halo pak bambang,
 
pertama tama saya mohon maaf mail ini ngak dibuat japri karena mungkin berguna buat 
teman teman yang lain yang memiliki masalah yang sama dengan saya.
 
bukan berpolemik pak..mungkin lebih tepat berdiskusi...saya seh belom jadi muridnya 
pak harry..cuma pernah tanya tanya lewat email doang..bukan seperti pak bambang yang 
sudah pernah ke farmnya pak hari.
 
saya setuju..yang membunuh ikan saya itu karena berebutan oksigen bukan karena 
ketinggian air.
nah yang saya kurang setuju adalah pernyataan kalo 20 cm terlalu dangkal buat koki 
karena saya belom dapat penjelasan yang dapat diterima oleh nalar saya.
 
padahal kolam saya itu selalu di ganti airnya 3 hari sekali..tiap kali pergantian 60% 
air (air disedot sampai setinggi ranchunya) baru kemudian di isi air baru. di hari 
nahas itu sebenarnya besoknya jatah ganti air..tapi keburu mati malamnya.
 
nah kalo untuk yang mata ikan bagaimana?? ngak ada yang pernah kena penyakit seperti 
itu ya??? kira kira bagaimana pengobatannya?? kayaknya seh ikannya kena penyakit yang 
seperti ini http://www.gone-fishing.info/viewnews.php?nid=99
 
best regards
 
boy indra
 
nb: pak bambang masih pengen jual burayak guppynya ngak?? kalau masih saya mau beli 
yang betinanya donk sepuluh ekor aja..tapi jangan mahal mahal ya..harga mentas 
aja..kalo ok..hari jumat nanti saya ambil di sumenep deh.
 
 

________________________________

From: bambang_kristanto [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tue 9/14/2004 10:51 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [ikan_hias] Re: green water dan sakit mata ikan



Hallo pak Boy, 

Wah nggak enak nih satu perguruan jadi saling 
polemik...hahahaha...:D. Pak Boy, kenapa saya menganjurkan pakai 
filter, kalau anda menerapkan ajaran pak Hari 100 %, maka anda harus 
punya anak buah yg dapat diandalkan, kenapa? 
Metode pak Hari itu memang tidak memakai filter, tetapi penggantian 
rutin sebanyak 20% s/d 25% dijalankan dengan disiplin. Bahkan kalau 
menurut aslinya seharusnya selain pengantian air rutin, suatu saat 
ada pengantian air secara total. Tetapi air lama harus disisakan 1 
ember untuk dicampur ke dalam air baru. 
Nah, betapa repotnya kalau anda sendiri harus menjalankan itu dengan 
penuh dedikasi tinggi seperti Bapak YB Hariantono. 
Jadi yang cocok untuk anda dan saya yang hanya hobbiest saja, lebih 
baik pakai filter. 
Pak Boy, bukan panas yang membunuh ikan anda, tetapi sekali lagi 
adalah "Perebutan Oksigen". Kenapa baru 1 bulan kemudian terjadinya, 
alasannya begini. 
Di awal anda memelihara ikan kondisi kolam anda masih kaya dengan 
oksigen, nah lambat laun karena perkembangan algae sangat cepat maka 
perebutan oksigen antara ikan dan algae tidak terelakan lagi. Dan 
kematian ikan akibar kekurangan oksigen dapat terjadi serentak. 
Kecurigaan saya terjadi justru karena ikan-ikan anda mati pada malam 
hari, jadi jelas itu akibar kekuranga oksigen bukan panas matahari. 
Karena kalau panas, guru kita juga membuat kolam tanpa tedeng aling- 
aling alias terbuka tanpa atap sama sekali. Sebenarnya kalau 
maintenance air bisa seperti pak Hari, tentu kasus kematian ikan 
anda tidak akan terjadi. 
Satu hal lagi, setiap kolam di tempatnya pak Hari mempunyai over 
flow, yaitu paralon untuk membatasi permukaan air. Nah ini juga 
berguna untuk mengatasi kelebihan air hujan pada saat hujan turun, 
karena air hujan kalau bersifat asam maka dapat membunuh ikan dalam 
jumlah yang banyak juga. 
Sorry ya, jadi ngajarin. Padahal kan kita satu 
perguruan...hehehehehe...:). 

--- 



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/_kiolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ikan_hias/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke