On 3 Jul 01, at 14:52, Melisa wrote:

> Pak Budi yth.
> 
> Senang mendapat tanggapan dari anda.
> Sebenarnya tidak ada kontradiksi dari usulan saya.
> Maksudnya, karena selama ini IDNIC hanya melakukan konfirmasi melalui email,
> dan itu yang dianggap valid, maka terjadi "penyanderaan" oleh salah satu
> pihak yang "diaaamm" saja nggak mau ngasih konfirmasi. Nah, dalam hal ini,
> proses update data khan jadi terhambat.

Selain melakukan proses konfirmasi, kami juga menerima permohonan
pindah dengan surat resmi. Jadi bilamana ada yang menyandera,
maka pengguna domain tersebut dapat mengirimkan surat resmi untuk
permohonan pindah. Dan ini akan diproses secara manua.

> Usulan saya agar cukup satu account untuk memaintain data, tentu saja untuk
> menyederhanakan proses pendaftaran dan updating data di atas. Siapa yang
> pegang USER ID dan PASSWORD otomatis yang menghandle account tersebut.

masalahnya, kalau USER ID dan PASSWORD tersebut diserahkan
kepada technical support dari ISP lama apa nggak lebih repot lagi?

> Ttg pembayaran melalui IB, mungkin perlu belajar pada salah satu penyedia
> jasa hosting yang sudah menerapkannya, spt. Neocyber.net. Silahkan tanya
> prosedur rincinya kepada mereka, toh bisa diterapkan.

Masalahnya (sejauh yang saya tangkap dari pengelola billing)
adalah adanya pembayar yang tidak menyertakan bukti pembayaran.
Misalnya tiba-tiba di account APJII ada pembayaran Rp 165.000,-
tidak jelas, pembayaran datang darimana dan juga untuk domain apa.
Masalahnya, pesan yang ada di form transfer uang kadang-kadang
tidak sampai. (Ada banyak bank dengan cara masing-masing sih.)
Untuk transfer lewat ATM juga membingungkan karena di situ tidak
ada fasilitas untuk mengirimkan pesan/message.
Hal ini berkaitan dengan sistem banking di Indonesia sih.

-- budi
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN:  'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke