang cukup jauh dari wilayah Indobatt, namun kondisi ini sangat berpengaruh terhadap situasi keamanan di AOR Indobatt, karena disposisi pasukan Indobatt khususnya kompi-kompi yang tersebar berbatasan langsung dengan wilayah Israel. (Embedded image moved to file: pic28009.jpg) Indobatt POSN 8-33 Kompi B yang berlokasi di UN POSN 8-33 Sheikh Abbad Tomb sangat berdekatan dengan wilayah Israel dan hanya dibatasi oleh Technical Fence (pagar kawat berduri yang dialiri listrik), demikian juga Kompi A yang berada di UN POSN 9-63 El Aadeisse. (Embedded image moved to file: pic27157.jpg) Indobatt POSN 9-63 (Embedded image moved to file: pic20472.jpg) Indobatt POSN 9-2 Dengan meningkatnya ketegangan di wilayah operasi Unifil, banyak jadwal kegiatan administrasi keluar compound di batalkan, termasuk rencana kegiatan Dansatgas yang akan menghadiri undangan Force Commander dalam Commanding Officer Conference di Naquora. Kegiatan difokuskan pada patroli AOR yang menjadi daerah tanggung jawab tugas masing-masing kontingen, termasuk Kontingen Garuda XXIII-C. Sementara itu status Siaga Kuning + yang telah diberlakukan selama lebih dari seminggu belum ada perubahan, apakah akan meningkat ke Siaga Merah, yang berarti mengharuskan seluruh peacekeepers untuk tetap ditempat dan memasuki shelter (tempat perlindungan) ataupun bergerak meninggalkan wilayah operasi untuk menunju ke Asembly Area apabila status siaga berubah menjadi Hitam. Semua itu masih dalam proses pengkajian UNIFIL. Tugas Kontingen Garuda XXIII-C sesuai Resolusi PBB No. 1701 antara lain adalah mengawasi pelaksanaan penghentian tindak kekerasan dan memastikan daerah operasi tidak digunakan untuk tindak kekerasan dalam bentuk apapun serta membantu pemerintah Lebanon melaksanakan pengamanan perbatasan. Jadi apabila perang kembali meletus di Lebanon, maka seluruh pasukan Unifil harus dapat menyelamatkan diri dan tidak boleh terlibat dalam pertempuran termasuk prajurit Indobatt. Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas terjadinya peluncuran roket yang dapat memprovokasi terjadinya kembali perang 34 hari tahun 2006 antara Israel dan Hezbollah. Sementara itu pihak Israel juga tidak terpancing untuk menuduh bahwa pelaku peluncuran roket tersebut adalah dari kelompok Hezbollah. Untuk mengetahui lebih lanjut pelaku peluncuran roket, UNIFIL telah melakukan ivestigasi dengan melibatkan berbagai pihak, serta mencegah berkembangnya situasi keamanan yang semakin buruk. (hm) Beberapa foto saat pasukan UNIFIL mengunjungi/inspeksi daerah asal roket ditembakkan: (Embedded image moved to file: pic23622.jpg)Italian troops inspect sites of fired rockets (Embedded image moved to file: pic18538.jpg)LAF troops inspect sites of fired rockets (Embedded image moved to file: pic12292.jpg)LAF & French troops coordinating at sites of fired rockets (Embedded image moved to file: pic06038.jpg) (Embedded image moved to file: pic24179.jpg)Italian troops inspect sites of fired rockets 5.jpg (Embedded image moved to file: pic18190.jpg)UNIFIL Force Comander & Italian troops inspect sites of fired rockets -- Luigi Pralangga c/o. United Nations Mission in Liberia (UNMIL) Procurement Section, Via Diplomatic Mail PO Box 4677 Grand Central Station New York, NY 10163-4677, USA Web - http://pralangga.org
<<attachment: pic20798.jpg>>
